TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
KEINGINAN AHAM


__ADS_3

Cecil dan Aham yang memperhatikan pun merasa heran, kenapa mereka dari tadi menjadi canggung kembali seperti sebelumnya. bahkan jika dibilang seperti sebelumnya tidak juga, karena Titi dan Tino dari dulu seperti tikus dan kucing yang tidak mau mengalah satu sama lain...


"kalian ini dari tadi barengan terus ambilnya" ucap Aham sembari tertawa


berhubung bakso Cecil dan Aham sudah habis, Cecil sengaja mengajak Aham keluar terlebih dahulu dan meninggalkan Titi dan Tino disana...


"mas, udah?" tanya Cecil


"udah sayang" jawab Aham


"kak, ti kita berdua duluan ya. Aku pengen jalan-jalan di luar, nanti kalau kalian udah selesai tunggu di mobil aja" pinta Cecil


"eh cil ini mau selesai kok" ucap Titi


"udah santai aja makannya, aku mau jalan berdua sama kak Aham aja. jadi kalian jangan ganggu ya" jawab Cecil agar tidak mencari alasan lain untuk ikut dengannya


"yaudah mas bayar dulu ya" ucap Aham kepada Cecil yang


"iyaa mas" jawab Cecil


"biar aku aja ham yang bayar" ucap Tino


"sekarang aku yang bayar, besok-besok kalau makan bareng lagi gantian" jawab Aham


dia kemudian berjalan menuju penjual bakso tersebut, sedangkan Cecil baru menyusul Aham setelah mengambil tas nya...


"duluan ya" ucap Aham


"siap" jawab Tino


Aham dan Cecil berjalan meninggalkan penjual bakso tersebut, mereka berjalan menuju sebuah pasar yang menjual makanan tak jauh dari sana...


"mas" ucap Cecil


"kenapa sayang?" tanya Aham


"kamu sama kak Tino kalau pakai bahasa aku kamu jadi aneh" ucap Cecil


"ya gimana sayang, kan aku sama dia masih pakai seragam sekarang kalau pakai bahasa lo gue


malah nggak enak kalau di dengar orang lain" jawab Aham


Cecil hanya mengangguk-angguk kan kepala mendengar penjelasan dari Aham...


setelah sampai di pasar, Aham menuruti semua permintaan Cecil terkecuali yang dilarang oleh dokter. Alhasil banyak sekali yang diminta oleh Cecil, namun Aham membelikan semuanya...


disisi lain Titi dan Tino yang sengaja ditinggal oleh Aham dan Cecil di tukang bakso menjadi sedikit canggung karena Titi yang biasanya selalu ceria mendadak menjadi pendiam...


"udah nggak usah di pikirkan yang tadi" ucap Tino membuka pembicaraan membuat Titi menghentikan makannya

__ADS_1


"wajar-wajar aja kok kalau kamu marah karena aku nggak ngertiin kamu" sambungnya


"maaf kak kalau aku kekanakan" jawab Titi


"nggak sayang, cuma aku aja yang belum memahami sisi lain dari kamu. udah jangan jadi canggung kayak gini, aku nggak betah tau kalau kamu kayak gini ke aku" ucap Tino sembari mencubit hidung Titi


"ih sakit kak, tangan kakak kotor lagi" ucap Titi sembari melepaskan tangan Tino dari hidungnya


"nah gitu dong ngomel-ngomel, kangen tau kalau nggak dengar omelan mu sehari aja" kata Tino sembari tersenyum ke arah Titi


"ih jahil banget" jawab Titi sembari mencubit pinggang Tino


"kalau nggak gitu kamu nggak bersuara sayang" ucap Tino sembari tertawa


"udah sekarang lanjutin makannya, habis ini kamu mau kemana aku antar" sambungnya


"siap bos" jawab Titi sembari tersenyum


setelah menyelesaikan makannya mereka berdua memilih untuk menyusul Aham dan Cecil yang sedang berada di pasar...


"kamu mau beli apa kok ikutan Aham sama Cecil ke pasar?" tanya Tino


"mau belanja sayuran buat besok" jawab Titi


"kenapa nggak belanja besok pagi aja sama aku kayak biasanya?" tanya Tino kembali


"aku nginap di penginapan mama nanti" ucap Titi


"iyaa" jawab Titi enteng


"kapan balik ke asrama?"


"kalau mama udah berangkat" jawab Titi


"lama dong" ucap Tino sembari cemberut


"tapi yang, 3 hari lagi aku berangkat lo masak kamu nggak mau tinggal di asrama?" tanya Tino


"ya nanti sebelum kakak berangkat aku udah balik ke asrama" jawab Titi


"okelah kalau begitu"


mereka bertemu dengan Aham dan Cecil di tukang sayur sesuai kesepakatan mereka...


"ti mau masak apa?" tanya Cecil


"mama mama request apa kemarin cil, aku lupa juga" jawab Titi


"emm apa ya, kayaknya cuma minta ada sayur bayam sama ikan asin deh" jawab Cecil

__ADS_1


"yaudah belanja itu aja" ucap Titi


"yang" panggil Aham kepada Cecil


"kenapa mas?" tanya Cecil


"kok kamu belanja in buat mama?" tanya Aham


"kan belanja buat bareng-bareng" jawab Titi


"kenapa harus bareng-bareng?" tanya Aham lagi


"bentar-bentar jangan bilang kalau kamu mau nginep di sana lagi" sambung Aham menduga-duga


Cecil hanya menjawab dengan senyuman


"no sayang, aku semalam aja nggak bisa tidur gara-gara kamu nggak ada di samping aku. terus sekarang kamu mau nginap lagi, besok aku ada acara penting loh yang" tutur Aham jujur kepada Cecil


"tapi mama mas yang minta aku nginap disana" jawab Cecil


"mama lagi mama lagi, udah nanti biar mas aja yang bicara sama mama" ucap Aham


"sekarang kamu belanja apa yang mau kamu masak di asrama" sambungnya


akhirnya Cecil menuruti kata Aham, dia berbelanja untuk keperluan rumahnya sendiri dan membelanjakan keperluan mama mama nya...


setelah belanja mereka kembali ke tempat dimana mobil mereka terparkir, awalnya mereka ingin mampir terlebih dahulu ke penginapan namun karena Aham takut Cecil akan menginap akhirnya dia melajukan mobilnya menuju asrama...


"Halah ham ham gitu aja nggak bisa tidur, nanti lo di perbatasan masak mau bawa Cecil di ransel lo?" ejek Tino yang duduk di samping Aham


"ya baju nya Cecil gue bawa lagi" jawab Aham


"apaan sih mas" ucap Cecil menepuk bahu Aham


"emang bener cil, kemarin dia ke barak aja tetep nggak bisa tidur terus pulang ke rumah balik lagi ke barak. tau nggak apa yang dia bawa pas balik ke barak?" ucap Tino


"apa kak?" tanya Cecil


"mukena lo dibawa sama Aham, tidur di peluk" jawab Tino


"gue takutnya kalau dia ileran, terus mukena lo kena air liur nya" sambung Tino


"enak aja, gue nggak ileran kayak lo. tanya aja sama Cecil kalau nggak percaya" jawab Aham


"hahaha canda kali ham" ucap Tino


"emang ada ya mas yang tidurnya sampai ileran atau mendengkur gitu?" tanya Cecil


"Ada lah yang, apalagi kalau habis latihan atau ada kegiatan lama gitu. Di barak udah kayak diesel pasar malam" jawab Aham

__ADS_1


"yang lain ke ganggu dong" ucap Cecil


"ya keganggu, apalagi ini suami lo itu orangnya yang bener-bener harus hening kalau dia mau tidur. jadi tiap habis latihan dia sengaja siapin matras ditaruh di ruang tv barak, nanti dia tidur disitu" jawab Tino


__ADS_2