
alhasil belum menjawab pertanyaan anak itu, Cecil harus pindah ke depan bersama ibu-ibu lainnya...
sedangkan Silvi yang ia tinggalkan sendiri masih bertanya-tanya ditambah ibu-ibu yang menghampiri kakak tadi memanggilkan dengan sebutan Ibu Aham, apa mungkin kakak itu ibunya kak Aham pikirnya...
selesai shalat magrib seperti biasa Cecil menunggu Aham ditemani Titi yang juga menunggu Tino keluar dari masjid, sudah menjadi kebiasaan bagi mereka berdua untuk menunggu para laki-laki tersebut...
Cecil memilih untuk duduk karena kepalanya sedikit pusing, entah apa yang membuatnya pusing ia sendiri tidak tahu...
"kenapa cil?" tanya Titi yang melihat Cecil memegangi kepalanya
"gatau ti, pusing aja tiba-tiba" jawab Cecil
"apa kita duluan aja? biar lo bisa cepat istirahat" tanya Titi yang mengkhawatirkan Cecil
"nggak usah ti nggak papa kok, tunggu mereka aja paling bentar lagi keluar" jawab Cecil
akhirnya Titi mau tidak mau menuruti perkataan Cecil
setelah menunggu beberapa saat Aham dan yang lainnya pun keluar..
"yang kamu kenapa?" tanya Aham yang melihat Cecil sedikit pucat
"kamu sakit ya" ucap Aham sembari menyentuh dahi, pipi dan tangan Cecil untuk memastikan
"aku nggak panas mas" jawab Cecil
"tapi kamu pucat" ucap Aham
"Cecil, ngeluh pusing kak katanya" jawab Titi
"yaudah kita pulang ya" ucap Aham kemudian meraih tubuh Cecil untuk ia gendong
mereka semua berjalan meninggalkan pelataran masjid, banyak yang bertanya mengenai keadaan Cecil mengapa sampai di gendong oleh Aham. alhasil Tino dan Titi tinggal beberapa saat disana untuk menjawab pertanyaan ibu dan bapak...
bersamaan dengan itu Silvi dan salah satu anak prajurit disana yang bahkan tidak mereka kenal, keluar dari masjid dan langsung pulang menuju rumah tanpa ingin mencari tahu info yang sedang di perbincangkan...
"ibu Aham kenapa mbak?" tanya salah satu ibu disana
"oh tadi tiba-tiba pusing Bu" jawab Titi
"mungkin bawaan baby mbak, kalau masih di trimester pertama lebih baik banyak di rumah aja. masih rawan buat kemana-mana" saran ibu lainnya
"iya betul mbak, sama jangan terlalu lama duduk di bawah" tambah salah satu ibu
__ADS_1
"baik Bu terimakasih, akan saya sampaikan ke Bu Aham" jawab Titi
"baik kalau begitu kami permisi dulu Bu" ucap Tino berpamitan
"iya om silahkan" jawab ibu-ibu disana
Titi dan Tino berjalan meninggalkan pelataran masjid menuju rumah Aham dan Cecil...
sementara ibu-ibu disana masih berbincang-bincang mengenai kejadian yang menimpa Cecil tersebut...
"semoga Bu Aham baik-baik saja ya Bu" ucap Bu Eko
"iya Bu, mungkin tadi Bu Aham masuk angin karena awalnya tadi duduk di belakang terus saya minta pindah ke depan" ucap ibu Danyon
"orang hamil muda memang biasa begitu Bu" ucap Bu Roni
......................
Di rumah Aham dan Cecil semua sedang bertanya kepada Cecil apa yang ia inginkan untuk dimakan agar mengurangi rasa pusingnya, sedangkan Aham setelah sampai langsung membuatkan teh panas dan bubur untuk sang istri...
"obat kamu dimana yang?" tanya Aham yang kebingungan mencari obat Cecil dari dokter saat pemeriksaan kandungan satu Minggu yang lalu
karena dokter sudah meresepkan beberapa obat untuk Cecil sebagai antisipasi mabuk saat trimester pertama...
"ini makan dulu ya" ucap Aham menyuapi Cecil dengan bubur yang ia buat
Cecil menerima suapan Aham, namun hanya beberapa suap saja sebagai syarat agar dia bisa meminum obatnya...
"apa gue nginep sini aja ham biar kalau butuh apa-apa enak" ucap Bima
"gimana sayang? Bima nginep sini?" tanya Aham kepada Cecil
"nggak usah kak, habis minum obat ini pasti sembuh kok." jawab Cecil
mereka semua memilih untuk menemani Cecil sembari menunggu adzan shalat isya' , kali ini Cecil dan Titi akan tinggal di rumah sedangkan Aham dan yang lainnya berangkat ke masjid...
setelah mendengar adzan isya'berkumandang, Tino meminta Titi untuk berwudhu terlebih dahulu agar Cecil tidak ditinggalkan sendirian nantinya saat mereka pergi ke masjid...
benar saja setelah meminum obat yang di resep kan oleh dokter cindy rasa pusing di kepala Cecil mulai menghilang, namun karena tidak bisa tidur akhirnya ia berbincang-bincang dengan Titi ...
"eh cil, tadi anak kecil yang duduk di samping lo sebelum shalat itu siapa sih? kok kelihatannya akrab banget sama lo" tanya Titi
"ih akrab dari mana nya" ucap Cecil
__ADS_1
"ya kan tadi gue lihat kalian ngobrol seru gitu" jawab Titi
"idih mana ada serunya, yang ada pengen gue goreng aja itu anak" ucap Cecil
"mengapa temanku menjadi se sadis ini" kata Titi
"dia itu fans nya kak Aham yang pernah gue ceritain sama lo, yang pernah dateng ke rumah minta ketemu sama kak Aham" jawab Cecil
"hah serius lo? anak kecil?" tanya Titi
"ya itu anaknya"
"cil, gue kira se bocil-bocil nya yang lo bilang itu kayak anak kuliahan semester 1 gitu kan masih pantes disebut bocil" ucap Titi
"ini bocil nya bocil lah intinya" jawab Cecil
"terus-terus dia bahas apa aja sama lo tadi?" tanya Titi yang kepo
"bisa-bisanya ya dia kira nama gue Mayang, gara-gara kak Aham manggil gue 'yang' " ucap Cecil menceritakan semuanya
"nggak sekalian ngira nama lo kuyang hahaha" jawab Titi
"terus pas gue mau bilang kalau gue itu istrinya kak Aham, eh Bu Danyon manggil gue buat maju ke depan. gagal pamer deh jadinya" ucap Cecil
"emangnya lo mau pamer tadinya?" tanya Titi
"iya, udah gue siapin kata-kata yang menusuk" jawab Cecil
"spill kata-kata nya bestie" pinta Titi
"tadi nya gue mau pamer 'saya istrinya mas Aham dek, kamu lihat perut buncit saya ini karena ulah siapa? siapa lagi kalau bukan mas Aham yang nggak ngebiarin saya tidur 7 hari 7 malam, jadi deh bibitnya masuk sini.' " jawab Cecil
"harus gitu ya cil ngejelasin 7 hari 7 malam berserta bibit-bibit nya?" tanya Titi
"itu adalah cara jitu menghadapi bibit pelakor ti, bahkan mau gue lebih in yang kak Aham ketagihan nggak mau berhenti tapi kasihan dia kan masih dibawah umur" jawab Cecil
"haduh semenjak sama kak Aham kenapa jadi gitu ya pikiran lo, gue jadi takut kalau habis nikah bakalan ketularan kayak lo" ucap Titi
"malah bagus dong, hal itu yang bikin suami jadi suka deket-deket sama kita. jadi pengetahuan soal itu harus terus dikembangkan ti, meskipun hamil harus tetep bisa melayani suami kapanpun dan dimana pun" jawab Cecil
"haduh stop cil, edukasi lo terlalu vu*gar buat gue yang masih di bawah umur" kata Titi
"eleh dibawah umur apaan, bentar lagi juga gitu" jawab Cecil sembari tertawa
__ADS_1