TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PERTEMUAN KELUARGA


__ADS_3

ucapan itu membuat otak cecil seperti berhenti untuk berpikir, bahkan aham sudah membuat aturan-aturan yang tidak dibenarkan dalam hubungan suami istri. namun mau bagaimana lagi, mereka sama-sama menerima perjodohan ini hanya demi orang tua mereka


"kenapa kakak menerima perjodohan ini kalau niat kakak ingin menyakiti orang lain? kita bisa sama-sama menolak kalau kakak mau" jawab cecil


"kamu pikir aku nggak pernah nolak"


aham meminum minumannya kembali, kemudian menerima telepon dari seseorang. sepertinya itu adalah komandannya karena dia menggunakan kata hormat sebelum dan sesudah menerima telepon tersebut..


setelah selesai dengan teleponnya, tanpa permisi aham berlalu pergi meninggalkan Cecil yang masih berpikir dengan apa yang aham ucapkan tadi


"baiklah jika itu mau mu kak, aku akan menerima semuanya" batin cecil saat melihat punggung aham yang semakin jauh dari tempatnya duduk


`tapi apa aku sanggup tetap mencintai seseorang walaupun aku tau cinta itu bertepuk sebelah tangan` -fitrianislestari


karena minumannya baru datang, Cecil memilih untuk tetap di cafe itu dan menghubungi dua sahabatnya untuk datang kesini


___Whatsapp Rempong Grup___


Cecillia : gaes, sini dong di cafe aestetic


Titian : lah katanya lo sama kak aham


Nitcika : Tadi aja mau ikut nggak boleh


Cecillia : orangnya udah pulang, sinilah... gue sendiri mau curhat juga nihh q


Titian : otw


Nitcika : meluncur


_________________________________________


setelah menunggu kurang lebih 20 menit akhirnya teman-temannya sampai juga


"kalian udah pesen?" tanya cecil


"udah" jawab titi


"jadi gimana kalian tadi?" tanya cika


Cecil menceritakan semuanya yang dikatakan oleh aham kepada kedua sahabatnya itu...


"hah kok bisa dia bilang gitu?" tanya cika tak menyangka


"ini belum terlambat cil buat lo nolak semua ini" ucap titi


"aku tetep lanjut, aku nggak mau ngecewain orangtuaku. kak Aham juga udah bilang kalau dia lanjut, jadi aku nggak ada alasan buat nolak" jawab cecil


"emang kapan kalian tunangan?" tanya titi


"aku sendiri nggak tau, mama tadi chat aku katanya sore nanti ada makan malam sama keluarganya kak aham dan aku harus ikut" jawab cecil


"yaudah lah cil, ikut aja kemauan orang tua lo. kalau ada apa-apa jangan sungkan-sungkan bilang ke kita yaa" ucap cika sambil memeluk cecil


"kalian baikkk.... banget" ucap cecil


mereka melanjutkan perbincangan dari topik berat sampe ringan, sampai membuat mereka lupa akan waktu. mereka selalu betah berjam-jam di cafe jika sedang bersama-sama....


tak terasa jam sudah pukul 2.00 siang, terhitung sudah 3 jam mereka berkumpul dari jam 11.00 siang...


"gue mulai bosen nih" ucap cika


"yaudah yuk belanja" jawab cecil

__ADS_1


"kemana?" tanya titi


"emm mall gimana?" ucap cika


"gass lahh" jawab titi dan cecil


akhirnya mereka memilih untuk jalan-jalan di salah satu mall terbesar di Jakarta. mereka mengendarai mobil masing-masing menuju mall yang dituju


"kita mau belanja apa nih?" tanya cecil


"gimana kalau belanja baju buat lo nanti makan malam" ucap cika


"haa buat apa? bajuku banyak cika..." jawab cecil


"nggak ada salahnya juga kan cil" ucap titi


"aku kemarin aja udah beli baju banyak dan belum ke pakai semua nya" ucap Cecil


"udah nurut aja"


Cecil hanya menurut apa kata sahabatnya itu, mereka berdua memilihkan beberapa baju yang sesuai dengan selera fashion yang dimiliki oleh cecil...


pilihan mereka tertuju pada beberapa baju yang akhirnya dibeli semua oleh cecil...


"gaes, udah jam 4 nih. ke food court yuk" ajak cecil


"lo yakin makan lagi?" tanya titi


"aku pingin es krim" jawab cecil


"nggak takut gendut lo? biasanya orang banyak pikiran itu cenderung nggak makan. lah ini malah banyak makan" ucap Cika


"gue kalau lagi stress malah laper terus bawaannya" jawab Cecil


Cecil membawa belanjaannya dibantu oleh teman-temannya. mereka berkeliling di food court dan membeli beberapa camilan sebelum pulang ke rumah masing-masing


sesampainya di rumah, Cecil sudah di sambut oleh kedua orangtuanya. lagi-lagi mereka mengingatkan untuk pertemuan nanti malam


"siap-siap buat nanti malam ya ci, mama kamu tau anak penurut" ucap mama nada


"ya ma"


"oh ya ci, nanti aham juga ikut. kalian bisa coba untuk saling dekat nanti" ucap papa dana di angguki oleh Cecil


waktu yang ditunggu pun sudah datang, mereka kini sudah sampai di restoran tempat janjian mereka. cecil memakai pakaian yang dipilihkan oleh para sahabatnya



mereka bertiga berjalan menuju meja yang sudah dipesan oleh keluarga Gautama, tampak papa tama dan mama isma di sana namun cecil tidak melihat keberadaan aham..


"eh udah dateng" ucap mama isma


Cecil dan mama papanya tersenyum kemudian duduk di depan mereka


"maaf ya tam kami telat, jalanan macet banget" ucap papa dana


"tidak papa kok dan, si aham juga belum sampek katanya dia nyusul" ucap papa tama


"coba mama telepon dahulu pa" ucap mama isma kepada papa tama, kemudian mama isma pergi ke tempat yang tidak terlalu berisik untuk menelfon aham


"pasti dia tidak datang" batin cecil


_________telephon aham__________

__ADS_1


"ham kamu di mana, kok belum sampe?"


"maaf ma, aku tidak bisa dateng"


"loh kamu kan udah janji"


"aku ada sift ma, udah kalian atur aja semuanya"


"bukanya kamu udah selesai sift, ini udah jam 6 lebih ham"


kemudian aham menutup telfonnya


__________________________________


"haduh gimana ini" gumam mama isma sambil berjalan menuju meja mereka


mama isma duduk kembali ke kursinya


"gimana ma?" tanya papa tama


"aham tidak bisa datang pa, katanya masih ada sift. semuanya suruh kira-kira yang handle." jawab mama isma


"udah tidak papa tam, kami ngerti kok. profesi aham juga tidak main-main" ucap papa dana


"tetapi saya jadi tidak enak, soalnya pertemuan malam ini kan penentuan tanggal tunangannya sama biar Cecil sama aham lebih dekat. eh malah ahamnya tidak datang" ucap mama isma


"udah jeng, santai aja. lagian ini kan masih penentuan tanggalnya belum hari h " jawab mama nada sambil tersenyum


disisi lain cecil hanya mendengarkan sambil sesekali tersenyum, dia bingung akan merespon seperti apa...


"sudah kuduga, pasti kak aham tidak akan datang ke acara makan malam ini. bagaimana jika saat pertunangan nanti dia melakukan hal yang sama" batinnya


setelah berbincang-bincang, akhirnya mereka memutuskan untuk segera melangsungkan acara pertunangan. acara tersebut akan berlangsung minggu depan saat cecil dan aham tidak ada kesibukan...


disepanjang perjalanan pulang, cecil terus berdoa semoga jalan yang sudah dipilihnya kali ini memang yang terbaik...


................


karena pertunangan mereka akan berlangsung seminggu lagi, persiapan demi persiapan sudah mulai dilakukan oleh kedua orang tua mereka. mereka tampak antusias namun berbeda dengan cecil yang masih ragu dan aham yang terlihat acuh akan pertunangan...


hari berganti hari, mereka masih melakukan aktivitas seperti biasa. sejak pertemuan mereka di cafe, mereka sama sekali belum pernah bertemu lagi. saat pertemuan keluarga pun saat ada cecil, aham tidak ada dan kebalikannya...


mereka tidak pernah berkomunikasi meskipun sama-sama memiliki nomor telepon satu sama lain. orang tua mereka sudah berusaha untuk mempertemukan keduanya namun hasilnya nihil. jangankan bertemu dengan orang diluar rumah, saat di rumah pun mereka terlihat sibuk dengan urusan mereka sendiri..


pada akhirnya kedua orang tua itu pasrah dengan apa yang terjadi, dan memilih untuk mengikuti alur dari sang pencipta...


................


................


................


................


................


................


................


................


mohon dukungannya yaa 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2