
"yaudah kalau gitu baca bukunya dilanjut besok ya, nanti kamu malah pusing lagi" ucap Aham meraih buku yang ada di tangan Cecil kemudian ditaruhnya di nakas
"mas baringan sini" pinta Cecil
Aham menuruti perkataan Cecil dengan sukarela
"kenapa sayang?" tanya Aham sembari merangkul Cecil agar kepalanya bersandar pada bahu nya
"nggak papa, cuma pengen deket sama mas aja" ucap Cecil
"kapan pun kamu minta mas ada di samping kamu, mas akan usahakan temani kamu terkecuali kalau mas ada tugas " jawab Aham sambil senyum
"iya mas aku paham" ucap Cecil
"emm mas, aku boleh minta sesuatu nggak?" tanya Cecil
"minta apa sayang? kamu ngidam makan apa? mumpung masih jam segini" tanya Aham
"nggak pengen makan apa-apa kok mas, cuma..." jawab Cecil
"cuma apa sayang?" tanya Aham lagi
"aku pengen mas buka baju" pinta Cecil malu-malu
"buka baju?" tanya Aham bingung
"kan kamu masih pusing yang, nggak papa nih?" tanya Aham yang malah membuat Cecil bingung
"apa nya yang nggak papa mas? kan aku pusing nggak ada hubungannya sama kamu buka baju, lagian aku udah mendingan kok" jawab Cecil yang masih saja bingung
setelah menyadari apa yang dipikirkan oleh Aham, Cecil reflek menepuk pundak Aham
"mas ini mikir aneh-aneh ya pasti, siapa juga yang minta itu" ucap Cecil
"itu apa sayang?" tanya Aham usil
"ih pakai tanya lagi" gumam Cecil
"la terus kamu minta aku buka baju kenapa sayang kalau bukan itu?" tanya Aham
"pengen peluk mas, tapi mas nggak usah pakai baju. Baby pengen dipeluk papa nya nggak pakai baju" ucap Cecil
"yang minta baby kecil di dalam sini atau baby besar ini?" tanya Aham sembari mengelus perut Cecil yang sudah terlihat sedikit membuncit kemudian mencubit pipi Cecil
"baby anak kamu lah" ucap Cecil gugup
"kalau kamu yang minta juga nggak papa kok sayang" ucap Aham usil
__ADS_1
"yang, tapi peluk aja ya jangan aneh-aneh" ucap Aham
"iya mas, peluk aja kok" jawab Cecil
akhirnya Aham menuruti permintaan Cecil, sebenarnya ia was-was karena takut jika Cecil lebih dari memeluk dirinya karena Cecil suka mengendus aroma tubuh Aham saat melakukan hal itu...
setelah melepas baju atasannya, Aham membaringkan tubuh di sebelah Cecil. tanpa aba-aba Cecil langsung memeluk tubuh Aham
"udah ya, sekarang tidur" pinta Aham
mereka berdua memejamkan mata karena sama-sama mengantuk, namun di tengah kantuknya Cecil terbangun lagi karena haus sedangkan Aham sudah terlelap dalam tidurnya...
Cecil melepaskan tangan Aham yang memeluknya setelah beranjak untuk mengambil minum, Cecil kembali berbaring dan memeluk Aham kembali...
setelah minum malah rasa kantuk yang ada di dirinya tadi seketika menghilang, entah mengapa ia tidak bisa tidur lagi..
pikiran jahil mulai menyelimuti otak Cecil, karena sudah beberapa hari ini dia tidak menggoda Aham. maka hari ini lah saatnya ia akan beraksi kembali ...
tangan Cecil mulai meraba tubuh six pack Aham, dan dengan sengaja pula ia menyentuh leher Aham yang merupakan daerah sensitif bagi Aham...
Aham yang mulai tersadar jika ada tangan nakal di tubuhnya mau tidak mau membuka mata walaupun berat...
"yang" ucap Aham dalam setengah tidurnya
"kenapa mas?" tanya Cecil pura-pura tidak mengerti
bukannya menuruti kata-kata Aham, setelah Aham tertidur lagi Cecil malah melancarkan aksinya untuk kesekian kalinya...
alhasil Aham yang tidak tahan langsung membalik posisi Cecil yang awalnya berada di sampingnya kini dia berada dalam kungkungan Aham...
"mas ngapain ih" ucap Cecil panik
"kan mas udah bilang sayang, kamu nggak dengerin sih" jawab Aham
"kamu harus tanggungjawab sekarang" sambungnya
Aham mulai menci*mi Cecil untuk membalas perbuatan Cecil kepadanya tadi...
akhirnya setelah beberapa hari tidak bersatu, malam ini mereka menyatukan diri kembali...
......................
keesokan harinya, Aham bangun terlebih dahulu karena memang hari ini ada acara penting yang harus ia hadiri bersama dengan anggota lainnya. hari ini adalah hari dimana ia dan pasukan lainnya akan diberikan pembekalan karo 2 hari lagi mereka akan berangkat menuju perbatasan...
"sayang bangun" ucap Aham membangunkan Cecil sembari mengecup dahi Cecil
"emm" jawab Cecil yang tak mau membuka mata
__ADS_1
"sayang, udah pagi" ucap Aham lagi
setelah mendengar itu Cecil langsung membuka matanya dan melihat ke arah Aham yang sudah rapi menggunakan baju loreng nya...
"mas mau kemana?" tanya Cecil yang melihat suami nya sudah rapi sekali
"hari ini kan ada pembekalan sayang, yang aku bilang ke kamu kemarin malam" jawab Aham
"oh iya aku lupa" ucap Cecil
Cecil melihat jam yang ada di dinding, karena ini masih pagi jadi dia masih sempat membuatkan sarapan untuk Aham karena bahan makanan di kulkas masih banyak dan Aham pasti sudah masak nasi...
"udah masak nasi mas?" tanya Cecil
"sudah sayang" jawab Aham
"yaudah aku masakin lauknya ya, kamu harus makan dulu sebelum pergi" ucap Cecil
Cecil langsung beranjak begitu saja tanpa memperhatikan dirinya yang tidak menggunakan pakaian sehelai benang pun...
"ekhm yang" dehem Aham terasa berat karena melihat Cecil
"kenapa mas?" tanya Cecil
"kamu sengaja goda aku ya" ucap Aham menuduh
"goda gimana sih?" tanya Cecil yang tak sadar
"itu" ucap Aham menunjuk tubuh Cecil
"astagaaaaa mas" dia kaget melihat tubuh polosnya
dengan cepat ia mengambil jubah mandi di dalam lemari kemudian menggunakannya, setelahnya ia bergegas keluar untuk membuatkan sarapan untuk Aham...
sementara Aham yang masih di dalam kamar sedang mendinginkan pikirannya agar pikiran tentang tubuh Cecil menghilang, karena hal itu saja bisa membuat dirinya menjadi panas dingin tidak teratur...
setelah dirasa tubuhnya normal kembali, dan sang adik sudah tidur kembali barulah dia menyusul Cecil ke dapur. seperti biasanya ia menjadi penonton saat Cecil sedang memasak, bahkan alasannya bersiap terlebih dahulu sebelum Cecil bangun adalah ia ingin melihat sang istri memasakkan makanan untuknya...
"masak apa sayang?" tanya Aham
"pagi ini masak sayur asem, ikan asin sama sambal dulu ya mas" ucap Cecil
"soalnya ayam nya belum aku marinasi" sambungnya
"nggak papa sayang, malah lebih seger ini aja. ayam nya buat besok-besok aja, agak bosen soalnya makan ayam" ucap Aham
"siap bos" jawab Cecil
__ADS_1
setelah semuanya masak, mereka berdua makan bersama seperti biasnya. Karena hari ini Cecil tidak ke sekolah, jadi Aham langsung pergi ke aula batalyon untuk mengikuti pembekalan...