TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
FOTO BERDUA


__ADS_3

Mereka yang ada di sana hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan penuturan Titi...


Obrolan mereka berlanjut untuk membahas hal lainnya, belum genap 30 menit saat tengah asyik bercerita tiba-tiba handphone Cecil berdering tanda pesan masuk...


Ting..


Cecil kemudian membuka handphonenya untuk melihat pesan tersebut, ternyata Aham lah yang mengirimkan pesan kepadanya...


Cecil terpaku melihat pesan yang dikirimkan oleh Aham kepadanya


"Aku tunggu kamu di pintu keluar" isi pesan Aham kepada Cecil


"ada apa kak?" tanya Cecil


"ada yang mau aku omongin" jawabnya


Cecil hanya diam saja melihat pesan Aham, dia tidak kepikiran untuk membalas. yang di pikirannya sekarang adalah bagaimana dia ber alasan kepada teman-temannya agar bisa pulang terlebih dahulu...


"hah, mau ngomongin apa ya" batin Cecil heran


"kenapa dek, siapa yang chat?" tanya Bima


"ha?" jawab Cecil yang bengong, dia berfikir untuk mencari alasan


"ini kak, dosen jurusanku minta laporan sekarang. laptopku kan ada di barak, aku pulang duluan yaa" ucap Cecil ber alasan kepada mereka


"yaudah barengan aja kalau gitu" ucap Titi


"eh nggak usah, kalian lanjutin aja ya disini. mumpung masih sore juga" jawab Cecil


"lo yakin mau balik sendiri cil?" tanya Tino


"iya kak, lagian cuma beberapa meter kan. jalannya juga rame" jawabnya yang terus-menerus mencari alasan


"yaudah, hati-hati ya. kalau ada apa-apa langsung hubungi kita-kita" ucap Bima yang akhirnya menyetujui Cecil pulang terlebih dahulu


"siap bos, aku duluan kakak-kakak.. dah Titi" ucap Cecil kemudian berlalu pergi


Cecil berjalan melewati banyak stand food court disana, sampai tiba lah dia di pintu keluar. terlihat seseorang yang tadi mengirim pesan kepadanya tengah menunggu dirinya sampai...


"kak" panggil Cecil setelah berdiri di samping Aham


"mau ngomong apa?" tanya Cecil


"kita sambil jalan pulang aja" ucap Aham kepada Cecil


mereka mulai berjalan pulang ke asrama, beberapa saat Aham hanya diam saja tanpa suara sampai tiba-tiba dia membuka pembicaraan...


"selama satu bulan kedepan, aku akan melatih di kodim xx. karena jarak tempuhnya lumayan jauh, aku akan tinggal disana sementara waktu." ucap Aham kepada Cecil


Cecil hanya diam saja mendengarkan penuturan Aham yang sebenarnya membuatnya terkejut sekaligus kesal...


"sama kak Bima juga?" tanya Cecil yang akhirnya membuka suara


"enggak aku sendiri, Bima dan yang lain tetap melatih di sini" jawab Aham


"oh" Cecil hanya ber oh ria seperti tidak ber efek apa-apa kepadanya

__ADS_1


"kapan berangkat?" sambung Cecil


"besok sehabis subuh" jawab Aham


Cecil menghentikan langkahnya karena kaget akan jawaban Aham, bagaimana bisa se mendadak ini pikirnya...


Aham yang menyadari Cecil tidak lagi berjalan di sampingnya menengok ke arah belakang, dan benar saja Cecil diam mematung sambil melihat ke arah Aham...


"Cil?" panggil Aham


"Eh maaf maaf mataku kelilipan " jawab Cecil ber alasan kemudian melangkahkan kakinya menyusul Aham


sesampainya di samping asrama, Aham menarik tangan Cecil sehingga Cecil jatuh dalam pelukannya. Cecil yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Aham kaget karena baru kali ini Aham memeluknya, namun dia juga tidak memberontak untuk meminta Aham melepaskannya...


"kak?" Panggil Cecil karena sedari tadi Aham hanya terdiam memeluknya


"biarkan seperti ini sebentar saja, besok aku sudah harus berangkat" ucap Aham kepada Cecil, akhirnya Cecil memilih menuruti perkataan Aham


sampai beberapa saat, akhirnya Aham melepaskan pelukannya...


"bolehkah kita berfoto berdua?" tanya Aham kepada Cecil


"ha a... apa kak?" tanya Cecil kepada Aham, dia takut salah mendengar apa yang dikatakan oleh Aham


"mari foto denganku" ucap Aham mengulangi perkataan nya


Cecil nampak terdiam sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya...


tak lama orang yang diminta oleh aham untuk mengambil potret mereka pun datang, Cecil sedikit kaget karena aham sudah menyiapkan semua ini...


mereka mengambil beberapa foto




setelah selesai berfoto, Cecil menunggu Aham yang sedang berbincang dengan sang fotografer..


"oke sudah" ucap fotografer tersebut


"baik, makasih mas" ucap Aham berterima kasih kepada orang tersebut


Cecil yang duduk tak jauh dari Aham hanya memperhatikan saja


"ayo kembali" ucap Aham kepada Cecil


mereka masuk ke dalam area asrama, disana hanya terlihat beberapa prajurit yang berjaga karena mengingat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam jadi jarang sekali ada orang yang berkumpul di pos jaga paling depan...


sampai di pos jaga yang ke dua terlihat Alvin dan teman-temannya yang mendapat giliran jaga malam ini...


"Selamat malam kapten" hormat mereka kepada Aham


sedangkan Cecil hanya mengikuti langkah Aham di sampingnya


"malam" jawab Aham


"kalau saya nggak pakai seragam, jangan se formal itu" sambung Aham

__ADS_1


"siap" jawab mereka bertiga kompak


"oh ya, kapten dari mana? kok baru sampai" tanya teman Alvin ber basa-basi


"saya dari jalan-jalan" jawab Aham seraya melihat ke arah Cecil yang hanya diam saja


"wah enak ya kapten kalau punya pacar?" tanya teman yang satunya


"bukan pacar, tapi tunangan" jawab Aham


"wah"


"kalau begitu saya permisi" ucap Aham


"duluan ya bang" ucap Cecil menyapa semuanya


"siap" jawab rekan Alvin kompak


sepeninggal Aham dan Cecil, Alvin hanya diam saja


"woi vin, kenapa lo?!" tanya temannya


"nggak papa" jawab alvin bohong


"makanya vin, kalau cari saingan itu yang setara gitu sama kita. kalau saingannya kayak gitu yang ada bikin nangis" ucap temannya


"paan sih lo, kalau melangkahnya penuh keyakinan pasti gue berhasil kok" ucap Alvin percaya diri


"seriusan....? beneran...? nanti nangis haha" ejek rekannya membuat Alvin tambah kesal


dia merasa cemburu melihat kapten mereka berjalan dengan Cecil, wanita yang membuatnya langsung jatuh hati pada pandangan pertama...


......................


disisi lain, Aham dan Cecil sudah sampai di depan barak Cecil. mereka berdua berhenti sejenak


"nanti aku hubungi" ucap Aham kepada Cecil


"ya" jawab Cecil kemudian masuk ke dalam baraknya


Cecil merebahkan dirinya di kasur karena merasa sangat capek dengan kegiatannya hari ini...


"hmmm, besok kak Aham udah berangkat" gumamnya


"kodim xx daerah mana sih, kok katanya jauh" ucapnya bertanya dengan dirinya sendiri, Cecil kemudian browsing kodim tersebut


dan benar saja yang keluar ialah kodim di daerah yang jauh dari perkotaan seperti yang mereka tinggali sekarang...


"lah ini kenapa ulasannya katanya susah sinyal sih di sana" gumam Cecil merasa kesal


"nanti gimana kalau kita malah jarang komunikasi ya?" sambungnya


"tenang cil, cuma 1 bulan. masih sisa 11 bulan buat sama-sama disini. nggak sia-sia juga aku ambil pengabdian masyarakat 1 tahun disini" ucap Cecil


tak lama handphonenya berbunyi tanda pesan masuk


"jangan mikirin yang nggak-nggak, meskipun disana susah sinyal aku akan tetep berusaha ngabarin kamu" ucap Aham

__ADS_1


melihat pesan Aham, Cecil langsung membuka jendelanya namun tidak ada siapa-siapa disana..


"wah ngeri, dia bisa denger aku ngomong apa" gumam Cecil


__ADS_2