
"maaf ya sayang, mama sama mami lagi nostalgia tadi sampe lupa kalau kesini nganterin kamu" ucap mama Cecil
"jadi kalian berdua udah makan?" tanya Cecil
"hehehe udah sayang" jawab Mama Bima
"ihh tapi aku pengen makan Korean food" ucap Cecil
"yaudah kalau gitu ayo ke restoran Korea nya, Titi iku yaa" ajak mama Cecil
"iyaa ti ikut ya, kamu chat papa mu kalau nanti di anter Cecil" ucap Cecil
"iyaa" jawab Titi pasrah karena meskipun dia menolak sekeras mungkin akan tetap dipaksa oleh Cecil
Akhirnya setelah menghubungi papa nya, Titi ikut pergi bersama Cecil dan mama nya...
Disepanjang perjalanan mama Cecil dan mama Bima sibuk berbincang berdua sedangkan Cecil dan Titi yang duduk di belakang berbincang masalah sidang mendatang...
Mama Bima belum mengajak bicara Titi karena tampaknya Titi takut dengannya, meskipun berhadap-hadapan Titi tidak menatap mata mama Bima...
Sesampainya di parkiran restoran, mama Cecil mengambil kursi roda untuk Cecil karena anak semata wayangnya itu tampak kelelahan...
"duduk sini sayang" ucap mama Cecil
"aduh mama, Cecil nggak papa" ucap Cecil
"udah pas hamil harus ikut kata mama ya, kalau kamu jalan terus kaki mu pegal gimana? Mau nya cuma dipijit sama Aham kan sekarang Aham nya belum pulang jadi mending duduk di kursi roda aja, lagian mama juga nggak dorong kamu kok. Jalan sendiri kan ada tombolnya itu" ucap mama Cecil yang memang cerewet sedari dulu
"iya iya ma, duduk ini" jawab Cecil
__ADS_1
Mama Cecil dan Cecil berjalan terlebih dahulu di depan sedangkan Titi dan mama bima belakangan...
"ayo ti" ajak mama Bima
"i-iyaa Tante" jawab Titi gugup
Mereka berdua berjalan di sepanjang lorong restoran tanpa berbicara sedikitpun, hingga makanan dihidangkan mama Bima belum menyinggung masalah hubungan anaknya dan Titi...
melihat mama Bima yang seperti ingin menyampaikan sesuatu kepada Titi secara empat mata, mama Cecil dan Cecil yang memang sangat peka bun berniat untuk memberi ruang kepada mereka berdua...
"emm ma, aku pengen ke mall deh" ucap Cecil tiba-tiba
"sekarang sayang?" tanya mama Cecil pura-pura
"iyaa ma, di sebelah aja" jawab Cecil
"tapi mami sama Titi belum selesai makan sayang" ucap mama Cecil
"okedeh" jawab Titi
"nggak papa sayang" jawab mama Bima
"mbak, Titi kami pergi sebentar ya tunggu disini aja tapi kalau kami kelamaan susulin kesana nanti saya kasih tau tempatnya" ucap mama Cecil yang sudah beranjak dari tempat duduknya
setelah Cecil dan mamanya pergi ke mall tinggallah Titi dan mama Bima berdua disana...
Mereka sama-sama canggung untuk memulai percakapan, namun akhirnya mama Bima membuka percakapan terlebih dahulu...
"Titi" panggil mama Bima
__ADS_1
"i-iya Tante" jawab Titi
"jangan takut atau sungkan sama saya ya, saya jadi bingung mau ngajak ngomongnya" ucap mama bima jujur
"maaf Tante"
"ehhh jangan minta maaf kan nggak ada salah apa-apa " ucap mama bima
Titi hanya mengangguk ringan...
"Titi, saya sudah mendengar niat anak saya untuk meminta kamu. Sebagai orang tua saya mendukung penuh keputusan anak saya, namun saya juga perlu tanyakan ke kamu terlebih dahulu bagaimana perasaan kamu terhadap anak saya dan juga bagaimana impian kedua orangtua mu?" tanya mama Bima
"soal hal itu kalau saya boleh jujur Tante, saya sudah mengagumi kak Bima sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama karena saya sering bermain dengan Cecil dan kak Bima selalu mengikuti kemana Cecil pergi. Sebelum saya kembali ke Jakarta, kak bima menyatakan perasaan kepada saya namun saya belum memberi jawaban. saya hanya menjawab jika ingin serius dengan saya, maka temui orangtua saya." ucap Titi
"Mengenai persetujuan kedua orangtua saya, sama hal nya seperti Tante yang mendukung segala keputusan anaknya. Orangtua saya khawatir jika anaknya dijadikan sebagai mainan lagi, maka dari itu siapapun itu harus meminta izin kepada orangtua saya. Mungkin orangtua saya akan lebih protektif lagi terhadap saya, dan menentang adanya pertunangan beliau berkata kalau memang mau sama saya langsung menikah saja" sambung Titi
"maaf Tante kalau saya lancang menjelaskan seperti itu, kegagalan dalam pertunangan saya ini membuat saya trauma"
"maaf ya kalau mama buat kamu sedih lagi" ucap mama Bima
"sebenarnya saya juga berfikir demikian, mengingat umur kalian sekarang membuat saya tidak ingin menunda-nunda jika benar jodohnya ya langsung menikah saja" sambung mama bima
"Titi, kalau saya dan papa bima berkunjung ke rumah apakah boleh?" tanya mama Bima
"bo-boleh Tante" jawab Titi
mereka berdua bertukar nomor telepon untuk janjian pertemuan nanti...
"kalau begitu bagaimana kalau lusa saya kesana? apakah ada orang?" tanya mama Bima
__ADS_1
"Karena papa saya kerja, mungkin di jam makan malam saja Tante" jawab Titi
"okay, nanti mama kabari ya" ucap mama Bima di angguki oleh Titi