
"yang lain ke ganggu dong" ucap Cecil
"ya keganggu, apalagi ini suami lo itu orangnya yang bener-bener harus hening kalau dia mau tidur. jadi tiap habis latihan dia sengaja siapin matras ditaruh di ruang tv barak, nanti dia tidur disitu" jawab Tino
"alah lo juga ikut gabung gitu" ucap Aham karena memang Tino ikut pindah tidur bersama dengannya
"lah kalau kalian berdua di ruang tv, terus kak Bima sama kak Riko?" tanya Cecil
"mereka mah kebo sayang, dimana-mana bisa tidur dengan nyenyak" jawab Aham
"bener, Bima sama Riko kalau udah tidur kayak nggak punya telinga. Dibangunin macam mana pun teriakan nggak akan bangun dia apalagi si Bima, cuma ada satu cara yang bisa buat dia bangun" ucap Tino menambahkan
"gimana kak?" tanya Titi yang juga penasaran
"dia kan selalu tidur di kolong tempat tidur, yang buat jalan itu. biasanya kalau mau bangunin tu sengaja anak-anak pada kumpulin sepatu yang habis pakai, di taruh sekitar Bima. barulah kalau ke cium bau nggak enak dia bangun, dia peka nya sama bau-bau memang" jawab Tino
"hahaha iya bener, kak Bima kalau di rumah ya sukanya tidur. Tapi kalau mami masak makanan wangi gitu bau nya, tiba-tiba dia udah bangun aja tanpa di panggil. Jadi cara bangunin kak Bima ya lewat bau-bau an" ucap Cecil
"terus kalau kak Riko?" tanya Titi lagi
"kalau Riko mah di cipratin air udah bangun dia"jawab Tino
"pokoknya kalau mau bangunin mereka berdua itu harus 2 jam sebelum kegiatan, kalau nggak gitu udah di hukum se barak" ucap Aham menambahkan
sesampainya di asrama mereka langsung menuju tempat masing-masing...
Cecil dan Aham masuk ke dalam rumahnya, berhubung masih siang Cecil memilih untuk langsung membersihkan diri dan berniat untuk tidur. ia sengaja tidak memasak karena tadi juga membeli lauk untuk nanti makan
"mau tidur yang?" tanya Aham yang melihat Cecil sudah berbaring di tempat tidur
"iya mas, capek banget rasanya" jawab Cecil
"yaudah tidur gih, kamu juga nggak teratur tidurnya tadi malam. oh iya jam 2 mas ada latihan, jadi nanti kalau bangun jangan bingung cariin mas ya" ucap Aham sekalian berpamitan
"iya mas, karena sekarang masih jam 1 temenin aku sampai tidur dulu ya" pinta Cecil
"siap sayang" jawab Aham
__ADS_1
Aham mengelus jidat Cecil kayaknya berusaha menidurkan anak kecil yang susah tidur, namun hal itu memang mujarab membuat Cecil tertidur dengan pulas...
tepat jam 2 kurang 15 menit baru lah Aham keluar dari rumah untuk latihan, sebelumnya ia menuju tempat anggotanya berkumpul...
seperti biasa mereka akan lari keliling asrama dahulu sebelum melakukan latihan untuk perenggangan otot lainnya...
sebenarnya lari keliling asrama adalah hal yang paling tidak disukai oleh Cecil, karena Aham akan membuka baju nya atau biasa disebut berte*anjang da*a...
melihat semua anggotanya berte*anjang da*a, Aham berpikir dua kali untuk melepas pakaiannya atau tidak. namun untuk kekompakan akhirnya ia memilih untuk berte*anjang da*a seperti rekannya yang lainnya, dia hanya berharap Cecil tidak terbangun dan melihatnya...
bukan tanpa alasan Cecil marah karena saat mereka semua berlari pasti ada teman salah satu anak prajurit yang sengaja bermain di asrama di jam-jam para prajurit lari, entah apa yang ingin mereka lihat namun mereka selalu standby di tempat itu sampai semua prajurit selesai lari...
bahkan ada yang berani mengikuti lari mereka atau bahkan mengajak mereka berkenalan, salah satunya yang menjadi korban adalah Aham. ia pernah di ikuti sampai ke rumah, dan beberapa hari kemudian anak itu bermain ke rumah mereka untuk bertemu dengan Aham namun karena Aham dinas luar alhasil anak itu bertemu dengan Cecil...
flashback on....
"Assalamualaikum" ucapnya sembari mengetuk pintu
"wa'alaikummussalam sebentar" sahut Cecil dari dalam
"Mau cari siapa ya dek?" tanya Cecil sopan karena mungkin dia anak salah satu prajurit karena bisa sampai disini
"masuk dulu silahkan" ucap Cecil mempersilahkan
anak itu masuk ke dalam rumah dan duduk...
"mau cari siapa?" tanya Cecil lagi
"kak Aham nya ada kak?" tanya anak itu
"hah kak?" batinnya
karena biasanya orang-orang yang berada di asrama memanggil dengan sebutan 'Om' meskipun belum menikah...
"oh Mas Aham nya lagi dinas keluar, ada perlu apa ya?" tanya Cecil lagi
"oh begitu ya, sampaikan aja sama kakaknya ya kalau saya mau ketemu" ucap anak itu yang mengira kalau Cecil adalah adik dari Aham
__ADS_1
"maaf tapi ada keperluan apa? dan nama adek siapa? " tanya Cecil
"ada hal penting kak, aku Silvi" jawabnya
"oh ya ya, adek tinggal di rumah nomor berapa?" tanya Cecil lagi
"aku nggak tinggal disini kak papa ku bukan prajurit, aku dari kota xxx" jawaban itu membuat Cecil melongo, pasalnya ia jauh-jauh dari kota itu hanya untuk bertemu dengan Aham
"oh ya? adek bisa kenal mas Aham darimana?" tanya Cecil seperti sedang mengintrogasi
"aku sering main kesini kak, aku ada teman disini. aku tahu kak Aham saat lari sore, dan aku tahu namanya dari temanku" jawabnya santai
"yaudah kalau gitu aku pamit ya kak" sambungnya kemudian menyelonong pulang begitu saja
flashback off....
setelah itu Aham lah yang menjadi sasaran interogasi kedua Cecil...
karena rumah Aham berada di depan dan mereka berkeliling dari belakang maka rumah Aham termasuk jalan terakhir yang akan di lewati oleh mereka, Aham sedikit tenang meningkat Cecil tadi sedang tidur dan ia yakin tidurnya pulas...
namun saat sudah dekat dengan rumahnya, ia melihat seorang wanita tengah menyiram bunga di halaman. dan anggota lainnya pun menyapa wanita tersebut...
"siang Bu" ucap semuanya
Aham yang terfokus pada larinya kaget saat yang lain menyapa dengan sebutan 'Bu'
"hah Bu siapa yang mereka sapa" batin Aham
Aham menoleh ke Aham seseorang yang di sapa oleh anggota lainnya...
"selamat siang" jawab wanita tersebut
"mampus" gumamnya
ya yang di sapa oleh anggota lainnya Cecillia yang dipikir Aham sedang tidur lelap, lain hal nya setelah Aham pergi latihan Cecil malah terbangun karena haus namun setelahnya ia tak bisa tidur kembali...
akhirnya ia memilih untuk menyirami tanaman yang sehari an kemarin ia tinggalkan menginap, karena melihat tanamannya sedikit kering akhirnya ia menyiram semuanya satu persatu...
__ADS_1