
"tapi Aham pernah bilang jeng, kalau sekarang Cecil tidurnya peluk jaket yang biasa Aham pakai jadi kalau dia mau nginap pun pasti dia harus bawa jaket itu" sambung mama Aham
"saya kurang yakin jeng kalau Cecil mau, karena dia punya seribu alasan untuk menolak. Seperti yang sudah dia katakan tadi bahwa dia nyaman berada di sana karena di segala ruangan tercium bau Aham" jawab mama Cecil
"kalau begitu kita rubah saja wangi rumah ini dengan wangi khas Tino dan Aham" ucap papa Cecil
"ide bagus pa" ucap mama Cecil
"mama masih ingat parfum apa yang selalu dipakai Cecil?" tanya papa Aham kepada sang istri
"masih dong pa, jangan bilang papa sudah lupa apa yang selalu dipakai anak semata wayang kita. Dia kan nggak pernah berganti parfum dari sekolah dasar dulu, jadi masih banyak stok yang mama belikan dan beberapa juga mama bawa kesini kok" jawab mama Aham
"kemarin sebenernya mau mama kasihkan ke Aham tapi mama lupa karena dia buru-buru pulang" sambungnya
"yaudah kalau begitu aman masalah Aham, lalu bagaimana nak Tino nya jeng?" tanya mama Aham
"kalau Tino sih saya tahu apa saja yang dipakai, jadi aman kok jeng. parfum nya juga mudah di cari di sini, saya pas belanja kemarin sekilas melihat parfum yang sering dipakai Tino" jawab mama Tino
"baiklah kalau begitu kita siapkan kamar untuk Titi dan Cecil, mereka biar kamar sebelah an saja dan yang pasti di lantai satu supaya Cecil tidak kecapekan naik turun tangga" ucap mama Cecil
"baik kita mulai malam ini saja karena besok kita sudah berangkat ke Merauke" ucap papa Aham
Para papa dan mama itu mulai menyiapkan kamar yang akan ditempati anak-anaknya karena mereka berharap Titi dan Cecil bisa tinggal bersama mereka..
setelah hampir satu jam menyiapkan semuanya akhirnya dua kamar yang akan ditempati kedua anak dan menantu mereka sudah siap, barulah mereka bergegas untuk istirahat agar tidak kelelahan besok...
...----------------...
__ADS_1
Disisi lain Cecil dan Titi yang baru sampai asrama pun berjalan menuju rumah
"Cil, kamu nggak mau nginep di tempat ku aja? biar aku juga ada temennya?" tanya Titi
"nggak deh ti, kalau mau kamu aja yang nginep di tempatku" jawab Cecil
"ya udah kalau gitu aku nginep di tempatmu ya, tunggu aku bentar mau ambil barang-barang ku" ucap Titi kemudian masuk ke dalam rumah sedangkan Cecil menunggu sembari duduk di teras
tak berapa lama lewat lah beberapa anggota yang tak lain adalah adik dari suaminya, mereka semua menyapa Cecil
"Selamat malam ibu" ucap mereka bersama
"selamat malam, mau kemana malam-malam begini?" tanya Cecil
"Izin menjawab kami mendapat giliran izin bermalam Bu, jadi kami akan keluar asrama" jawab salah seorang disana
"siap Bu, terimakasih"
mereka kemudian berlalu meninggalkan Cecil yang masih setia menunggu Titi
"Maaf ya cil lama" ucap Titi yang baru saja keluar dari dalam rumah
"kok nggak masuk sih tadi?" tanya Titi
"enak nunggu di luar aja ti, soalnya sambil lihat om om yang dapat ib itu mereka pada semangat banget kayaknya" jawab Cecil
"ya iya lah semangat, kan ada kesempatan buat mereka main keluar, ketemu sama temen-temen yang lain, ketemu pacar, gebetan, selingkuhan, apalagi yang rumahnya dekat bisa pulang ke rumah" ucap Titi
__ADS_1
"hmmm ada-ada aja ini anak, pasti ada masalah lagi ya sama kak Tino sampai curiga kak Tino punya yang lain?" tanya Cecil
"eh kok nangkap nya gitu sih cil, nggak kok. kami bahkan baik-baik saja" jawab Titi
"yakin? kalau ada apa-apa cerita aja siapa tau apa yang kamu lalu i sekarang itu pernah terjadi sama aku dulu sebelum nikah" ucap Cecil
"so pasti akan laporan kepada ibu komandan tercinta yang selalu ada setiap teman baik nan cute nya ini membutuhkan" jawab Titi
"cute dari Hongkong" ucap Cecil
"nak, kamu nanti jangan kayak aunty ini ya" ucap Cecil sembari mengelus perutnya
"lah kok si debay udah di racuni untuk tidak mengikuti sikapku nan lemah lembut, elegan, dan berwibawa ini sih?" tanya Titi
"ya kan cowok ti masak mau tiru sikapnya cewek"
"mereka nanti akan menjadi seperti papa nya yang gagah, perkasa, berwibawa, tampan, pokoknya semua sifat baiknya kak Aham masuk deh" sambung Cecil
"kalau tampan nya sih udah nggak di ragukan lagi, mama nya cantik begini terus papa nya juga ganteng banget lohhh" ucap Titi
"jangan melebih-lebihkan deh nanti kasihan kak Tino tau kamu memuji kak Aham"
"ilih memuji doang masak iya dia cemburu sih, anggap aja karma buat dia yang sering tebar pesona ke cewek-cewek " jawab Titi
"yaudah jalan yuk, kelamaan ngobrol disini malah nggak istirahat nantinya kita" ucap Cecil
"okay deh"
__ADS_1
mereka berdua berjalan menuju rumah dinas Cecil dan Aham