
"kan ada keuntungan nya cil, selai nggak bikin malu pas putus juga kayak nggak ada beban yang harus di hapus. kalau di posting kan pasti pas putus harus hapus semua postingan yang udah ada, nah aku paling malas kayak gitu. sebenernya hubungan ku juga ngikutin kamu, tapi bedanya kan kak aham juga tipikal orang yang setia nah aku salah orang" jawab Titi
"aduhhh, dengan kan nak bagaimana aunty mu ini mengeluh tentang percintaannya. semoga nanti kamu lahir, aunty udah punya om yaa" ucap Cecil sembari mengelus perutnya
"hmm gitu amat cil, pokoknya nanti sebelum baby twins bisa ngejek aunty nya akan di usahakan mencari om secepat kilat" jawab Titi tertawa
"ditunggu aunty"
kruuuuuk..... kruuuukkk
"haduh suara perut siapa tu?" tanya Titi
"ini baby kayaknya lapar" jawab Cecil sembari tersenyum mengelus perutnya
"aduh baby twins kasihan di fitnah mama nya terus yaa, udah-udah ini aku bikin api dulu buat hangatin makanan kita" ucap Titi
"yaudah kalau gitu aku ambil makanannya ya, sekalian mau bikin susu" jawab Cecil
"oke"
Cecil masuk ke dalam ruang tamu tempat menyimpan berbagai macam peralatan mereka sekaligus bahan makanan, disana ada Aisi dan Ratih yang sedang mengobrol...
"mau cari apa cil?" tanya Ratih
"ini tih mau ambil bekal yang dibawakan mama tadi, sekalian di hangatin buat makan bareng. itu Titi di belakang lagi buat api" jawab Cecil
__ADS_1
"oh iya? kalau gitu aku mau bantuin Titi dulu aja sekalian siapin alat-alat masaknya biar aku yang bawa" ucap Ratih sembari mengambil alat masak kemudian menyusul Titi ke belakang
"oh iya, aku tadi juga masak sebelum berangkat kesini sekalian kita hangatin aja" ucap Aisi yang memang tadi juga membawa bekal lauk banyak sekali sampai-sampai barang bawaannya melebihi Cecil
"pantesan tadi kok barang bawaanmu banyak banget, ternyata di dalam kopernya terdapat harta Karun" ucap Cecil
"ah kayak kamu nggak aja cil" balas Aisi
"ini kebanyakan malah susu ibu hamil sama makanan yang bisa tahan lama, soalnya aku nggak bisa kalau nggak nyemil sehari aja" jawab Cecil
"nah bagus itu, yang penting kita harus pertahankan berat janinnya agar dia nggak kekurangan nutrisi. nanti aku akan sering-sering masakin kamu makanan yang baik untuk menambah nutrisi ibu hamil ya" ucap Aisi yang memang sudah pernah hamil dan sekarang umur anaknya sudah jalan 2 tahun
"siap mama muda, pokoknya jangan yang berbau bawang merah ya soalnya aku nggak bisa kalau cium bau bawang merah" jawab Cecil
"oh kamu nggak bisa cium bawang merah? tapi aku perhatiin selama ini kamu nggak pernah mual-mual yang parah ya padahal baru masuk trimester pertama" tanya Aisi
"kasihan juga ya wkwk"
"yaudah yuk ke belakang, sini aku bantu bawa" ucap Aisi
Cecil dan Aisi menyusul Titi dan Ratih yang sudah menunggu di belakang
karena api sudah membesar, mereka langsung memasak air untuk di dinginkan dan digunakan sebagai air minum dan tungku yang satu digunakan untuk memanaskan lauk...
karena listrik terbatas, maka mereka hanya menggunakan sebagai penerangan saat malam hari saja. sedangkan untuk memasak mereka hanya menggunakan tungku dan kayu bakar karena tidak ada kompor dan magic com...
__ADS_1
"akhirnya selesai juga" ucap Aisi yang sudah menata makanan di meja ruang tamu
"yaudah yuk makan" ajak Titi
"yuk yuk, bumil daritadi udah lapar" ucap Ratih sembari tersenyum melihat Cecil yang tak henti-hentinya makan makanan ringan sedari tadi mereka menghangatkan makanan
"iya nih, udah habis berapa bungkus sama minum susu tapi kalau belum makan nasi juga belum kenyang rasanya bahkan rasa laparnya nggak berkurang sama sekali" jawab Cecil
"maklum makanan di makan 3 orang sekaligus ya gitu, aku dulu yang cuma berdua aja aduh rasanya nggak bisa kalau disuruh berhenti makan" jawab Aisi
"yaudah makan makan" ucap Titi
mereka mulai makan sore mereka dengan tenang, setelah selesai makan mereka melaksanakan shalat dan ber istirahat sejenak karena hari ini memang belum ada agenda yang akan mereka lakukan...
"hmmm papa nya baby belum kelihatan batang hidungnya sama sekali ya" gumam Cecil tanpa ia sadari terdengar oleh Titi
"gini nih, dulu aja manggilnya sayangku cintaku kok belum kelihatan sekarang udah mau punya baby jadi papanya baby" ucap Titi
"hehehe ayo ti, udah sama kak Bima aja deh. nanti biar kita bisa ketemu tiap hari, terus anak kita jadi saudara deh" jawab Cecil
"aduhh, nanti kita jadi nggak bisa jodohin anak kita kan kalau kita saudara an" ucap Titi tertawa
"bisa kok, kan masih saudara jauh hahaha"
"memaksakan kehendak ini mah" jawab Titi
__ADS_1
"kalau mau jodohin sama anakku aja nanti cil, siapa yang nggak mau punya menantu ganteng" ucap Ratih
"masalahnya kamu aja belum nikah tih, nanti kalau kamu nikah anakmu cowok terus anakku juga cowok gimana? kalau anak kita sama-sama cewek gimana? kalau nggak anakku cewek anakmu cowok, kan jadi anakku sama berondong nanti" ucap Cecil sampai tak henti tertawa