TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
SAINGAN


__ADS_3

"terimakasih ti" ucap Aisi


"yaudah sekarang kita istirahat yuk, ini udah malam. besok masih ada program kerja yang harus kita kerjakan lagi" ucap Cecil


"yuk yuk" ucap Ratih


setelah mengecek pintu-pintu dan jendela sudah terkunci dengan rapat, mereka masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar...


di sisi lain Tino yang baru turun jaga kembali ke mess melewati rumah yang di tempati Titi dan teman-temannya, ia termenung lama di depan rumah tersebut. ada keinginan untuk mendatangi Titi namun akan menjadi masalah besar jika Aham, Bima dan Riko mengetahui hal tersebut...


"malam bang" ucap juniornya mengagetkan


"ya ampun bikin kaget saja" ucap Tino


"maaf bang tidak sengaja"


"ya nggak masalah" jawab Tino


"izin bang, kenapa abang malam-malam berdiri di sini?" tanya juniornya


"ah nggak papa, saya baru pulang jaga pos. ini mau kembali ke mess nggak sengaja lihat rumah ini kok nggak ada yang jaga?" tanya Tino pura-pura tidak tahu


"izin bang, ada yang berjaga tapi di samping dan belakang"


"oh baiklah kalau gitu, saya kembali ke mess dulu. kamu kembali ke posisi mu semula " ucap Tino


"siap bang"

__ADS_1


Tino berjalan cepat menuju mess, aksinya kali ini di pergoki oleh juniornya sendiri yang pasti membuat dia malu kalau sampai ketahuan. untung saja dia punya pertanyaan yang meyakinkan jadi juniornya tidak curiga...


sedangkan junior yang di pikir Tino tidak curiga itu sebenarnya tahu maksud Tino berdiri di sana, karena terlihat sekali Tino masih menyukai Titi...


"haduh bang Tino bang Tino, kemarin aja di sia-siakan terus pas udah putus masih mantau terus sampai sukses. malam-malam aja masih sempat-sempatnya pantau rumah orang, pas ketemu nggak berani nyapa" ucap junior tersebut.


"kamu kenapa ngedumel gitu" tepuk Bima dari belakang


"siap salah bang"


"kalau Tino masih berusaha deketin Titi terus kamu sama teman-temanmu lihat, tolong lapor ke saya, Aham atau Riko kalaupun kami nggak ada tolong lapor ke teman-temannya Titi" pinta Bima


"siap bang"


"yaudah kalau gitu kembali ke posisi mu semula, saya pamit dulu" ucap Bima


"siap bang"


sesampainya di pos tampak Riko dan adik-adik nya tengah berjaga menunggu kedatangan Bima dan junior lainnya...


setelah melakukan serah terima pergantian jaga, barulah mereka mengobrol, memang menjadi kebiasaan Riko akan tetap berada di pos sampai pagi karena disana juga ada tempat istirahat meskipun kecil...


"kenapa muka lo kusut gitu Bim?" tanya Riko


"kusut gimana?" tanya Bima balik


"seperti banyak pikiran bang" ucap juniornya

__ADS_1


"dari dulu banyak pikiran, kan Bima semua hal di pikirin. Kayaknya kusutnya bukan banyak pikiran ini, cuma memikirkan satu hal yang bikin dia gini" ucap Riko


"udah mulai lagi ini" ucap Bima


"kenapa? Tino lagi?" tanya Riko


"udah nggak tau lagi gue harus ngomong sama Tino pakai bahasa apa, kayaknya dia nggak paham apa yang gue maksud" jawab Bima


"udah dari dulu gue bicara sama dia dari pakai nada rendah sampai nada tinggi, eh nggak ada yang berhenti di pikirannya. masuk telinga kanan, keluar telinga kiri" sambung Bima


"harusnya dia emang nggak pantes nyesel kayak gini sampai mau bicara lagi sama Titi setelah apa yang dia bilang saat putusin Titi" ucap Riko


"mungkin bang Tino baru menyesal bang setelah tahu kalau pilihannya yang sekarang salah" ucap juniornya


"kalau di lihat pakai mata tela*jang juga udah kelihatan kalau emang nggak bener dek, tapi yang namanya cinta buta ya gimana. gue dulu udah berusaha buat sadar in si Tino biar inget kalau udah ada Titi, tapi bukannya sadar malah semakin menjadi" jawab Riko


"kalau begini harusnya dia nggak boleh nyesel sama keputusannya sendiri" ucap Bima


"tapi bang, yang namanya penyesalan pasti datang di akhir. sekarang tergantung gimana kak Titi nya juga, apa dia mau balik sama bang Tino atau nunggu Abang yang nggak pasti-pasti" sindir adiknya itu


"baru juga mau ngomong itu" ucap Riko


"ingat Bim, Lo udah kalah start sekali jangan sampai lo kalah lagi sama orang lain. dengar-dengar ada leting kita di distrik yy udah cari tau soal Titi dari pandu" sambung Riko


pandu adalah salah satu juniornya yang juga ikut membantu Titi dan kawan-kawan dalam program kerja mereka, selain itu saat perkumpulan ada juga perwakilan dari distrik yy yang datang sehingga salah satu dari mereka bisa tahu tentang Titi...


"aduhh bang, jangan sampai kalah start lagi" ucap juniornya

__ADS_1


__ADS_2