TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
HOTEL


__ADS_3

"tapi nggak di tempat umum juga" kata Cecil


"yaudah yuk ke hotel" ucap Aham menarik tangan Cecil


Cecil reflek mencubit pinggang Aham karena reaksi Aham yang seperti itu..


"Aww" keluh Aham


"kok di cubit sih yang?" ucap Aham yang kini tengah mengelus bekas cubitan Cecil


Cecil kemudian mendekati Aham, mengalungkan tangannya di leher Aham. perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Aham, dia berbisik ke telinga suaminya itu...


"jangan mesum" bisik Cecil


perlakuan Cecil tersebut membuat Aham semakin sesak rasanya, dia lalu menggandeng Cecil untuk segera pergi dari tempat itu...


Aham menggandeng Cecil menuju mobil, kemudian mereka sama-sama masuk ke dalam.


"mau kemana? masih enak disini yang" tanya Cecil


"ke hotel" jawab Aham sembari melajukan mobilnya membelah jalanan kota itu


"ngapain sih yang" ucap Cecil


"yang, kamu itu siapa aku?" tanya Aham


"la aku kamu anggap siapa?" tanya Cecil balik


"loh kok ganti nanya sih" ucap Aham mengacak rambut Cecil


"mana ada cewek ngakuin duluan kalau cowoknya belum ngakuin" jawab Cecil sambil cemberut


"gini ya cewek, gengsinya gede banget" gumam Aham yang masih terdengar oleh Cecil


"kenapa nggak nikah sama cowok aja kalau ngeluh gitu" ucap Cecil ber ekspresi marah ke Aham


Aham yang bingung harus menjawab apa, hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal...


"ini jalan kemana sih yang?" tanya Cecil karena jalannya berbeda dengan saat berangkat tadi


"ke hotel, kan aku udah bilang" jawab Aham


"ngapain nginep di hotel, kan masih satu kota juga sama asrama kita" ucap Cecil


"kalau di asrama kan tinggal kita ke pisah, mana bisa aku tidur sambil peluk kamu kalau disana" jawab Aham santai


Cecil yang mendengar jawaban tersebut ingin sekali bertanya kepada Aham masalah dirinya yang diperbolehkan tinggal dengan aham, namun dia ingin suaminya yang berkata sendiri kepadanya...


"Kenapa kak Aham nggak bahas masalah itu ya? Ah mungkin dia lupa" batin Cecil

__ADS_1


tak lama Aham menghela nafas pelan, dia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Cecil...


"Soal itu, kamu pasti sudah tau dari Bima kan?" tanya Aham tiba-tiba


"soal apa?" tanya Cecil berpura-pura tidak tahu


"Komandan ngizinin kita tinggal berdua" jawab Aham


"Oh ya?" tanya Cecil pura-pura terkejut


"iyaa"


"maaf ya, aku belum bisa mengambil keputusan untuk hal itu" ucap Aham kepada Cecil namun fokusnya masih tertuju pada jalanan


"nggak papa kak" jawab Cecil sembari tersenyum, mungkin jika aham melihat senyuman Cecil itu bukan senyum bahagia namun senyum pasrah. mau bagaimanapun keputusan ada di tangan Aham saat ini, mengingat Cecil lah yang datang ke lingkungan Aham...


Aham menarik tangan Cecil agar merangkul lengan nya, Cecil hanya menurut saja apa yang di inginkan Aham...


......................


sampai lah mereka di hotel yang menjadi tujuan Aham malam ini untuk menginap ...


entah apa yang ada di pikiran Aham saat ini sampai-sampai mengajak Cecil menginap di hotel..


setelah mendapatkan kunci kamar, mereka berdua langsung naik menuju kamar mereka berada. Aham masih setia menggandeng tangan Cecil, namun kali ini Cecil lebih diam tidak seperti saat berangkat tadi...


Karena di hotel tersebut tersedia baju tidur, maka mereka mengganti baju terlebih dahulu sebelum tidur...


"Kamu nggak papa yang?" tanya Aham yang baru saja keluar dari kamar mandi dan melihat Cecil melamun sambil duduk di atas tempat tidur


"Eh enggak" jawab Cecil kaget setelah Aham memegang pundaknya


"maaf ya" ucap Aham sembari mengecup kening Cecil


"buat apa?" tanya Cecil


"nggak usah pura-pura nggak tahu yang, kamu tahu sendiri kalau aku bisa baca apa yang kamu pikirin" jawab Aham


"curang" ucap Cecil ketus kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain


"sama istri sendiri nggak papa" jawab Aham


tanpa aba-aba Aham malah menggelitiki Cecil yang sedang merajuk itu, membuat Cecil tertawa karena tidak tahan...


Cecil mencoba untuk lari, namun malah Aham bisa meraih tangannya. Karena ulah Aham itu Cecil tidak bisa berdiri dengan seimbang karena terus tertawa, alhasil tubuhnya terjatuh ke tempat tidur disusul oleh Aham yang juga di tarik oleh Cecil...


Hal itu membuat mereka tanpa sengaja berciuman, Cecil langsung membuka matanya lebar-lebar begitupun Aham yang juga kaget...


Aham menarik wajahnya sedikit menjauh dari wajah Cecil

__ADS_1


"kamu sengaja goda aku kan?" ucap aham sambil tersenyum


"ih siapa yang goda, salah kamu ini. kalau kamu ke goda ya rasain! wleekkk"ejek Cecil


namun tanpa aba-aba Aham malah mencium Cecil kembali, memberikan sensasi yang baru pertama kali dirasakan oleh cecil. alhasil hal itu membuat Cecil terlena karena kali ini dilakukan dengan lembut dan lumayan lama...


Cecil yang sudah kehabisan pasokan oksigen langsung memukul lengan Aham, dan akhirnya Aham menarik pangutan nya...


Aham yang melihat Cecil merasa gugup tersenyum jahil, dan hal itu disadari oleh cecil...


"ngapain senyum-senyum" ucap Cecil


"gimana rasanya?" tanya Aham terang-terangan


"Apasih" jawab Cecil


"kamu menikmati banget yang sampe merem melek gitu" ucap Aham


"ih, sana minggir" ucap Cecil sebal


Setelah mempertimbangkan resikonya, akhirnya Aham memilih untuk menjauh dari Cecil kemudian menduduk kan dirinya di samping Cecil yang sudah berbaring dan memakai selimut menutupi kaki sampai pundaknya...


"yang"


"jangan marah dong"


Karena Cecil tidak meresponnya, akhirnya Aham memilih untuk iku berbaring di samping Cecil. dia ikut masuk ke dalam selimut yang dipakai oleh Cecil dan memeluk Cecil dari belakang karena dia sedang memunggungi Aham saat ini...


namun karena merasa pelukan Aham terlalu kencang, Cecil menggerakkan tubuhnya agar Aham melonggarkan pelukannya. Hal itu membuat Aham bereaksi lagi...


"yang, jangan gitu dong. kalau kamu marah sama aku, marah aja. tapi jangan nyiksa aku kayak gini" ucap Aham memohon


Karena ingin membalas dendam dengan aham, dia malah sengaja menggesekkan bagian tubuhnya ke tubuh Aham. dan benar saja, hal itu semakin menyiksa Aham...


dia menempelkan kepalanya ke kepala Cecil karena sudah tidak bisa menahan...


"yang, udah dong geraknya" ucap Aham dengan suara parau nya


agar Aham tidak melepaskan pelukannya, Cecil sengaja memegang tangan aham dengan erat..


"udah yang udah" ucap Aham memohon


karena tidak di respon oleh Cecil, tiba-tiba Aham mencium punggung Cecil yang tak tertutup oleh baju. Sepertinya Cecil sengaja hanya memakai dalaman baju tidur tersebut untuk balas dendam dengan aham...


Hal yang di lakukan oleh Aham jelas membuat Cecil menjadi panas dingin, sentuhan Aham mampu menghanyutkan dia hingga lupa akan tujuan awalnya...


karena merasa Cecil sudah terlena sentuhannya, Aham mulai melancarkan aksinya. Dia membalikan tubuh Cecil agar menghadap ke arahnya..


Dia mulai melancarkan ciuman di seluruh wajah Cecil, dan sebenarnya membuat Cecil geli sendiri namun dia menikmati...

__ADS_1


__ADS_2