TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PIKIRAN TINO


__ADS_3

"apa syaratnya? pakai ada syarat-syarat an segala sih mas"


"jangan di mati in telfon nya ya sayang, biar aku juga bisa tidur" jawab Aham


"hmm tadi aja bilangnya aku yang nggak bisa tidur tanpa kamu, tenyata kamu yang nggak bisa tidur tanpa aku" ucap Cecil


"nggak ada yang di peluk sayang" jawab Aham


"kan di kamar banyak guling mas" kata Cecil


"tapi beda sayang, masak kamu mau di sama in sama guling?" tanya Aham


"hmm nggak lah. yaudah kalau gitu aku pindah kamar dulu ya, biar nggak ganggu mama tidur" ucap Cecil


"hehe gitu dong sayang" ucap Aham


"gitu aja baru seneng" jawab Cecil


"eh yang, kamu pindah sendiri?" tanya Aham


"jangan pindah sendiri ya, pindah nya ajakin Titi sekalian" pinta Aham


"siap bapak" jawab Cecil sembari tersenyum


"yaudah aku matiin dulu ya telepon nya, nanti kalau udah pindah aku telepon lagi" ucap Cecil


"jangan di matiin sayang, biar aku bisa lihat kamu pindah" ucap Aham


"iya iya" jawab Cecil


......................


Cecil yang duduk tidak jauh dari Titi langsung berjalan menuju tempat Titi, dia ingin mengajak Titi pindah ke kamar sebelah agar tidak menganggu para orang tua tidur...


"eh ti, pindah kamar yuk" ajak Cecil


"kenapa cil? lo kesempitan?" tanya Titi


"nggak gitu, ini si bayi gede minta sleep call kalau disini takut ganggu mama" jawab Cecil sembari menunjukkan handphone nya ke arah Titi


"hmm ada-ada aja kak aham, ternyata kak aham yang nggak bisa tidur haha" ucap Titi


"yaudah mau pindah di kamar mana cil?" sambung Titi bertanya


"kamar samping ini aja yuk, tadi juga udah dibersihkan kok sama mama .kan awalnya kita mau disuruh tidur disitu" jawab Cecil


"yaudah ayo deh, ini kak Tino juga belum matiin video call dari tadi" ucap Titi


"emang dimana kak Tino? kok gelap gitu?" tanya Cecil


"biasalah cowok lagi main PS jadi handphone nya ditinggal gitu aja, terus buat apa coba telepon tadi" jawab Titi dengan nada kesalnya


"sayang, aku denger loh" sahut Tino diseberang

__ADS_1


"emang sengaja" jawab Titi


"*nih lo main in, gue udah capek main" .......


suara Tino terdengar sedang berbicara dengan temannya yang lain


"udah sayang, udah nggak main lagi" ucap Tino*


"okay" jawab Titi


"cuek banget sih" ucap Tino


"udah berantemnya nanti dulu ya, ini dari tadi nggak jadi-jadi pindahnya" sahut Cecil


mereka berdua pindah menuju kamar sebelah dengan pelan supaya tidak ada yang terbangun karena mereka berdua...


mereka berdua melihat dan memastikan terlebih dahulu bahwa di dalam kamar tersebut tidak ada orang...


"hmm akhirnya bisa rebahan" ucap Cecil


namun belum juga melangkahkan kaki menuju tempat tidur, Aham mengingatkan Cecil


"yang kunci langsung aja pintunya" ucap Aham


"iya mas" jawab Cecil langsung mengunci pintu


"oh iya letak kamar kalian sama kamar cewek itu jauh nggak?" tanya Aham


"yaudah kalian hati-hati ya, udah yuk tidur" ucap Aham


"ini yakin mau sleep call?" tanya Cecil lagi


"iyaa sayang, masak kamu tega kalau suami mu ini nggak bisa tidur?" tanya Aham


" ya nggak gitu mas, yaudah yuk tidur" ucap Cecil


"ti jangan tidur malam-malam, besok kita harus kerjain berkas menumpuk" ucap Cecil kepada Titi


"siap Bu" jawab Titi


dalam hitungan menit Aham dan Cecil sudah tertidur dengan keadaan handphone yang masih menyala, sedangkan Titi dan Tino masih asyik mengobrol. Agar tidak menganggu tidur Cecil , Titi memilih untuk duduk di sofa yang letaknya sedikit jauh dari tempat tidur...


"besok aku jemput pagi-pagi ya, kita sarapan di luar aja besok sama Cecil Aham. Aku tadi udah bilang ke Aham" ucap Tino


"besok kakak jemput di depan aja, nggak usah masuk ke dalam. takutnya ada hal yang tidak di inginkan lagi" ucap Titi


"aduh duh ada yang cemburu" goda Tino


"ih nggak lucu kak" jawab Titi


"iya iya sayang, besok aku jemput di depan ya. oh ya kamu tadi udah makan malam?" tanya Tino


"boro-boro mau makan malam kak, udah nggak mood gara-gara si fia deketin mama nya kak Aham. jadi semua pada naik ke atas deh ke kamar masing-masing, aku nggak habis pikir lo sama mama kak Bima kok bisa kenal sama si fia itu" ucap Titi mengeluarkan unek-unek nya

__ADS_1


"yang" panggil Tino


"iya kenapa?" tanya Titi


"aku sayang banget sama kamu" ucap Tino


"kenapa tiba-tiba bilang gitu?" tanya Titi


"nggak apa-apa, cuma aku sayang banget sama kamu. aku cinta banget sama kamu" imbuh Tino


"dih buaya" jawab Titi


"masak ngomong sayang ke pacar sendiri di katain buaya sih"


"lagian aneh banget kakak ih, kan kakak mantan buaya" jawab Titi me ralat


"udah mantan kan, bukan buaya lagi" jawab Tino


"iya bukan buaya lagi" ucap Titi


"kamu tidur gih udah malam ini" ucap Tino


"iya kak, ini juga mau tidur" jawab Titi


"yaudah sampai ketemu besok pagi ya.. nice dream sayang" ucap Tino sembari tersenyum


"nice dream too kak" jawab Titi


Titi mematikan telepon dari Tino, mereka berdua memang tidak pernah melakukan sleep call seperti yang dilakukan oleh Cecil dan Aham...


Titi langsung lelap dalam tidurnya karena sedari tadi ia menahan kantuk yang amat sangat, namun sebelum tidur dia mengecek pintu dan jendela kamar terlebih dahulu apakah sudah terkunci dengan baik setelah itu barulah dia tidur...


disisi lain, Tino yang selesai video call dengan Titi langsung menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu agar Pikirannya tenang . kali ini dia mengkhawatirkan suatu hal...


"pikiran negatif apa ini Ya Allah" gumam Tino setelah selesai wudhu, dia kembali lagi ke dalam barak kemudian memilih untuk memejamkan matanya


namun pikiran tentang hal itu masih menyelimuti otaknya...


"kenapa sih tiba-tiba negatif thinking kayak gini, gue yakin Titi bilang kayak tadi khawatir karena dia sama Bima juga udah temenan lama" batin Tino


"harusnya gue nggak ada pikiran kayak gini ke dia, gue harus bisa bikin dia lupa semua hal yang berhubungan sama Bima. gue harus Bima menggantikan tempat Bima yang sebelumnya ada di hati dia"


saat sedang diam dalam lamunannya, Bima dan Riko yang selesai jaga mengagetkan Tino yang dari tadi di panggil tidak merespon...


"no" panggil Riko sembari menepuk pundak Tino


"ha apa" tanya Tino yang kaget


"gue kira lo tidur sambil melek" ucap Bima sembari tertawa


"eh itu si bos ngapain tidur disini?" tanya Bima yang melihat Aham tidur di barak


"nggak bisa tidur di rumah katanya" jawab Tino

__ADS_1


__ADS_2