
"bukan gitu ham, gue dari dulu nggak nge dukung Tino buat deket sama Titi. dukungan gue tetep ke Bima tapi Bima malah rela in orang yang dia sayang untuk cowok yang nggak tau diri" ucap Riko
"gue nggak mau tau Bim, Lo harus bikin dia bahagia seperti sebelumnya. entah gimana pandangan orang lain di luar sana yang penting dia sama Lo bisa bahagia lagi", sambungnya
"ko, yang paling penting sekarang adalah kita harus bicara dulu sama Tino, gimana Tino nya. Titi tadi belum memberikan keputusan apapun waktu telfonan sama Nenci, tapi gue yakin kalau dia udah telfonan sama Tino" jawab Bima
"untuk perasaan gue ke dia, semua itu bisa dipikir nanti-nanti ko. gue dulu udah relain dia sama Tino, dan gue juga udah di jodoh in sama cewek lain" sambungnya
Riko menghela nafas, karena ucapan Bima
"terus kapan kita mau bicara sama Tino?" tanya Riko
"kita kasih waktu Tino dulu buat sendiri, gue yakin Titi langsung hubungi dia tadi" ucap Aham
"okelah, gue nurut sama lo Ham"
"lo nggak balik ke mess?" tanya Bima kepada Aham
"ini gue lagi cari sinyal buat telfon Cecil Bim, seharian tadi cuma sempet chat sekali aja" jawab Aham
"oh gitu, yaudah kalau gitu gue balik mess duluan ya. ko lo ikut balik nggak?" tanya Bima
"gue mau ikut Aham cari sinyal aja deh, seharian belum ngabarin my baby honey" jawab Riko
"Halah, lagu lo my baby honey segala" ucap Bima
"hahaha pas ketemu aja manggilnya nama" ejek Aham
"lihat aja nanti kalau udah nikah gue panggil gitu beneran" jawab Riko
"yaudah lah gue mau balik dulu" kata Bima
"Yoi, hati-hati Bim" ucap Riko dan Aham
tak lama setelah menunggu, Aham dan Riko akhirnya mendapatkan sinyal juga. Aham memilih untuk menghubungi Cecil, dan Riko memilih untuk menghubungi orang tua juga calon istrinya
"gue kesana dulu ya ham" pamit Riko ke tempat yang lebih sepi
__ADS_1
"oke hati-hati" jawab Aham
Aham langsung menghubungi Cecil melalui telefon suara karena jika video call maka gambar akan pecah-pecah
in calling Cecillia
"Hallo sayang" ucap Aham
"hallo mas" jawab Cecil
"maaf ya, aku baru bisa hubungi. baru ada sinyal ini tadi" ucap Aham kepada Cecil
"nggak papa mas, ini juga aku lagi di jalan sama papa mama terus ada Titi juga" jawab Cecil
"oh iya? salam in ke papa mama ya yang" pinta Aham
"papa sama mama udah denger kok ham" jawab mama Aham
"hahaha iyaa ma, kalian gimana kabarnya?"
"Alhamdulillah baik ham, kamu disana gimana?" tanya mama Aham balik
"yaudah ngobrol sama Cecil aja, keburu nggak ada jaringan lagi" ucap mama Aham
"iya ma" jawab Aham
"sayang, gimana kabar kamu disana?" tanya Aham
"Alhamdulillah baik mas" jawab Cecil
"baby nya nggak rewel?" tanya Aham lagi
"Alhamdulillah nya enggak mas, kemarin itu sempat mual sedikit tapi pas dibuatkan bubur sama mama udah nggak mual lagi. katanya kamu juga suka bubur itu, mungkin anak kita selera nya kayak kamu deh mas" ucap Cecil
"sekarang tuh, hampir semua makanan yang aku makan sama kayak makanan yang sering kamu beli pas belanja di pasar. kalau nggak aku coba-coba bikin makanannya sendiri" sambungnya
"hahaha selera nya kayak papa nya ya, terus yang kamu kapan pindah ke masyarakat nya?" tanya Aham
__ADS_1
"kemarin dapat pengumuman kalau ditunda beberapa hari lagi, soalnya belum ada kesiapan tempat disana" jawab Cecil
"inget ya, kalau mau apa-apa selalu bilang ya ke aku. jangan lupa laporan hariannya sayang" ucap Aham
"siap mas"
"sayang, aku mau ngomong sama baby dulu. baby sekarang masih ngapain?" tanya Aham
"oh ini tadi aku dengerin musik ke dia, sebentar aku matikan musiknya dulu" jawab Cecil
Cecil mematikan musik yang ada di perutnya, kemudian menempelkan handphone ke perutnya
"sudah mas" ucap Cecil
Aham mulai mengobrol dengan sang anak yang belum terlahir ke dunia
"Assalamualaikum baby twins" ucap Aham
"apa kabar sayang-sayang nya papa?"
"kalian nggak rewel kan?"
"seperti pesan papa sebelumnya, kalian harus jagain mama ya"
"beberapa bulan lagi kita ketemu ya sayang, selama itu kamu jagain mama ya. jangan buat mama kecapekan, nggak nafsu makan, kamu harus nurut sama mama ya"
"papa disini kerja, nanti kita ketemu lagi. bye bye sayang"
"udah sayang" ucap Aham kepada Cecil
"iyaa mas" jawab Cecil
"hemmm jadi kangen sama kalian bertiga" ucap Aham
"nanti sebelum berangkat, kamu periksa dulu ya. apa yang harus kamu bawa, dihindari dan apa aja yang boleh kamu makan bawa aja" ucap Aham
"iya mas, besok rencananya aku juga mau periksa ke dokter lagi soalnya habis perjalanan jauh juga" jawab Cecil
__ADS_1
"yaudah kalau gitu, ini udah mulai putus-putus. aku lanjut dulu ya" ucap aham
belum juga Cecil menjawab, sambungan telepon sudah terputus karena jaringan yang tidak stabil