TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
TINO DAN BIMA


__ADS_3

Benar saja dengan satu lagu yang dinyanyikanoleh aham membuat cecil terlelap, akhirnya aham memutuskan untuk ikut tidur tanpa mematikan teleponnya Bersama cecil


Disisi lain ada bima yang sedari tadi mendengarkan percakapan aham dan cecil, bima juga mendengar saat mereka berdua membahas masalah titi..


Bima memilih untuk mencari udara segar di luar mess, tanpa sengaja ia berpapasan dengan tino yang akan masuk ke dalam mess. Tino memang selalu Kembali ke mess larut malam meskipun tidak sedang berjaga membuat aham, bima dan riko kesulitan menemukan keberadaannya..


“udah puas lo sekarang?” tanya bima membuat Langkah tino terhenti dan berbalik berjalan ke arah bima


“maksud lo apa?” tanya tino


Bima berjalan ke tempat duduk yang ada di teras, diikuti oleh tino


“lo masih tenang- tenang aja dan bersikap seakan nggak ada kesalahan yang lo lakuin, no lo sadar nggak sih udah nyakitin hati orang?” tanya bima


“iya emang gue salah udah bikin titi sakit hati, tapi kalian sendiri kan yang bilang kebenarannya ke titi. Gue juga udah ngakuin kok kalau semua itu emang bener adanya, dan lo lihat sendiri titi juga yang mengakhiri hubungan kami terus apa perlu ada lagi yang harus gue lakuin buat dia?” ucap tino


“hubungan lo sama dia itu bukan kayak hubungan orang-orang lain yang masih pacaran dan bisa putus nyambung sesukanya, coba deh lo pikir kalian itu udah tunangan no gimana dia bisa bertahan kalau lo sendiri nggak ada niatan buat memperbaiki yang ada malah dengan entengnya lo ngelepasin dia” jawab bima

__ADS_1


“iya gue tau kalau hubungan kami udah serius. kalau lo ada di posisi gue bim pasti sakit hati yang gue rasain, gue yang punya hubungan sama dia, hubungan kami udah serius dan menuju ke jenjang yang lebih lagi, tapi disaat dia ketemu sama lo gue selalu lihat pandangan yang beda” ucap tino


“terus lo mau bilang kalau dia masih suka sama gue, sadar no. apa lo nggak bisa lihat gimana perhatiannya dia ke lo selama ini, nggak mungkin dia nggak ada rasa sama lo kalau udah bersikap kayak gitu?” tanya bima


“gue juga tau bim gimana pandangan orang yang suka ke kita, dia masih suka sama lo. Dia emang perhatian ke gua, tapi gue nggak bisa kalau dia masih suka sama orang lain apalagi temen gue sendiri” jawab tino


“terus apa bedanya sama lo yang main belakang?” tanya bima


“kalau lo tau gimana usaha cecil nenangin titi tadi, pasti lo akan ngerasa gimana cinta nya titi ke lo” sambung bima


“titi bukan barang yang bisa kita lempar kesana kemari seenaknya” ucap bima kepada tino yang sudah berada di ambang pintu


Tino hanya tersenyum mendengar apa yang di ucapkan oleh bima kepadanya


Sepeninggal tino masuk ke dalam, bima termenung sendirian


“gue nggak tau lagi gimana jalan pikiran lo no, bukannya harusnya lo merjuangin orang yang lo suka biar bisa balik suka ke lo. Tapi gue baru sadar kalau sikap lo kayak gini emang menandakan bahwa lo nggak beneran sayang sama dia, harusnya gue sadar dari awal bahwa apa yang lo rasain ke titi hanya suka sesaat” gumam bima

__ADS_1


Tak lama riko yang pulang dari jaga menghampiri bima yang duduk di teras


“lo ngapain bim duduk disini?” tanya riko


“cari angin aja no” jawab bima


“mikirin masalah titi lagi?” tanya riko


“hmm gimana ya, gue tadi denger percakapan aham sama cecil pas telfonan bahas masalah titi. Titi belum bisa nerima apa yang terjadi sama dia sekarang ini” jawab bima


“kalau lo bilang ini semua ke tino juga percuma bim, sikap tino yang sekarang ini nanda in kalau dia emang acuh. Apalagi dia bilang ke titi kalau dia nggak bisa ldr” ucap riko


“tino udah nyerahin semua keputusannya ke lo, kalau lo mau deket sama titi lagi kan dia udah berlapang dada. Terus kenapa lo nggak lakuin hal itu?” tanya riko


“gue nggak bisa ko, gue Cuma anggap titi sebagai adik gue sama kayak cecil. Kalau semisal gue mulai hubungan sama dia ya sama aja gue bohongin diri gue sendiri, dan gue juga pasti akan nyakitin perasaan dia. Yang Namanya cinta nggak bisa dipaksa kan” jawab bima


“tapi cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu bim” ucap riko

__ADS_1


__ADS_2