
sedangkan di paper bag lain berisi baju-baju batik, kemeja, tas dan sepatu. saat bersamanya di restoran tadi Aham sempat meng kritik pakaian Cecil karena menurut Aham terlalu terbuka...
"bisa gercep gini" ucap Cecil
"mungkin dia eneg liat lo pake pakaian sedikit terbuka" ucap Titi sambil terkekeh
Cecil memang terbiasa menggunakan setelan rok pendek dan kemeja atau celana di padukan dengan kemeja, hal itu membuat Aham tidak tenang saat bersama dengan Cecil....
Hari demi hari berlalu, tiba lah saat dimana mereka akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan pengajuan. Beberapa hari sebelumnya pertemuan mereka terbilang sangat intens untuk menyiapkan segala berkas yang diperlukan agar sesampainya di Jakarta tidak perlu ribet-ribet lagi mengurus semuanya...
Tak jarang Cecil mengeluh capek karena beberapa kali terdapat kesalahan saat dia menyusun berkas maupun melakukan foto, namun Aham selalu berada di sisinya untuk menguatkan dirinya...
Apa yang Aham katakan saat di restoran memanglah terjadi, mereka juga sudah melakukan beberapa foto prewedding di sana dan sisanya akan mereka lakukan di Jakarta nantinya...
bisa dibilang seperti itulah foto prewedding mereka saat berada di sana...
......................
Cecil saat ini sedang menunggu Aham di depan kantornya, dia sedang memberikan surat izin untuk pulang kepada komandannya. Meskipun dia sedang libur namun ada baiknya jika dia memberikan pemberitahuan kepada atasannya sebelum pergi ke Jakarta...
"kok lama ya?" gumam Cecil yang sedang duduk di kursi depan kantor
Cecil melihat sekelilingnya, terlihat beberapa prajurit yang sedang ber olahraga di sekitar sini karena memang ini masih pagi. Mereka berdua sengaja memilih penerbangan pagi-pagi sekali karena ingin sampai di Jakarta saat masih siang dan bisa langsung menuju kantor di sana...
"Bisa saja saat kembali ke sini statusku sudah berubah jadi Nyonya Abraham" gumam Cecil karena bisa saja hal itu terjadi karena Aham ingin mempercepat pernikahannya, apalagi akhir-akhir ini Alvin sangat nekat mendekati Cecil
"Maaf lama ya yang?" tanya Aham yang sudah berdiri di depan Cecil
"eh, nggak kok" jawab Cecil lalu berdiri
Mereka di antar oleh teman-temannya untuk menuju ke bandara, Ada Bima , Tino , Riko dan Titi yang mengantar mereka ke sana...
"Cil cepetan balik ya, gue nggak mau di barak sendirian. nggak ada yang ngomel-ngomel dan bangunin gue nantinya" ucap Titi seraya memeluk Cecil
"siap" jawab Cecil
"kakak-kakak tolong jagain sahabatku yang nyebelin ini ya, kalau nakal kunci aja pintu baraknya dari luar" ucap Cecil sambil tertawa
"siap, laksanakan kalau itu mah" jawab Tino cepat
"hmm, lo semangat banget kalau ngerjain ci Titi. jangan-jangan....." ucap Riko
"Apaan sih lo!" potong Tino ketus
Tak lama Aham dan Bima kembali ke arah mereka duduk, mereka baru saja membeli minuman di salah satu supermarket di sana...
Flight mereka di tunda 1 jam , sebenarnya mereka tadi sudah berangkat 1 jam lebih awal karena takut telat. namun karena di tunda lagi 1 jam alhasil mereka harus menunggu 2 jam, untung saja ada para sahabat mereka yang menemani jadi tidak merasa canggung...
"ini minumnya yang" ucap Aham kepada Cecil
"makasih yang" jawab Cecil
mereka sudah terbiasa dengan panggilan tersebut, namun para sahabatnya merasa geli dengan apa yang mereka katakan...
"ya ampun pendengaran ku tercemar dengan panggilan-panggilan orang bucin" ucap Titi seraya menutup kupingnya
"lo jadi alay gini ham?" tanya Riko
__ADS_1
"iya nih si aham bucin akut" timpal Tino
"Kalau nggak gitu katanya nggak sayang bro" ucap Aham membuat Cecil melotot
"Kapan aku bilang?" tanya Cecil kepada Aham
"Haduh salah lagi ini" batin Aham melihat reaksi Cecil
"Haa?" tanya Aham, dia pura-pura tidak mendengar apa yang di tanyakan oleh Cecil
"Jangan pura-pura nggak denger" ucap Cecil kepada Aham
"Habis lo ham" ledek Bima
sedangkan teman-temannya yang lain tertawa melihat raut wajah Aham yang panik seketika...
"kapan aku bilang gitu?" tanya Cecil kepada Aham, sekarang Aham bagaikan tersangka yang harus menjawab setiap pertanyaan dari penyidik
"kamu nggak bilang sayanggg..." ucap Aham seraya mengelus puncak kepala Cecil
"terus siapa yang bilang?" tanya Cecil menyelidiki
"hayo lo siapa yang bilang?" ejek Riko
Aham hanya bisa menggaruk-garuk tengkuknya karena sudah kehabisan alasan jika menghadapi Cecil yang seperti wartawan baginya...
"Bima yang bilang" ucap Aham tiba-tiba
"kenapa kak Bima?" tanya Cecil
"Bima sering cerita kalau kamu ngeluh dengan sikapku yang cuek ke kamu sebelumnya" jawab Aham setelah dia berhasil mengingat jika Bima pernah bercerita dengannya tentang hal itu
Cecil berganti menatap ke arah Bima yang sedang tersenyum takut ke arahnya, bagaimana bisa Bima membocorkan rahasianya kepada Aham...
"kak Bima?" panggil Cecil
perbincangan mereka terpotong oleh announcement di bandara tersebut, tak terasa mereka sudah menunggu lama di sana dan akhirnya Aham dan Cecil berangkat juga ke Jakarta...
di dalam pesawat mereka duduk bersebelahan, Cecil tampak mengantuk namun berusaha tetap terjaga...
"udah tidur aja sini yang, nanti aku bangunin" ucap Aham sembari menepuk pundaknya mengisyaratkan agar cecil paham
"nggak, nggak papa kok yang" jawab Cecil ya kekeh menemani Aham yang tidak tidur
namun baru 5 menit dia bicara tiba-tiba tubuhnya ambruk ke sisi Aham karena saking ngantuk nya, Aham hanya tersenyum melihat Cecil yang tidur pulas berbantal kan bahunya...
"hmmm. tadi dibilangin ngeyel, dasar" ucap Aham sambil menjepit hidung Cecil gemas
hal itu membuat Cecil menggeliat karena risih pastinya, namun anehnya dia tetap terlelap karena saking ngantuk nya...
beberapa jam perjalanan yang mereka tempuh, akhirnya mereka sampai juga di Jakarta. saat akan turun dari pesawat, aham berusaha membangunkan cecil karena memang Cecil terkenal akan susah dibangunkan...
"hei yang bangun, udah sampai" ucap Aham sambil menepuk pelan pipi Cecil
"haa hmm" dehem Cecil
"hei bangun, ayo turun. nanti tidurnya lanjut lagi di rumah yaa" ucap Aham berusaha menggendong Cecil namun karena tempatnya yang terlalu sempit karena mereka memilih bangku ekonomi, apalagi posisi Cecil yang berada di samping jalan tengah pas malah menyulitkan Aham...
"5 menit lagi ma" jawab Cecil yang masih saja memejamkan mata
"hei, aku bukan mama mu!" gumam Aham
dengan ide jahilnya, Aham merencanakan sesuatu yang pasti membuat Cecil terbangun
"Untuk yang bernama Cecillia silahkan menghadap komandan di kantornya" bisik Aham namun dengan nada suara yang tegas
__ADS_1
hal itu benar-benar membuat Cecil bangun dari tidurnya
"Siap komandan" jawab Cecil
saking kagetnya kepalanya sampai kepentok bangku yang ada di depannya, hal itu membuat Cecil mengaduh kesakitan...
dia menengok ke kanan dan ke kiri, terlihat Aham yang sedang tertawa lepas.
"sengaja ya?!" ucap Cecil sebal
"lagian kamu di bangunin nggak bangun-bangun yang" jawab Aham
"yaudah yuk turun, penumpangnya udah hampir turun semua tuh" ucap Aham sambil melihat sekeliling karena hanya tersisa penumpang di bagian belakang yang masih mengantri menuju pintu keluar
Cecil berdiri sambil sempoyongan karena rasa kantuknya yang tak kunjung hilang, dengan sigap aham menggandeng tangan Cecil dan membantunya berjalan agar tidak terjatuh...
Cecil sengaja memakai kacamata hitam punya aham agar tidak terlihat matanya yang masih terus saja ingin di pejamkan sedari tadi...
karena perlakuan spesial yang diberikan Aham kepada cceil membuat banyak pasang mata yang melihat keromantisan mereka berdua saat itu...
kru dari pesawat tersebut juga berbisik dengan tekannya masing-masing saat melihat sosok Aham yang lewat di depannya....
"ih itu kapten TNI itu kan"
"iya yang masuk tv kemarin kan" Aham sempat masuk tv karena prestasi yang di raihnya
"wah ternyata aslinya lebih ganteng ya"
"tapi itu sama siapa ya?"
"mungkin itu kali yang ada di Ig nya"
"lah emang dia upload foto cewek?"
"wah ketinggalan lo"
begitulah kalimat-kalimat yang di lontarkan oleh para kru pesawat yang melihat Aham dan Cecil ...
"banyak ya fans nya?" sindir Cecil
"kalau kamu mau ambil aja" ucap Aham santai
"itu bukan barang -_- , masak iya ambil fans orang" jawab Cecil menahan jengkel karena ada-ada saja yang dikatakan oleh Aham
"hmm akhirnya" gumam Aham saat sudah turun dari pesawat dan melihat pemandangan sekeliling
......................
mereka berjalan menuju gate kepulangan tempat sopir mereka yang sudah menunggu di sana....
kali ini Cecil diminta untuk duduk di troli koper sedangkan aham yang mendorongnya
.
.
.
.
.
.
maaf ya karena updatenya telat, beberapa hari ini author lagi sibuk PP dari Kediri ke Malang buat ambilin barang dari rumah ke kosan karena mau siap-siap tinggal di kos lagi...
__ADS_1
apalagi tugas author yang bejibun bikin pusing sekaleee...
happy watching 🥰🥰