TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
DI RUMAH SAKIT


__ADS_3

"Ny. Cecilia Abraham" panggil resepsionis tersebut


Aham dan Cecil berjalan ke arah resepsionis untuk mengambil buku pemeriksaan kemudian masuk ke dalam ruangan...


"selamat pagi tuan dan nyonya" ucap dokter tersebut


"selamat pagi dokter" jawab Cecil yang sudah duduk


Cecil seketika bengong melihat dokter yang ada di depannya, sepertinya dia mengenal orang tersebut namun dia mencoba mengingatnya lagi..


"ya ampun kak cindi apa kabar?" tanya Cecil kepada dokter tersebut yang tak lain adalah tetangga masa kecil nya


"Cecil, Aham kalian kan? ini beneran kalian?" tanya dokter cindi yang tidak menyangka akan bertemu mereka lagi setelah sekian lama


"iya kak, siapa lagi" jawab Aham


"kakak masih ingat kami?" tanya Cecil


"ya ingat dong, aku udah baca biodata kalian tadi dan ternyata memang tetangga masa kecilku yang masuk ke ruangan ini" jawab dokter cindi


"kalian beneran sampai nikah ya hebat banget bisa awet, wah rekor sih ini" ucap dokter cindi


"kata siapa kita awet kak, kita aja baru ketemu lagi beberapa bulan sebelum nikah" ucap Cecil sembari menyindir Aham


"tapi bagus sih kalau kalian balik lagi terus bisa sampai menikah, kalian itu pasangan yang jadi best couple banget waktu itu jadi sayang kalau berakhir sia-sia" ucap dokter cindi membuat Cecil dan Aham tersenyum


"oke kita mulai pemeriksaan ya, tapi sebelumnya aku mau tanya-tanya nih cil" ucap dokter cindi


"kamu terakhir datang bulan kapan?" sambungnya bertanya


"emm kalau nggak salah 1 bulan lalu kak" jawab Cecil


"apa ada gangguan pencernaan atau yang lain kamu rasakan?" tanya dokter cindi


"aku sering banget mual kak kalau cium bau masakan tertentu" jawab Cecil


"kalau gitu kita langsung lihat melalui USG aja ya" ucap dokter cindi


akhirnya dokter cindi meminta Cecil untuk merebahkan dirinya di ranjang yang telah disediakan. Dokter cindi mengoleskan sedikit krim pada perut Cecil sebelum melakukan USG, tampak di layar terdapat 1 titik sebesar biji kacang di dalam rahim Cecil...


"nah ini dia bibit unggul kalian, dia masih sekecil biji kacang karena perkiraan umurnya masih 4 week kalau mengikuti kapan terakhir kali Cecil datang bulan. kalau ingin mengetahui umur pasti anak kalian, kalian harus rutin periksa setiap 1 bulan sekali" ucap dokter cindi mengarahkan kursor nya ke titik kecil di layar


"wahh itu anak aku kak?" tanya Aham kepada dokter cindi


"ya anak kalian lah, bukan cuma anak lo aja ham" jawab dokter cindi


"ya gitu maksudku kak" kata Aham


"aku seneng banget yang" ucap Aham sembari mencium tangan Cecil


"aku juga" jawab Cecil sambil tersenyum

__ADS_1


"kalian ini kalau mau mesra-mesra an jangan di depan jomblo dong" ucap dokter cindi


"ya maaf kak saking senengnya" jawab Aham


"oiya lalu kak, untuk meredakan mual apakah ada obatnya? karena hampir tidak ada makanan yang bisa masuk ke perut Cecil" tanya Aham


"ada, nanti aku resep kan ya" jawab dokter cindi


"satu lagi, kamu harus banyak-banyak makan-makan an seperti sayur, buah, dan susu ya. jangan makan-makanan cepat saji banyak-banyak" sambungnya


"siap kak" jawab Cecil


"oiya aku minta nomor kakak dong, siapa tau kita nanti bisa jalan bareng kan deket juga tempat tinggal kita" sambung Cecil


"ini cil kartu nama ku" ucap dokter cindi sembari memberikan kartu nama nya


"makasih kak"


"ini resep yang perlu di tebus ya, dan satu lagi kamu harus rajin periksa supaya tau perkembangan bayi nya. Jangan bepergian terlalu jauh sampai kandungan kamu benar-benar kuat, jangan kebanyakan naik motor ya" pesan dokter cindi


"siap kak makasih ya" jawab Aham dan Cecil bersamaan kemudian bangkit dari duduknya


"kalian tadi berdua kesini?" tanya dokter cindi yang ikut bangkit dari duduknya


"nggak kak, sama kak Bima, kak Riko , kak Tino , Titi" jawab Cecil


"ya ampun mereka ikut juga" ucap dokter cindi kaget setelah membuka pintu dan melihat siap saja yang duduk di ruang tunggu


"oke ham" jawab mereka semua


"hei kalian" ucap dokter cindi sembari berjalan ke arah mereka ber empat, karena disana belum ada pasien jadi dokter cindi bisa keluar ruangan


"ya ampun cindi" ucap Tino tak menyangka


"apa kabar Cin?" tanya Riko


"baik ko" jawab dokter cindi


"kak cindi" panggil Titi


"Titi" ucap dokter cindi sembari memeluk Titi


"hai cin" ucap Bima setelah cindi melepas pelukan dengan Titi


"aduh Bim Bim, apa kabar kamu?" tanya dokter cindi


"baik cin, lo apa kabar?" tanya Bima balik


"baik gue, udah lama nih nggak ketemu kita" sambung Bima


"iya lama banget, terakhir waktu SMP kan kalau nggak salah" jawab dokter cindi

__ADS_1


"ayo kapan-kapan kita jalan yuk" ajak Bima


"agendakan aja Bim" jawab dokter cindi


"gue minta nomor lo cin" ucap Bima sambil menyodorkan handphonenya


dokter cindi menerima ponselnya kemudian mengetikan nomor teleponnya


"udah" ucap dokter cindi sembari memberikan telepon tersebut kepada Bima


"yaudah gue balik ke ruangan dulu ya" pamit dokter cindi kemudian masuk kembali ke dalam ruangan nya


"oke cin" jawab semuanya


sedangkan Titi disana hanya melihat keakraban antara Bima dan dokter cindi, dia masih merasa cemburu jika Bima dekat dengan orang lain..


saat Titi tengah melamun, Aham dan Cecil yang sudah selesai menebus obatnya pun mengajak mereka semua untuk pulang karena jam sudah menunjuk pukul 10.30 siang ..


"ayo balik, udah siang ini" ucap Aham


"yok lah" jawab Tino


mereka berjalan menuju parkiran yang tidak jauh dari lobi rumah sakit


"gimana kalau kita makan dulu?" tanya Cecil setelah mobil berjalan keluar area rumah sakit


"mau makan apa sayang?" tanya Aham yang tengah menyetir


"aku pingin makan di Hok*** mas" jawab Cecil


"yaudah kita makan disana aja" ucap Aham


Aham melajukan mobilnya menuju Restoran Hok*** terdekat untuk menuruti kemauan istrinya tercinta, sedangkan teman-temannya yang lain hanya menurut saja...


setelah sampai di restoran, mereka langsung memilih makanan yang akan di santap untuk makan siang nya...


"kalian pilih apa yang mau kalian makan ya, kalian makan sepuasnya" perintah Aham kepada teman-temannya


"siap kapten" jawab Bima, Riko dan Tino bersamaan sedangkan Titi hanya diam saja


"mau yang mana yang?" tanya Aham


"aku mau Beef Yakiniku sama Kori Konyaku Strawberry" jawab Cecil


"oke, gimana kalian udah pesen semua?" tanya Aham kepada teman-temannya


"udah ham" jawab Bima


Aham membayar makanan dan mendapatkan makanan masing-masing, mereka mencari tempat duduk untuk menikmati makanannya. seperti biasa tempat duduk yang di pilih adalah yang paling pojok dan dekat dengan jendela...


setelah selesai makan baru lah mereka kembali ke asrama, Bima, Tino, Riko serta Titi kembali ke baraknya masing-masing sedangkan Cecil dan Aham kembali ke rumahnya...

__ADS_1


__ADS_2