
"eh ngapain mandi lagi, tadi udah mandi kan?" tanya mama Isma
"gerah" jawab Aham kemudian berlalu ke dalam kamarnya
Selama Aham mandi, Cecil terlebih dahulu melakukan pemotretan. setelah selesai dia menunggu Aham karena akan mengambil foto berdua...
"pak, boleh saya lihat hasil foto yang tadi?" tanya Aham yang sudah rapi dengan baju dinasnya
akhirnya sang fotografer menunjukkan hasil jepretannya kepada Aham..
"Emm, bisa di ulangi pak. yang seperti ini ya contohnya" ucap Aham meminta sang fotografer untuk mengambil ulang gambar Cecil sesuai arahannya
"Kamu agak miring ke sini"
"Eh sini-sini..."
"senyum dikit"
"agak di angkat kepalanya, jangan kelihatan nunduk"
kira-kira seperti itulah arahan yang diberikan oleh Aham kepadanya
"cocok jadi fotografer" gumam Cecil
sedangkan para orang tua yang melihat tingkah Aham merasa bingung akan kelakuan anaknya, pasalnya yang mereka panggil bukanlah fotografer abal-abal namun tetap salah di mata Aham...
dia tidak mau ada satu kesalahan kecil sekalipun yang dapat menghambat proses pengajuan mereka nantinya..
"Oke udah pak" ucap Aham kepada sang fotografer
Sesi foto dilanjutkan untuk mereka berdua, sama halnya dengan tadi. sekali jepret Aham akan mengecek hasil foto tersebut, jika sesuai akan lanjut dan jika tidak sesuai maka akan di ulang sampai menurutnya pas...
Setelah semuanya beres, Aham dan Cecil langsung duduk di sofa sedangkan fotografer tersebut langsung mencetak hasil jepretannya...
"kalian cepetan ganti baju, itu udah mama siapin buat prewed" ucap mama isma antusias
"hah prewed?" tanya Cecil yang kebingungan
"iya mumpung fotografer nya disini, kalian sekalian prewed aja ya" ucap mama nada
"iya, kalian juga kan belum ada foto yang di Jakarta" sanggah papa tama yang diangguki oleh semua orang disana
"baiklah, kita pakai yang mana dulu?" tanya Aham kepada sang mama
mereka berdua menuruti saja apa yang dikatakan oleh orangtuanya, meskipun mereka sama-sama lelah namun semakin cepat selesai akan semakin baik...
Kira-kira seperti itulah hasil foto mereka berdua...
setelah selesai dengan acara foto-fotonya, mereka mulai menyusun berkas sesuai dengan arahan yang diberikan oleh istri dari komandan Aham...
......................
tepat pukul 8 malam mereka baru selesai mempersiapkan itu semua, sebenarnya mereka sudah mencicil kelengkapannya saat masih berada di Papua jadi hanya ada beberapa tambahan yang perlu di perbaiki...
"huhh akhirnya selesai juga" ucap Cecil
"capek?" tanya Aham
__ADS_1
"lumayan" jawab Cecil sambil tersenyum
"kamu nggak capek?" tanya Cecil
"sedikit" jawab Aham sambil tersenyum
"yaudah tidur gih, besok pagi-pagi kita harus berangkat" ucap Aham kepada Cecil sambil mengelus kepalanya
Saat tidak ada orang tua mereka, Aham tidak sungkan-sungkan untuk menyentuh ataupun membelai rambut Cecil. karena saat ini memang hanya mereka berdua yang ada di ruang keluarga sedangkan yang lainnya sudah tidur terlebih dahulu...
"kamu juga istirahat" ucap Cecil kepada Aham kemudian berlalu masuk ke kamar yang akan di tempati nya
Sepeninggal Cecil, Aham tersenyum bahagia karena apa yang dia rencana kan bisa terlaksana dengan baik sedikit demi sedikit...
Aham kemudian juga masuk ke dalam kamarnya untuk ber istirahat, pastinya hari esok akan lebih melelahkan dibandingkan hari ini...
Di dalam kamar dia tampak merenung, dia berdoa semoga diberikan kelancaran akan usahanya ini..
"semoga semuanya berjalan dengan lancar Ya Allah"
"yang pasti sebelum balik ke Papua Cecil harus udah jadi istri gue" gumamnya
Entah apa yang dia rasakan saat ini, rasanya dia tidak ingin kehilangan Cecil sampai mengambil keputusan besar secepat ini...
beberapa saat kemudian dia akhirnya terlelap karena rasa kantuknya...
......................
Saat sudah memasuki alam mimpinya tiba-tiba ada yang mengusik tidur Aham, yang membuat telfonnya tak henti-hentinya berbunyi...
"siapa sih malam-malam telfon" gumam Aham yang masih memejamkan matanya
kemudian tangannya meraih handphone yang dia tarus di nakas samping tempat tidur, saat melihat nama kontak tersebut dia cepat-cepat bangun dari tidurnya...
"malam ham, maaf ganggu tidurmu" ucap komandan
"siap tidak komandan"
"ada keadaan darurat yang harus segera di selesaikan ham, dan yang terbiasa menanganinya adalah kamu. apa kamu bisa ke kantor sekarang?" tanya komandan tersebut
Aham sejenak berfikir, namun mau bagaimana lagi ini sudah menjadi resiko seorang abdi negara yang harus selalu siap kapan pun dan dimana pun...
sekarang tepat pukul 12 lewat 10 malam, komando dari sang komandan mengharuskan dia untuk pergi. karena di apartemen tersebut pasti semua orang sudah tidur, akhirnya Aham memilih untuk langsung pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu. dia berniat akan mengirim pesan kepada orang tuanya nantinya...
sebenarnya dia tidak ingin pergi karena dia juga harus banyak istirahat untuk besok, namun mau bagaimanapun tanggung jawab seorang kapten tidak bisa di wakilkan kepada bawahannya...
"semoga aja sebelum jam 4 nanti sudah bisa pulang" gumam Aham sembari melajukan mobilnya meninggalkan pelataran apartemen
sesampainya di kantor, sudah banyak anggota yang menunggu kedatangannya termasuk sang komandan...
mereka langsung memulai diskusi, karena masalah yang mereka alami saat ini termasuk berat menyebabkan mereka lupa waktu. Saat adzan subuh berkumandang mereka baru sadar jika saat ini sudah setengah 5 pagi...
Aham menghela nafas panjang saat apa yang mereka diskusikan akhirnya mendapatkan hasil, namun niatnya yang akan kembali sebelum jam 4 terpaksa tidak terealisasi dan lagi dia juga lupa mengabari orang tuanya...
Saat ini pasti semua orang sedang bingung karena dia tidak ada di dalam kamarnya, tanpa pikir panjang Aham langsung berpamitan untuk pulang kepada sang komandan dan teman-temannya...
"Izin komandan" ucap Aham menghadap komandannya
"ya?"
"saya izin undur diri komandan, karena saya harus mempersiapkan diri untuk nanti" ucap Aham kepada komandannya
__ADS_1
"oh iya silahkan"
"siap, terimakasih Ndan" jawab Aham sambil hormat
Aham langsung bergegas keluar dari kantor dan melajukan mobil menuju apartemennya. sebenarnya dia bisa saja mengabari orang tuanya, namun handphonenya low baterai...
"bodoh banget sampai lupa ngabarin lagi" gumam Aham merutuki kebodohannya sendiri
......................
sesampainya di basement dia langsung berlari menuju lift dan naik ke lantai tempat unitnya...
dan benar saja apa yang dia duga, sekarang semua orang di apartemen tersebut sedang berkumpul di ruang tamu dengan raut wajah yang cemas. terlihat Cecil mondar-mandir sambil menelepon seseorang...
Papa Aham yang melihat kedatangan anaknya langsung menuju ke arah Aham...
"kemana aja sih ham?" tanya papa tama
"maaf pa, ada panggilan mendadak" jawab Aham dengan wajah lesu nya
"kenapa nggak ngabarin orang rumah?" tanya mama Aham yang ikut mengintrogasi sekarang
"handphone aham mati ma" jawab Aham
"kamu ini nggak tau apa kalau kita semua khawatir" kata mama Aham
"maaf ma, tadi malam aku mau bangunin kalian nggak tega" jawab Aham
" ya sudah sana istirahat" perintah sang mama
Aham masuk ke dalam dan bertatapan dengan Cecil, dia berhenti tepat di depan Cecil...
"nanti jam 7 kita berangkat yaa" ucap Aham kelada Cecil
"hari ini kakak istirahat aja, kakak capek pasti. kita bisa ke kantor besok kan" ucap Cecil merasa kasihan karena aham terlihat sangat lelah sekarang
"no... aku nggak papa, nanti kita berangkat jam 7 okey" ucap Aham meyakinkan Cecil
"okey" jawab Cecil
"ma, pa, saya istirahat dahulu" pamitnya kepada calon mertuanya
"ya ham, istirahat dulu saja" jawab papa dana dan dijawab anggukan oleh Aham
Aham berlalu masuk ke dalam kamarnya, sedangkan semua orang di sana mulai membubarkan diri dan melanjutkan aktivitas nya yang tertunda karena mencari Aham..
.
.
.
.
.
.
.
maaf ya jika ada keterlambatan update, jaringanku masih sering down gara" hiu nggak ada akhlak 😠..
__ADS_1
dan tugasku juga semakin hari semakin bertambah 😴