TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PERCERAIAN


__ADS_3

"iya Aisi, nanti akan Tante sampaikan"


"terimakasih, Tante, Riana, atas bantuannya, saya titip salam juga ke Om" ucap Aisi


"sama-sama Aisi"


"sudah dulu ya tante, nanti kalau ada jaringan lagi saya akan menghubungi kalian" ucap Aisi


"baik Aisi, hati-hati disana"


Aisi menutup telfonnya, ekspresi di wajahnya tidka bisa di gambarkan oleh teman-temannya...


"sabar ya Aisi" ucap Ratih


"iya kamu harus kuat demi anakmu" ucap Cecil

__ADS_1


"kamu pasti bisa Aisi" ucap Titi


"aku nggak papa teman-teman" jawab Aisi


"aku sudah menduga akan terjadi hal seperti ini saat aku jauh dari rumah" sambung Aisi


"jadi kamu sudah tau Aisi?" tanya Titi


Aisi mengangguk-anggukkan kepalanya


"aku sudah tahu kalau suami ku berselingkuh dengan sekertaris nya, memang sekertaris itu sudah lama di sisi suamiku ketimbang aku yang baru datang 2 tahun lalu. aku sempat mendengar dari beberapa saudara kalau sebelumnya suami ku ber keinginan untuk menikahi sekertaris nya namun di tentang oleh papa nya, ya kalian tahu sendiri kalau pernikahan kami adalah pernikahan bisnis yang saling menguntungkan satu sama lain. intinya kalau suami ku menikah dengan sekertaris nya, ia tidak akan mendapatkan bantuan bisnis dari istrinya yang notabene ialah perantau dari desa" jawab Aisi


"saat aku bertanya mengenai hal itu kepada mama mertua ku, mama membantah semua itu dengan dalih bahwa suami ku hanya bercanda saja karena sering di tanya kapan menikah. tapi setelah kami menikah, banyak sekali fakta yang aku tahu bahkan beberapa kali aku sekilas melihat isi pesan suami ku yang handphone nya tergeletak di atas nakas saat ia mandi. aku juga beberapa kali datang ke kantornya, dan saat masuk ruangannya aku melihat sekertaris nya selalu duduk di sofa ruang kerja suamiku sembari bermain handphone padahal sekertaris seharusnya berada di luar ruangan" sambung Aisi


"yang sabar Aisi, mungkin memang sudah jalannya. Allah juga sudah berkali-kali menunjukkan kebenarannya kepada kamu kan" ucap Titi

__ADS_1


"iya ti, awalnya aku ingin berusaha mencintai dia karena mau bagaimana pun pernikahan karena perjodohan itu lambat laun haruslah saling mencintai atau saling menyayangi. tapi semua itu aku urungkan saat aku hamil putra (nama anak Aisi), ia malah sering tidak pulang ke rumah dengan alasan lembur. setiap aku telfon, yang angkat sekertaris nya. dia berdalih jika saat lembur sekertaris juga harus ikut lembur karena yang menjadwalkan semuanya itu sang sekertaris, tapi bagaimana bisa handphone pribadi atasannya berada di tangan sekertaris nya itu. sekarang aku sudah baik-baik saja karena memang pernikahan ini tidak bisa di pertahankan lagi, aku hanya ingin menjadi satu-satunya istri untuk suami ku" jawab Aisi


"aku dukung kamu Aisi, setiap wanita pasti ingin menjadi satu-satunya di mata suaminya jika suatu saat suami menikah lagi ya lebih baik mundur saja. kecukupan materi tidak menjamin seseorang bisa adil kepada kita, apalagi wanita akrab dengan sifat iri hati yang malah membuat dosa kita semakin banyak yang di bebankan ke suami. meskipun menyetujui suami untuk berpoligami adalah salah satu jalan menuju surga, tapi aku nggak akan setuju" ucap Cecil


"iya cil benar, aku sudah sering kali makan hati saat di rumah di diam kan walaupun aku tidak salah. pernikahan kami dua tahun itu bahkan tidak ada percakapan untuk sekedar basa-basi, Ratih pernah bilang ia melihat suami ku menjemput ku saat pulang dari kampus. bahkan ia tidak memberitahu ku terlebih dahulu jika ia akan menjemput, kamu secara kebetulan bertemu di depan dan ya kami pulang bersama" jawab Aisi


"jadi kapan kamu akan mengurus berkas-berkas perceraian mu?" tanya Ratih


"semua berkas sudah selesai aku urus tih saat akan berangkat ke Papua, semuanya sudah selesai hanya tinggal menyetorkan ke pengadilan agama saja" jawab Aisi


"jadi kamu sebenarnya sudah merencanakan perceraian dari awal ?" tanya Cecil


"iya benar, aku sudah merencanakan bahkan beberapa bulan setelah kami menikah. namun saat itu aku hamil dan niatku aku urungkan, saat kehamilanku dan aku mendapatkan sikap seperti itu pun aku berniat ingin bercerai setelah melahirkan tapi saat itu mendadak sikapnya berubah baik sekali kepadaku. hanya dalam beberapa bulan saja sikapnya kembali seperti awal dan mulai bermain-main lagi dengan sekertaris nya, dan kali ini tekat ku sudah bulat untuk bercerai" jawab Aisi


"kamu kuat sekali Aisi, bisa menahannya begitu lama" ucap Ratih

__ADS_1


"kamu tenang aja, aku akan bantu kamu untuk mengurus semuanya. sepupuku adalah salah satu pengacara yang terkenal sukses memenangkan kasus yang ditanganinya dan Om ku juga salah satu hakim pengadilan agama jadi gampang" ucap Titi


__ADS_2