TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
HADIAH YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

melihat pesan Aham, Cecil langsung membuka jendelanya namun tidak ada siapa-siapa disana..


"wah ngeri, dia bisa denger aku ngomong apa" gumam Cecil


Aham kembali mengirim pesan kepada Cecil


Ting...


"tutup jendela nya, nanti masuk angin" Cecil membaca pesan tersebut sambil melotot


pandangan Cecil langsung tertuju pada jendela barak Aham, dan benar saja sekarang Aham tengah berdiri menatap ke arahnya sambil tersenyum. Sontak hal tersebut membuat Cecil seketika salah tingkah, namun tanpa ba bi bu dia langsung menutup jendelanya...


Ting...


"besok bareng ke masjid ya.." isi pesan Aham


Cecil tambah melongo melihat pesan tersebut, bisa-bisanya Aham mengajak pergi ke masjid bersama...


"lah ngajak bareng lagi, jalan berdua tadi aja bikin jantung mau copot. apalagi kalau jalan ke masjid berdua, berasa suami istri yang mau ibadah.. ya bisa-bisa copot hati adek bang..." gumam Cecil


"tapi kalau di tolak, kapan lagi ya kan. apa ajak Titi aja ya" pikirnya


Ting...


belum sempat Cecil membalas, Aham sudah mengirim pesan lagi


"besok aku tunggu di depan barak mu, kita berdua aja nggak pakai ajak Titi!!"


"*baik" jawab Cecil


"tidur, sudah malam" ucap Aham


"kakak juga" jawab Cecil*


setelah itu tak terlihat lagi Aham membalas pesan...


"mungkin udah tidur" kata Cecil kepada dirinya sendiri


"huh ada-ada aja sih kak Aham" gumam Cecil


"aku setting alarm aja deh, biar bisa bangun lebih awal dari Titi"


Cecil kemudian men setting alarm di handphone maupun jam weker nya tepat di pukul 2.00 pagi, tujuannya supaya dia bisa bangun lebih awal untuk berjaga-jaga siapa tahu Aham nanti membutuhkannya...


"dah selesai, saatnya bobo cantik" ucapnya sembari memejamkan mata


......................


Disisi lain, Aham yang besok akan pergi untuk bertugas menjadi tidak tenang. Pasalnya saat dia mendengar Cecil dan teman-temannya membicarakan seseorang yang bernama Kenan sepertinya dia memiliki kedekatan dengan Cecil...


Apalagi besok Kenan sudah datang dari Jakarta untuk KKN seperti halnya Cecil, Aham takut terjadi hal yang tidak dia inginkan saat dia meninggalkan Cecil bertugas selama satu bulan lamanya...


"Kenan itu siapa sih sebenarnya, kok gue jadi nggak tenang gini mau pergi tugas" gumam Aham


Aham kemudian bangkit dari tidurnya untuk membuka laptopnya, dia melihat daftar nama mahasiswa KKN yang akan tinggal bersama mereka di asrama. Terlihat nama Kenan Naufal disana,


"apa ini ya anaknya?" ucap Aham bertanya-tanya


kemudian dia melanjutkan melihat data pengajuan tinggal di asrama milik Kenan, namun di sana tertera bahwa Kenan hanya akan melaksanakan KKN selama 6 bulan. Berbeda dengan Cecil yang memilih KKN sekaligus pengabdian masyarakat selama 1 tahun namun bisa kurang dan bisa lebih...

__ADS_1


"syukurlah dia cuma disini 6 bulan" ucap Aham seraya menyeka keringatnya


"tapi apapun bisa terjadi dalam 1 hari, apalagi 6 bulan. Belum lagi. bulan aku nggak ada disisi Cecil, positif thinking Aham!" sambungnya


Namun sepertinya di pikiran Aham kali ini hanya ada negatif thinking tentang kedatangan Kenan, sampai-sampai dia berfikir untuk pulang pergi saja ke tempatnya melatih nanti supaya bisa melihat Cecil setiap hari...


"Shalat istikharah saja lah, supaya Allah memberikan petunjuk secepatnya biar gue nggak gelisah kayak gini"


Aham mengambil wudhu kemudian melaksanakan shalat istikharah, baru lah setelah itu dia bisa tidur dengan nyenyak...


......................


Aham dan Cecil sama-sama terbangun tepat pukul 2 pagi, mereka mengambil wudhu kemudian shalat tahajud di barak masing-masing...


Seperti hal nya Aham, Cecil juga merasakan gelisah karena akan ditinggal oleh Aham. mengingat Aham adalah orang yang suka membantu seseorang, dia takut jika akan ada wanita yang memanfaatkan kebaikannya...


Setelah selesai melaksanakan shalat, Cecil memilih untuk merebahkan dirinya kembali karena tidak ada kegiatan yang harus dia lakukan saat ini. sedangkan Aham kini tengah fokus mengirimkan materi-materi kepada Bima sebagai wakilnya untuk menyampaikan materi selama dia tinggal nantinya...


"lagi apa ya dia sekarang" gumam Cecil sembari melihat fotonya bersama Aham yang di ambil kemarin malam


"semoga saja kakak terus seperti ini ya" sambungnya


......................


Disisi lain, Aham yang sudah selesai mengirimkan materi kepada Bima sengaja melihat terakhir dilihat Cecil yang tertera pada WhatsApp. Ternyata Cecil sekarang sedang online


"dia online jam segini.. hmmm pantesan waktu keluar nguap terus" gumam Aham


kemudian Aham mengetikkan sebuah pesan kepada Cecil...


"sudah bangun?" tanya Aham


Aham menunggu beberapa saat namun pesannya tak kunjung di balas...


sudah menjadi kebiasaan bagi Cecil , handphonenya di biarkan tetap menyala sedangkan dia sibuk membaca buku novel. namun hal itu belum diketahui oleh Aham...


"apa aku telfon aja ya? tapi kalau ganggu gimana?" gumam Aham bertanya-tanya


"apa dia lagi chat sama si kenan itu, telfon aja lah ketimbang penasaran" akhirnya setelah mengumpulkan keberaniannya, dia menelfon Cecil..


......................


Ting...


"siapa sih" gumam Cecil yang sedang membaca novel


Ting...


"hmmm ganggu aja, bentar ya ini masih seru ceritanya" kata Cecil seolah berbicara kepada sang pengirim pesan


namun tak lama terdengar suara dering handphone dari handphone nya....


Dreett...


Dreett...


"siapa sih sebenernya?!" gumam Cecil merasa sebal


dengan terpaksa Cecil menutup bukunya kemudian menaruhnya di meja nakas, dia menengok ke arah handphone nya dia taruh. tertera nama orang yang membuatnya cemas...

__ADS_1


Cecil berusaha menetralkan detak jantungnya agar tidak deg-degan sebelum menerima telfon dari Aham..


"huhh" dia menghembuskan nafas pelan kemudian mengangkat telepon tersebut


"*hallo" ucap Cecil


"kau sedang apa? kenapa tidak tidur?" tanya Aham di seberang telepon


"Emm, aku habis shalat kak" jawab Cecil


"sedang apa?"


"baca novel" jawab Cecil singkat


"memang ada baca novel via WhatsApp?" tanya Aham membuat Cecil mengernyitkan dahi nya


"hah?" ucap Cecil yang kebingungan


"WhatsApp mu online terus, aku chat juga nggak di balas" kata Aham


"oh maaf, aku lupa tidak menutup aplikasi WhatsApp ku tadi. ini aku baca novel dalam bentuk buku" jelas Cecil


"buka jendela mu" titah Aham


"ha kenapa?" tanya Cecil yang tiba-tiba bingung


"buka saja*!"


terlihat Aham yang sudah berdiri di depan jendela kamar Cecil sembari membawa sebuah kotak seperti kado...


"ada apa kak?" tanya Cecil


"ini untukmu" kata Aham sambil menyerahkan kotak tersebut dan di terima oleh Cecil


"ini apa?" tanya Cecil


"itu seragam Persit, lengkap dengan sepatu, tas dan lainnya" jawab Aham


Cecil hanya melongo mendengar jawaban Aham, seharusnya tidak sekarang perlengkapan tersebut di serahkan kepada Cecil. Mengingat masih lama rencana mereka untuk menikah...


"kak?" ucap Cecil bingung


"Aku rasa semakin cepat pengajuan akan semakin baik, kita bisa belajar saling memahami satu sama lain tanpa ada gangguan dari orang luar jika status kita sudah di akui oleh negara. Sepulang dari tugasku nanti kita pengajuan ya, jika semakin di ulur waktunya kita nggak akan tahu apa yang terjadi kedepannya" ucap Aham


Cecil hanya mengangguk karena bingung sekaligus kaget apa yang harus dia katakan...


"aku permisi dulu" sambungnya lalu kembali ke baraknya, pandangan Cecil tertuju pada Aham yang sudah berlalu pergi dan menutup pintu baraknya


Cecil kemudian menutup jendelanya, berjalan menuju kasurnya lalu membuka kotak yang diberikan Aham. Dan benar saja apa yang dikatakan Aham, isinya adalah perlengkapan untuk Persit...


"Niatku cuma bikin dia cemburu, eh cemburu beneran sampai di ajak pengajuan lebih awal" gumam Cecil


.


.


.


.

__ADS_1


maaf ya teman-teman readers jika ada keterlambatan update, author sudah mulai masuk kuliah lagi dan biasalah anak teknik tugasnya bejibun apalagi teknik elektro 😴..


happy reading 🎊


__ADS_2