TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
HALLO DEK


__ADS_3

"nggak papa sayang, malah lebih seger ini aja. ayam nya buat besok-besok aja, agak bosen soalnya makan ayam" ucap Aham


"siap bos" jawab Cecil


setelah semuanya masak, mereka berdua makan bersama seperti biasnya. Karena hari ini Cecil tidak ke sekolah, jadi Aham langsung pergi ke aula batalyon untuk mengikuti pembekalan...


setelah Aham berangkat, Cecil mulai membereskan apa saja yang berantakan di rumahnya itu. mengingat ia baru kembali kemarin dan belum sempat bersih-bersih, untung saja Aham tidak membuat kekacauan pada dapur miliknya...


Setelah selesai membersihkan semuanya Cecil merasa bosan di rumah sendirian, dia juga tipikal orang yang malas keluar rumah akhirnya ia meminta Titi untuk datang ke rumahnya...


Ia merasa ribet jika harus keluar rumah dengan pakaian rapi padahal hanya menyeberang saja, karena rumahnya berada di sisi lapangan jadi mau tidak mau dia harus memakai baju rapi di jam-jam dinas seperti ini jika ingin keluar. apalagi Cecil tipikal ibu-ibu ber daster...


setelah menunggu beberapa menit Titi sampai juga di rumahnya, ia memakai pakaian rapi namun tetap membawa baju ganti karena akan sangat gerah jika harus memakai baju itu...


"ribet ya cil kalau rumahnya depan lapangan" ucap Titi


"iya ti, pengen deh rasanya pindah ke agak belakangan aja tapi gimana lagi kebagian nya disini" jawab Cecil


"iya apalagi gue menghadap lapangan langsung, kalau nggak ke sekolah udah kayak orang nyepi aja gue" ucap Titi


"kok bisa ti?" tanya Cecil


"ya bisa, seharian mengurung diri di dalam rumah" jawab Titi


"hahaha bisa aja lo" jawab Cecil


"hmm, kok lo masih bisa ketawa sih cil" ucap Titi yang memang dari tadi tidak tertawa sama sekali


"emang kenapa?" tanya Cecil heran


"kan bentar lagi kak Aham bakalan berangkat ke perbatasan" ucap Titi


"kan emang tugas mereka gitu, jangan tunjukkin muka sedihnya nanti mereka disana kepikiran malah fokus mereka nggak ke tugas" ucap Cecil


"tau nggak ti, pas pengajuan kemarin ditanyain soal kesiapan di tinggal sama pasangan kita siap nggak dan saat itu gue jawab siap. Mungkin kalau gue jawab nggak siap, gue sekarang bukan Ny Cecillia Abraham hahaha" sambung Cecil sembari tertawa


"kalau lo jawab nggak siap, yang ada kak Aham udah bawa senapan di belakang lo" ucap Titi

__ADS_1


"ya gue udah nyiapin mental sih cil buat nggak ketemu kak Tino beberapa bulan ke depan"


"nanti kalau nggak ada kak Tino sama kak Aham, kita berangkat sama pulangnya di antar jemput siapa dong cil?" tanya Titi kepada Cecil


"bawa mobil sendiri ti, kan mobilnya di tinggalin nggak di bawa kesana" jawab Cecil


"tapi kan lo nggak boleh nyetir mobil" ucap Titi


"kan emang bukan gue yang nyetir, lo kan bisa nyetir ti" jawab Cecil


"hmm ya ya ya"


"hahaha kayak terpaksa gitu" ucap Cecil


"ya gimana ya biasanya kemana-mana lo yang nyetirin, eh sekarang gue gantinya" jawab Titi


"kalau mau gue yang nyetir sih juga nggak papa, kita gantian aja" ucap Cecil


"nggak usah ngadi-ngadi lo, bisa di sidang gue sama kak Aham kalau lo ketahuan nyetir sendiri" jawab Titi membuat Cecil tertawa


"eh cil gue mau tanya deh" ucap Titi


"gue habis lihat video yang lagi rame, banyak yang gugur di daerah konflik cil. gue jadi takut kalau nantinya terjadi apa-apa sama kak Tino, apa kita sebagai pasangannya bisa larang dia buat nggak berangkat cil?" tanya Titi


"Lo pasti udah tahu kan gue bakal jawab apa, dan jawabannya itu tidak ti. Sekarang ya negara ini pilihan pertama mereka buat mereka jaga, baru kita dipilih jadi yang kedua. di ibaratkan aja negara ini istri tua nya dan kita istri muda nya, kalau istri muda nya sedang baik-baik saja dan ada masalah yang melibatkan istri tua pasti dia berangkat buat ada di sisi nya" jawab Cecil


"pasti lo udah pernah lihat kan prajurit-prajurit yang ninggalin istrinya buat satgas saat istrinya hamil, bahkan ada yang baru balik setelah istrinya melahirkan dan ada juga yang anaknya sampai nggak kenal sama papa nya sendiri. kita nggak bisa menghindari hal itu ti" sambungnya


"iya sih cil, tapi gue takut terjadi apa-apa sama kak Tino. apalagi ini pertama kalinya gue di seriusin orang terus ditinggal tugas gini" ucap Titi


"ini juga pertama kalinya buat gue kali, kan dulu-dulu waktu kak Aham satgas udah enggak sama gue" jawab Cecil


"posisi gue juga lagi hamil sekarang, awalnya gue juga mikirin hal yang nggak-nggak nantinya sampai overthinking dan bahkan beberapa hari gue insomnia. tapi kak Aham selalu nge yakin in gue buat mikirin hal-hal yang positif, karena pikiran positif istri bisa tembus ke suaminya" jelas Cecil


"kalau udah suami istri mah bisa ada ikatan batin, la gue sama kak Tino masak mau di ikat pakai tali rafia?" tanya Titi


"B*d* banget punya temen, makanya cepet-cepet di ikat tali pernikahan. di ikat tali rafia mah bisa digunting" jawab Cecil

__ADS_1


"eh cil, tanya lagi" ucap Titi


"tanya apa aja gue jawab asalkan bukan soal pelajaran" jawab Cecil


"hahaha bukan kok"


"di perbatasan ada puskesmas apa nggak fasilitas kesehatan gitu?" tanya Titi


"ya pastinya ada lah" jawab Cecil


Titi membuang nafas kasar membuat Cecil menengok ke arahnya


"kenapa?" tanya Cecil


"gue takut kalau kak Tino ke goda sama mbak-mbak baju putih disana" jawab Titi


"mbak Kun?" tanya Cecil


"tukang suntik" jawab Titi kesal


"hei dibilang jangan negatif thinking mulu, lama-lama gue ruqyah juga lo ti" ucap Cecil


"Lo tau sendiri kan kalau pasangan kita itu pastinya alumni •hallo dek• , meskipun mereka mengelak tapi pasti pernah walaupun cuma sekali dua kali. Jadi kalau misal mereka berulah lagi ya kita bisa menerapkan sistem •hallo juga kak• kan? Mayan itu DM DM belum pada ke balas" jawab Cecil


"lagi-lagi kena gibah kita no" ucap Aham yang datang dari arah belakang membuat Cecil dan Titi yang sedang menonton televisi menengok


"siapa tadi yang mau bales-bales DM •hallo juga kak• ?" tanya Aham


"siapa itu cuma perumpamaan" jawab Cecil


"terus alumni •hallo dek• nya siapa?" tanya Tino


"kalian berdua lah" jawab Cecil dan Titi bersamaan


"pinjam handphone yang" ucap Aham kepada Cecil


Cecil langsung memberikan handphone kepada Aham

__ADS_1


"aku juga pinjam handphone kamu yang" pinta Tino kepada Titi


__ADS_2