TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
BIANGLALA


__ADS_3

Hi readers, maaf yaa kemarin author tidak up karena ada sedikit masalah..


kita lanjut yaaa....


......................


setelah selesai mereka berdua berjalan menuju parkiran, Aham membawakan tas milik Cecil dengan alasan agar Cecil tidak terbebani dengan berat tas nya...


Sesampainya di parkiran ternyata teman-temannya sudah berada di sana menunggu Aham dan Cecil karena Aham lah yang memegang kunci...


"udah lama kalian?" tanya Aham


"nggak kok ham, baru aja sampai sini" jawab Riko dan Tino


"kak Bima kemana kak?" tanya Cecil yang tidak melihat keberadaan Bima karena disana hanya ada Riko, Tino dan Titi


"katanya tadi nyusul, masih angkat telepon tadi" jawab Riko


"emm yaudah kalau gitu kita tunggu di mobil aja" jawab Cecil mengajak semua masuk ke dalam mobil


seperti biasa di bagian kemudi ada Bima dan disampingnya adalah Aham, sedangkan Cecil dan Titi duduk di barisan kedua, dan paling belakang adalah Riko dan Tino..


setelah menunggu beberapa saat akhirnya Bima datang juga, dia terlihat berlari dari kejauhan...


"maaf ya guys gue telat" ucap Bima kepada semuanya yang sudah menunggunya di dalam mobil


"no problem Bim, yaudah gas berangkat ya" jawab Aham


"Lo tadi di telepon siapa sih Bim?" tanya Tino yang penasaran


"oh tadi si cindi telepon" jawab Bima


"ngapain cindi telepon?" tanya Riko


"katanya dia hari ini juga di taman xx, jadi sekalian aja gue suruh gabung sama kita-kita" jawab Bima


"nggak papa kan cil?" tanya Bima kepada Cecil


"emm engg.. enggak kok kak" jawab Cecil terbata karena sebenarnya dia keberatan mengingat ada Titi juga disana, namun bagaimana lagi jika Bima sudah mengajaknya


Tino dan Riko saling melirik satu sama lain, mereka punya pemikiran yang sama tentang niatan Bima mengundang cindi...


"Lo bilang ke cindi Bim kalau kita mau ke taman xx?" tanya Aham yang tengah fokus menyetir mobilnya


"iya tadi gue chat sama dia, terus gue bilang kalau mau kesana. eh ternyata dia juga disana hari ini, kebetulan banget kan" ucap Bima sambil tersenyum


Aham hanya mengangguk-angguk kepalanya tanda menyetujui apa yang dikatakan oleh Bima, dia sebenarnya juga keberatan akan hal itu karena yang mengajak ke taman xx adalah Cecil dan Aham. namun tanpa konfirmasi terlebih dahulu Bima malah mengajak cindi, namun mau bagaimana lagi jika Cecil sudah menyetujui...


sebenarnya Bima tahu perubahan ekspresi teman-temannya saat dia bilang kalau mengajak cindi, namun dia hanya cuek bebek karena tujuannya hanya membuat Titi menjauh darinya...

__ADS_1


"eh ti, Lo suka naik biang Lala nggak?" tanya Tino memecah keheningan


"suka kak, ada apa?" tanya Titi


"nanti lo naik sama gue ya, disana pemandangannya bagus banget kalau malam" ajak Tino


"kenapa nggak sama kak Riko?" tanya Titi


"gue takut ketinggian ti, jadi mendingan si Tino sama lo aja ya" jawab Riko


"okelah kalau begitu" ucap Titi


"yaudah nanti sampai langsung kesana aja, soalnya lumayan rame kalau menjelang malam kayak gini" ucap Tino hanya di angguki oleh Titi


"roman-romannya ada yang lagi pdkt nih" celetuk Aham


"ehem ehem" dehem Cecil menggoda Titi dan Tino


"apaan sih kalian, kan gue memperbaiki hubungan gue sama Titi yang awalnya kayak kucing sama tikus" jawab Tino


"emang bener ya yang kata orang-orang, jangan terlalu benci nanti akhir nya cinta haha" ucap Aham membuat semuanya tertawa terkecuali Titi , Tino dan Bima


"terserah apa kata lo ham, asal lo bahagia deh" jawab Tino


Titi yang mendengar hal itupun hanya diam saja karena baginya itu hanya candaan semata, sedangkan Bima yang duduk di samping Aham hanya mendengarkan apa yang mereka bahas tanpa ingin bergabung di dalamnya ...


setelah 20 menit akhirnya mereka sampai juga di taman xx, sudah terlihat banyaknya food court dan wahana di sana..


"kita cari tempat duduk dulu yuk" ajak Cecil


"sayang nggak cari jajan dulu?" tanya Aham kepada Cecil


"nggak mas, nanti aja. aku cuma pengen lihat pemandangan doang kok" jawab Cecil


"oke yang" ucap Aham akhirnya mengikuti kemana langkah Cecil tertuju


"Eh ti, gue antri tiket biang Lala dulu ya" ucap Tino berpamitan kepada Titi


"aku ikut aja kak, sekalian langsung naik nanti" jawab Titi


"eh no, beliin gue juga dong 2 tiket" pinta Bima


"oh iya Bim" jawab Tino


seperti halnya tadi, Tino juga tidak bisa menolak permintaan Bima karena tidak ada alasan yang pasti...


"yaudah nanti lo gue chat ya kalau udah dapat tiket" ucap Tino


"ayo ti" ajak Tino

__ADS_1


mereka berdua berjalan menuju loket bianglala, disana sudah terdapat antrian panjang memang itulah wahana favorit disana karena bisa melihat pemandangan kota...


"antriannya banyak banget kak" keluh Titi kepada Tino


"iya ini kan wahana yang paling di gemari disini, jadi harus sabar kalau mau naik" jawab Tino


"ti, gue boleh tanya nggak?" tanya Tino


"tanya aja kak, apa memangnya?" tanya Titi balik


"kamu kok bisa suka sama Bima itu gimana?" tanya Tino


"emm soal itu" ucap Titi sembari membuang nafas panjang


"kakak tau sendiri kan kalau aku sama Cecil udah temenan dari lama, apalagi aku sering ke rumah Cecil dan ketemu kak Bima. dari sana aku udah mulai suka sama dia" ucap Titi sambil tertawa


"waduh lama juga ya Lo sukanya" kata Tino


"ada apa kak memangnya?"tanya Titi


"saran gue sih lo udah nggak usah mikirin apa yang dikatakan sama Bima pokoknya, Bima memang udah nggak sama kayak dulu lagi" ucap Tino


"iya kak, aku ngerti kok" jawab Titi


"eh antriannya udah tinggal sedikit lagi nih, gue hubungin Bima dulu ya" ucap Tino kepada Titi


"iya kak" jawab Titi


di telepon......


"halo Bim, *ini udah dapat tiketnya" ucap Tino kepada Bima


"yaudah gue kesana sekarang" jawab Bima


"oke*"


Tino menutup telepon dengan Bima, tak lama Bima datang bersama seorang perempuan yang mereka berdua kenal baik...


"Hai, gimana udah dapat tiketnya?" tanya Bima


"udah nih tiket lo" ucap Tino memberikan tiket kepada Bima


"nggak nyangka bisa ketemu lagi kita" ucap seseorang yang tak lain adalah cindi kepada Titi yang duduk di dekat Tino


"eh iya kak" jawab Titi


"yaudah yuk kita naik" ajak Tino, Tino memilih untuk mengandeng tangan Titi agar Titi mengikutinya


"selamat malam, bisa kami cek tiketnya?" pinta penjaga

__ADS_1


mereka akhirnya bisa masuk ke dalam wahana tersebut, karena 1 kapsul hanya boleh di isi dua orang maka dari itu mereka terpisah dengan cindi dan Bima...


melihat Titi yang duduk murung di depannya, Tino berinisiatif mengajaknya berbicara agar mood nya kembali lagi...


__ADS_2