
"gue akan berusaha buat Titi bahagia lagi, buat Titi senyum lagi kayak dulu. meskipun gue harus berusaha hapus Bima dari hati Titi, tapi itu tantangan buat gue kan kalau gue bisa hapus Bima nantinya gue bakal jadi satu-satunya orang yang bertahta disana. gue nggak pengen lihat dia nangis lagi untuk kesekian kalinya cuma gara-gara suka sama seseorang, kali ini biarin gue yang berjuang buat dapetin dia" sambung Tino mantap
"gue percaya sama lo no, lo pasti tepati semua janji lo karena lo nggak pernah ingkar janji. tapi apa lo nggak ngerasa kalau Bima bersikap aneh saat tau lo lamar si Titi?" tanya Riko
"gue tau, siapa yang nggak menyadari sikap Bima yang tiba-tiba begitu sih no. tapi kita nggak bisa menyimpulkan kalau sikap Bima kayak gitu gara-gara gue lamar Titi, lo inget kan se marah apa Bima saat ditanya dia suka sama Titi nggak? dan lo masih inget saat dia bilang nggak suka sama Titi? gue tau ko kalau cinta itu datangnya pasti di akhir penyesalan, tapi apa yang dilakuin Bima? bukannya dia menyesali perbuatannya dan bicara baik-baik ke Titi, yang dilakukan dia malah sebaliknya ko. dia terus-menerus buat Titi sakit hati dengan memamerkan kedekatannya dengan cewek lain" jawab Tino
"kalaupun sekarang dia menyesal, itu sudah terlambat, karena gue nggak akan melepaskan Titi sampai Titi sendiri yang minta pisah dari gue. meskipun Titi minta pisah dari gue, gue nggak akan biarin Bima nyakitin Titi untuk kesekian kalinya" lanjutnya
"gue paham no, apapun keputusan kalian semoga itu yang terbaik. kita juga doa kan biar Bima cepet dapet gantinya. Aamiin" ucap Riko
"gue juga doa in biar lo cepet dapet pasangan, ntar pas lamaran gue terus lo masih solo kan kasihan dilihatin banyak orang hahaha" jawab Tino
"Lo nggak usah gitu no, kita lihat aja bentar lagi gue bakalan dapet cewek. nanti gue salip duluan baru tau rasa lo" ucap Riko
"hahaha gue doa in yang terbaik buat Lo" kata Tino sembari berjalan kembali menuju dapur
"kayaknya harus menerapkan sarannya anak-anak nih, nggak sabar hari minggu" gumam Riko mengingat saran adik-adiknya untuk mencari pacar saat olahraga
saat sedang asyik dengan lamunannya tiba-tiba Riko dikagetkan dengan suara klakson mobil yang tak lain adalah mobil Aham dan Cecil...
Riko yang kaget seketika berteriak
"Woi" teriak Riko
"ih kasihan kak Riko mas" ucap Cecil yang ada di dalam mobil bersama dengan Aham
"nggak papa, sesekali. dia melamun terus nanti kalau kesurupan kan kita juga yang susah" jawab Aham
setelah sadar siapa yang meng klakson dirinya dan ini masih di lingkungan asrama, Riko akhirnya memberikan hormat kepada Aham yang sudah membuka kaca mobilnya dan karena Aham menghentikan mobilnya tepat di samping Riko...
"pagi Ndan" ucap Riko
"pagi, udah nggak usah formal gitu" ucap Aham
Riko sejenak tidak menjawab karena sedang memperhatikan adik-adik letting nya yang sedang lari pagi dan mengarah ke arah mereka...
__ADS_1
"Selamat pagi Ndan" sapa adik-adik tersebut kepada Aham
"pagi" jawab Aham
"ada adik-adik lo pe*k, kan gue harus memberi contoh yang baik kepada adik-adik. kalau gue panggil lo biasa aja pasti udah lo suruh push up" ucap Riko
"hahaha peka juga lo, gue pagi ini belum nyuruh orang push up. kayaknya nggak ada yang ngelanggar peraturan nih" jawab Aham
"g*la juga ini suami lo cil, baru kemarin gue dihukum dan hukuman gue belum selesai lo. dia udah gatel aja mau hukum orang lain" ucap Riko hanya disambut tawa kecil oleh Cecil
"Lo itu ngapain ngelamun di sini?" tanya Aham
"makan angin ham" jawab Riko
"ngadi-ngadi lo ya" ucap Aham
"lo nggak lihat gue lagi lamunin masa depan?" tanya Riko
"mana masa depan lo nggak kelihatan?" tanya Aham balik
"lo itu bisa nggak sih nggak kaget-kagetin gue, buyar deh lamunan gue" protes Riko membuat Cecil tertawa
"lagi lamunin jodoh gue, tapi gara-gara suami lo itu jadi buyar deh" jawab Riko
"ya maaf ko, lagian gue takut lo kesurupan ngelamun sendiri an. masih jam setengah 6 lagi masih gelap ini, kalau lo yang kesurupan kasihan anak-anak" ucap Aham
"lah kenapa jadi kasihan nya ke anak-anak bukan ke gue?" tanya Riko
"nanti kalau setannya minta di panggilin pacar lo, kasihan anak-anak mau manggil siapa. bener nggak?" tanya Aham sembari tertawa
"untung lo kapten disini ham, kalau enggak udah gue ajak adu tinju lo" ucap Riko
"loh meskipun gue kapten lo kan masih bisa ajak gue adu tinju" jawab Aham
"masalahnya ham, gue kalau adu tinju sama lo bisa kalah telak. udah kalah kekuatan, kalah mental, kalah supporter juga" ucap Riko
__ADS_1
"siapa yang mau dukung gue kalau musuh gue kapten Abraham yang banyak fans nya mulai dari adik-adik SMA sampai janda-janda" sambung Riko sembari tertawa
"jangan mulai ngadi-ngadi deh lo" ucap Aham
"hahaha bercanda ham, udah sana lo balik ganggu aja" jawab Riko
"baru kali ini kapten pasukannya di usir" ucap Aham sambil tertawa
"jangan kebanyakan melamun lo" sambung Aham mengingatkan
Aham menjalankan mobilnya menuju rumah dinasnya, karena di samping rumah dinas sudah ada parkiran akhirnya ia memarkirkan disana karena lebih memudahkan saat akan kemana-mana...
setelah sampai, ia dan Cecil bergegas turun. pagi ini Cecil tidak memasak karena mereka sudah membeli sayur dan lauk nya sekaligus...
Tingg...
bunyi dering handphone Cecil
"siapa yang pagi-pagi?" tanya Aham yang berjalan di belakang Cecil membawa banyak belanjaan
"nggak tau ini mas, masuk rumah dulu aja" jawab Cecil ,Aham hanya mengangguk
setelah selesai menaruh semua belanjaan, Cecil segera bersiap untuk mandi dan menyiapkan pakaian yang akan ia pakai sedangkan pakaian Aham sudah di siapkan kemarin malam...
karena hari ini ada pertemuan untuk ibu-ibu Persit, akhirnya Cecil meminta izin untuk telat datang ke sekolah. karena ini adalah pertemuan ibu Persit kali kedua untuknya, sebelumnya dia juga mengikuti pertemuan yang di adakan satu bulan sekali...
berhubung dia sembari magang, jadi dia tidak banyak mengikuti kegiatan dengan ibu-ibu yang lain. Mungkin hanya saat hari libur saja dia akan ikut senam bersama maupun olah raga yang lain, namun mulai satu Minggu ini Aham sudah melarang Cecil untuk mengikuti olahraga berat karena ia tahu sang istri sangat suka bermain bulutangkis...
setelah selesai mandi, Cecil yang berniat untuk mengambil pakaian nya yang masih dilipat di lemari pun kaget karena ternyata Aham sudah menyiapkan untuk nya ...
"mas?" tanya Cecil sembari menunjuk pakaian yang sudah berada di atas tempat tidur
"kenapa sayang?" tanya Aham lembut
"makasih" ucap Cecil sembari mencium pipi Aham
__ADS_1
"sama sama sayang" jawab Aham mengecup kening Cecil
setelah selesai bersiap, mereka memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke aula pertemuan. pertemuan ini sebenarnya sengaja di jadwalkan oleh Aham untuk beberapa kompi yang ada di bawah tanggungjawab nya selama disini, pertemuan ini menyangkut adanya mahasiswi yang akan melaksanakan LDK dan dimulai pada hari ini ...