TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
TITI DAN TINO


__ADS_3

"ilih memuji doang masak iya dia cemburu sih, anggap aja karma buat dia yang sering tebar pesona ke cewek-cewek " jawab Titi


"yaudah jalan yuk, kelamaan ngobrol disini malah nggak istirahat nantinya kita" ucap Cecil


"okay deh"


mereka berdua berjalan menuju rumah dinas Cecil dan Aham


Cecil membuka pintu rumah kemudian ia masuk diikuti oleh Titi di belakangnya


"Wangi banget cil?" tanya Titi


"iya memang sengaja tadi sebelum kak Aham berangkat aku minta in dulu parfum nya buat tak jadikan pengharum ruangan, kebetulan dia juga bawa banyak jadi ditinggal satu deh" jawab Cecil


"Oalah gitu"


"kalau kak Tino ngasi apa buat pegangan lo?" tanya Cecil


"kemarin dia sempet kasi foto kami katanya suruh nyimpen di dompet" jawab Titi


"bagus lah itu, jadi setiap buka dompet bisa inget pasangannya" ucap Cecil membuat Titi sedikit lega

__ADS_1


"yaudah kalau gitu gue masuk kamar ya" ucap Titi masuk ke kamar tamu


"oke cepet istirahat, jangan begadang" pesan Cecil


"siap Bu"


Cecil juga masuk ke dalam kamarnya kemudian merebahkan tubuhnya, rasanya ada yang kurang saat ini. Biasanya setiap akan tidur, Aham selalu menyambutnya dengan pelukan namun kini Cecil harus memeluk jaket milik Aham...


sudah hampir dua jam mereka berada di dalam kamar masing-masing, baik Cecil maupun Titi belum ada yang bisa tidur. Tak lama terdengar suara ketukan di pintu kamar Cecil, ia beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu...


"kenapa ti?" tanya Cecil


"yaudah sini-sini" Cecil mengajak titi masuk ke dalam kamarnya


"tidur sini aja dulu, aku juga nggak bisa tidur nih. nggak tahu kenapa, udah naik sini" ucap Cecil sembari menepuk tempat kosong di sebelahnya


"kenapa nggak bisa tidur?" tanya Cecil


"aku kepikiran sesuatu cil" jawab Titi


"kepikiran apa lagi ti?" tanya Cecil

__ADS_1


"sikap kak Tino cil, dia akhir-akhir ini berubah. Mungkin memang karena dia sibuk latihan saat mau tugas tapi aku ngerasa saat dia dapat istirahat pun jarang hubungin aku, atau bahkan bisa dibilang nggak hubungin aku kalau aku nggak chat dia duluan" jawab Titi


"Pasti dia punya alasan sendiri ti, mungkin kecapekan atau gimana gitu" ucap Cecil berusaha menenangkan Titi


"Kalau lo tau cil waktu wa gue nggak di balas, gue otomatis langsung cek Ig dia dan hasilnya dia memang online. Gue coba chat ternyata di balas dong" jawab Titi


"Gue yakin kalau kak Tino orang baik cil, tapi gue juga menyerahkan semua keputusannya ke elo karena lo yang menjalani semuanya. Emang kalau ada masalah ada baiknya bicara secara langsung berdua, tapi dengan kondisi lo dan kak Tino yang sekarang ini akan jadi sulit. jadi Lo harus sabar bertahan selama lo masih yakin buat bertahan, karena hubungan kalian berdua udah bukan di tahap main-main lagi" tutur Cecil


"yakin aja lo pasti bisa lewatin semua ini, yakin kalau kak Tino nggak akan buat hati lo luka lagi kayak kak Bima waktu itu" sambung Cecil sembari menepuk pundak Titi


"udah ya sekarang kita tidur, meskipun besok pagi nggak ada kegiatan tapi tetep aja kita harus bangun pagi. katanya besok ada senam di lapangan depan"


"iya cil, makasih ya" ucap Titi


"sama-sama, udah tidur gih. aku juga mau tidur" jawab Cecil kemudian memiringkan tubuhnya berusaha untuk tidur


disisi lain Titi yang berusaha untuk tidur namun tak kunjung bisa tidur karena dia masih kepikiran akan sikap Tino yang berubah kepadanya


dia mencoba mengirim pesan kepada Tino namun sebelumnya dia sudah tahu konsekuensinya bahwa Tino tidak bisa membalas pesannya karena keterbatasan jaringan disana...


Titi membuka kembali pesan-pesan lama dari Tino sesaat sebelum berangkat latihan sebelum bertugas, masih ada pesan-pesan manis yang dikirimkan oleh Tino kepadanya. namun setelahnya Tino mulai jarang menghubunginya lagi dan pesan yang ia kirimkan terkesan cuek...

__ADS_1


__ADS_2