
ibu-ibu tersebut melihat Cecil yang di gandeng oleh Aham, dengan sangat perhatian Aham menunggu Cecil yang jalannya sangat santai ...
"pasangan yang sangat pas ya" gumam Bu Agus
"iya, pasti orang-orang yang lihat sangat iri karena Bu Abraham cantik dan pak Abraham nya juga ganteng. nggak sabar mau lihat produk mereka nantinya bagaimana" ucap Bu Roni
"Bu Roni serius mau menjodohkan anak ibu nanti dengan anak Bu Abraham?" tanya Bu Agus
"pinginnya sih serius Bu, kan sekalian memperbaiki keturunan tapi yang jadi pertanyaan sekarang cuma satu" jawab Bu Roni
"apa itu Bu?" tanya Bu Doni
"anak mereka nantinya mau nggak sama anak saya? kalau anak saya pasti sangat mau sama anak Bu Abraham" jawab Bu Roni dengan nada pasrahnya
"haha ibu ini ada-ada saja, lagian masih dalam kandungan juga Bu" ucap Bu Agus
"eh Bu, itu suami kita jalan kesini" ucap Bu Doni saat melihat suaminya berjalan bersama pak Agus dan pak Roni
"iya Bu" jawab Bu Roni dan Bu Agus bersamaan
"sudah saatnya upacara ma" ucap pak Doni kepada Bu Doni yang tengah berbincang dengan teman-temannya
"oh iya pa" jawab Bu Doni
mereka ber enam berjalan menuju lapangan upacara, di tengah perjalanan Bu Roni menceritakan keromantisan pak Abraham dan istrinya ..
"pah, papah tau nggak tadi Bu Abraham sama kapten serasi banget lo" ucap Bu Roni
"memang dari dulu kali ma" jawab pak Roni
"ih bukan begitu pah, mereka itu romantis banget jalan digandeng..." ucap Bu Roni terpotong oleh pak Roni
"mama mau di gandeng?" tanya pak Roni
"ya mau lah pah" ucap Bu Roni
"sini" ucap Pak Roni meraih tangan Bu Roni
Bu Roni menyambut tangan suaminya dengan senyum sumringah
"dulu aja kemana-mana di gandeng nggak mau, katanya malu kalau dilihat orang. sekarang udah berumur kemana-mana mau digandeng terus gara-gara lihat pak Aham sama ibu gandengan" batin Pak Roni sembari menggeleng-geleng kan kepalanya
Disisi lain, Tino yang tengah bersiap menyempatkan untuk menghubungi Titi terlebih dahulu. Dia sebelumnya sudah berjanji untuk mengantar Titi ke sekolah jam 7 pagi karena Cecil akan datang terlambat
.........Telepon Titi.........
"Hallo Sayang" ucap Tino kepada Titi
"Ya Hallo kak" jawab Titi
"Kamu udah siap?" tanya Tino sembari melihat jam yang menunjukkan pukul 6.50 pagi
__ADS_1
"sudah kak" jawab Titi
"yasudah aku jalan kesana ya" ucap Tino
"oke" jawab Titi kemudian menutup telepon
.....................................
setelah sampai di tempat Titi, Tino menghubungi Titi kembali untuk memintanya keluar rumah. Titi yang mendapat pesan itu langsung bergegas untuk keluar, tak lupa dia membawa bekal yang sudah disiapkannya...
"maaf ya kak nunggu lama" ucap Titi setelah berada di samping Tino
"no problem sayang" jawab Tino
Tino memakaikan helm untuk Titi, hal itu membuat Titi terkejut karena belum siap...
"kaaakkkkk, aku bisa pakai sendiri" ucap Titi kepada Tino dengan nada lirihnya karena tidak jauh dari mereka ada adik-adik Tino yang sedang mempersiapkan tempat untuk upacara pembukaan LDK
Tino hanya tersenyum saja mendengar ucapan Titi, dia suka melihat wajah Titi yang berubah memerah karena malu
"ayo naik" ucap Tino yang sudah menaiki motor miliknya
sebelumnya Tino akan mengantar Titi dengan mobil namun Titi meminta untuk naik motor saja karena selama disini dia tidak pernah naik motor seperti di Jakarta, awalnya Tino menolak karena takut jika Titi merasa tidak nyaman menaiki motornya yang sangat tinggi itu namun Titi meyakinkan Tino...
"bisa nggak?" tanya Tino
"bisa kok" jawab Titi
mau tidak mau tangan Titi berpegangan ke pinggang Tino karena dia juga takut jika nantinya jatuh
"pelan-pelan ya kak, motornya di luar ekspektasi ku" ucap Titi
"tadi di ajak naik mobil aja nggak mau" jawab Tino
"ya kan aku pikir kakak bakal bawa motor beat yang biasa kakak pakai itu" ucap Titi
"itu bukan motorku sayang, itu motor nya si Faris adek ku" jawab Tino
"oh begitu"
"yaudah besok-besok aku pakai motor Faris aja ya" ucap Tino
Titi hanya tersenyum mendengar ucapan Tino, namun Tino bisa melihat senyuman itu karena kaca spion motornya di arahkan ke Titi...
"jangan senyum-senyum sendiri, kalau senyum ngajak-ngajak dong" ucap Tino sembari tersenyum ke arah Titi
" ih kak, lihat jalan sana lo. itu kaca spionnya di benerin dong" ucap Titi sembari memukul pelan bahu Tino
dia merasa malu karena ketahuan senyum-senyum sendiri oleh Tino
"iya sayang, ini lihatin jalan kok" jawab Tino yang sudah kembali fokus memperhatikan jalan
__ADS_1
karena jarak antara asrama dan sekolah hanya beberapa menit saja, mereka berdua sampai tempat waktu sebelum gerbang ditutup...
"bisa turun?" tanya Tino
"bisa, agak susah" ucap Titi
"sini tangannya, aku bantu" kata Tino meraih tangan Titi
Setelah berhasil turun, Tino membantu Titi untuk melepaskan helm yang Titi pakai ...
"ih kak, malu dilihatin banyak orang" ucap Titi
"nggak papa, sesekali kan boleh kayak gini" jawab Tino
"oh iya sayang, nanti sore kita jemput mama bareng ya" ucap Tino
"jam berapa kak sampainya?" tanya Titi
"kata mama selepas magrib mungkin mereka baru sampai" jawab Tino
"kamu pulang jam berapa?" sambung Tino
"nanti mungkin agak sore an kak karena ini kan hari Senin jadi harus siapin materi buat hari-hari setelahnya, biasanya sih kalau Senin jam 5 an baru bisa pulang" jawab Titi
"yasudah nanti kalau kamu selesai dari sekolah kabari aku ya, nanti aku jemput sekalian kita berangkat ke bandara." ucap Tino kepada Titi
"siap kak, yaudah kalau gitu balik gih. tadi kayaknya tempatnya udah hampir siap, nanti kakak nggak bantuin apa-apa" ucap Titi
"yaudah kamu masuk dulu sana" kata Tino
"nggak, kakak pergi dulu" jawab Titi
"yaudah, aku pulang dulu ya cantik. jangan tebar pesona ya ke anak-anak SMA" ucap Tino
"hei, harusnya yang bilang gitu aku. jangan tebar pesona ke dedek-dedek maba ya" jawab Titi
"tenang, aman. nanti aku ada latihan sama anak-anak lainnya, jadi aku nggak ikut ngurusin mahasiswi LDK" ucap Tino
"yaudah aku balik dulu ya sayang" sambungnya
"iya hati-hati" jawab Titi menyalami Tino (seperti istri salim ke suami nya wkwk)
setelah itu barulah Tino melajukan motornya kembali ke asrama, Titi setia melihat menunggu sampai Tino sudah tidak terlihat lagi...
"ih ada ada saja" gumam Tino
"ciyee di anterin siapa itu?" tanya salah satu guru disana yang dekat dengan Titi
"hehe ibu, tau aja ibu ini" jawab Titi
"ya tau dong ti, lagian kamu ini ibu pagi-pagi cepet-cepet ke sekolah mau sarapan di kantin. eh sampai gerbang malah sarapan lihat orang bucin"
__ADS_1