
"iya ti masak mama mau bohong sama kamu, gimana kamu udah jawab lamaran nak Tino?" tanya mama Titi
"sudah ma, aku terima lamaran kak Tino ma. mama doakan ya semoga keputusanku kali ini benar" jawab Titi
"mama akan selalu doakan yang terbaik buat kamu nak" ucap mama Titi
"baiklah kalau begitu, mama mau bersiap dulu. nanti kamu ikut nak Tino jemput kami ya kalau bisa" pinta mama Titi
"baik ma" jawab Titi
"yasudah lanjutkan aktifitas kamu ya, sampai ketemu nanti"
"sampai ketemu nanti ma" jawab Titi
setelah mama Titi menutup teleponnya, Titi bergegas untuk kembali ke dapur melanjutkan acara memasaknya
"pertama, kak Tino yang bilang kalau udah kenal sama keluarga ku sejak SMA terus ini tadi tiba-tiba mama bilang kalau mama kak Tino udah dateng ke rumah. ini apasih sebenarnya yang nggak aku tahu, kenapa semuanya udah saling kenal tapi aku nggak tahu sama sekali" gumam Titi
"tadi mama minta aku ikut kak Tino saat ke bandara, apa aku chat kak Tino aja yaa?" ucapnya berpikir
"ih tapi kak Tino aja nggak chat aku sama sekali masak aku harus chat kak Tino duluan" gumamnya
"nunggu in kak Tino aja deh", sambungnya
disisi lain, Tino yang sudah kembali ke barak setelah berbelanja dengan Titi kini tengah asyik memasak...
kali ini dia sangat bersemangat memasak untuk teman-teman satu baraknya dibantu oleh Riko, Bima dan yang lainnya...
"Bang tumben kali beli bahan makanan sebanyak ini? kami tadi titip nya cuma sedikit" tanya salah satu adik nya
"nggak papa dik, Abang lagi syukuran hari ini" ucap Tino
"dalam rangka apa nih no?" tanya Riko
"yang pertama, nanti mama gue udah sampai disini bareng sama calon mertua gue. yang kedua, lamaran gue diterima sama pujaan hati gue" jawab Tino
mendengar ucapan Tino membuat semuanya bersorak ikut bahagia, mereka ikut senang dengan kabar baik yang disampaikan oleh Tino. Namun berbeda dengan Bima yang nyatanya sudah mengetahui siapa orang yang disebut pujaan hati oleh Tino...
saat sedang lari pagi, Bima tidak sengaja melihat Tino dan Titi berjalan bersama sepulang dari pasar dengan bergandengan tangan hal itu membuat Bima bertanya-tanya apa hubungan antara mereka berdua. namun ternyata dugaannya benar, jika pujaan hati yang disebut-sebut oleh Tino adalah Titi. karena Bima tahu Tino bukan tipe orang yang akan jalan dengan orang lain saat mempunyai hubungan dengan seseorang...
"sebenarnya siapa sih no cewek lo itu, lo belum kasih tau ke kita-kita lo" ucap Riko
"iya nih bang, Abang belum kasih tau siapa cewek Abang" ucap adik nya
"kalian tahu siapa dia kok, nanti dia bakal ikut gue jemput mama di bandara" jawab Tino
__ADS_1
"haduh teka teki lagi nih" celetuk Riko
Bima hanya diam saja mendengarkan cerita teman-temannya, dia lebih fokus membersihkan ayam yang dibeli oleh Tino...
"makanya sabar, tunggu nanti dulu kalau mau ketemu" jawab Tino
"Saya tadi tidak sengaja lihat Abang belanja sama cewek, apa itu bang?" tanya salah satu adik nya yang ikut lari bersama Bima
"Iya" jawab Tino singkat
"siapa dek yang sama Tino?" tanya Riko yang masih saja kepo
"ada lah bang, bang Tino saja belum ngaku. tunggu bang Tino bilang sendiri dulu yaa" ucap nya sembari tertawa
"hmm cs nya Tino nih" jawab Riko
mereka kembali fokus memasak, namun saat Tino akan mengupas bawang merah tiba-tiba ada telepon masuk di handphone nya ...
Tingg
Tingg
"handphone lo tu no" ucap Riko
"calon istri apaan, mama gue ini" ucap Tino memperlihatkan nama sang penelepon kepada teman-temannya
Telepon....
"Assalamualaikum ma" ucap Tino
"Wa'alaikummussalam nak"
"gimana ma?" tanya Tino
"Tino nanti mama sama Tante kan sampai mungkin sedikit terlambat karena pesawat nya delay, ini tadi dapat informasi" ucap mama Tino
"terus bagaimana ma?" tanya Tino
"kamu jemput mama jam 7 malam saja ya, kayaknya ini mundur satu jam dari jadwal" jelas mama Tino
"baik ma"
"oh iya satu lagi, nanti kamu jemput kami barengan ya. ajak Titi juga, jangan jemput sendirian" ucap mama Tino
"baik ma"
__ADS_1
"yasudah kalau begitu mama tutup dulu teleponnya"
"mama hati-hati, salam buat Tante juga" ucap Tino
"iya nak"
mama Tino menutup teleponnya. setelah selesai telepon dengan mama nya, pandangan Tino beralih kepada teman-temannya...
"kalian kenapa lihatin gue kayak gitu?" tanya Tino yang belum sadar
"kak kami dengar percakapan kakak dengan mama kakak" jawab salah satu adiknya
"terus?" tanya Tino yang masih belum sadar
"no, lo sama Titi ya?" tanya Riko
"ha?" ucap Tino bingung
"udah nggak usah di sembunyikan, tadi mama lo bilang kan kalau lo disuruh jemput mereka di bandara dan lo disuruh ajak Titi sekalian buat ikut" ucap Riko
"ya gue sama Titi, Titi udah terima lamaran gue tadi pagi" ucap Tino
"mohon maaf kak sebelumnya, bukannya kak Titi suka sama bang Bima?" tanya salah satu adiknya
Tino menghela nafas panjang dan melihat ke arah Bima yang masih saja fokus mencuci ayamnya tanpa menghiraukan perkataan adik-adiknya...
"gue tau kalau Titi suka sama Bima, tapi itu dulu" jawab Tino santai
sebenarnya banyak yang ingin dia katakan mengenai kebenaran perasaan Titi kepada semua orang agar tidak salah paham menganggap Titi mengejar-ngejar Bima dan lain sebagainya. namun saat ini dia hanya bisa memendam untuk menutupi aib dari Bima, karena kenyataannya Bima yang harusnya disalahkan karena dia tidak pernah menyangkal jika Titi memiliki perasaan kepadanya...
"no, ayo ikut gue bentar. ada yang mau gue omongin" ucap Riko mengajak Tino keluar barak
Tino hanya ikut saja karena mungkin ini saatnya dimana dia harus mengungkapkan yang sebenarnya kepada Riko...
"ada apa ko?" tanya Tino saat sudah sampai di taman samping barak
"no, apa bener lo sama Titi?" tanya Riko
"iya no, sesuai yang Lo denger sendiri tadi" ucap Tino
"no, lo tau kan kalau Titi pernah suka sama Bima?" tanya Riko
"iya ko, dia hanya pernah suka bukan masih suka sama Bima. gue udah memastikan sendiri ko, gue udah memendam perasaan ke dia selama bertahun-tahun. saat gue tahu dia suka sama Bima, gue berusaha terima kenyataan dan berharap mereka akan hidup bahagia tapi apa yang Bima lakukan malah sebaliknya." jawab Tino
"gue akan berusaha buat Titi bahagia lagi, buat Titi senyum lagi kayak dulu. meskipun gue harus berusaha hapus Bima dari hati Titi, tapi itu tantangan buat gue kan kalau gue bisa hapus Bima nantinya gue bakal jadi satu-satunya orang yang bertahta disana. gue nggak pengen lihat dia nangis lagi untuk kesekian kalinya cuma gara-gara suka sama seseorang, kali ini biarin gue yang berjuang buat dapetin dia" sambung Tino mantap
__ADS_1