TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
KABAR DARINYA


__ADS_3

"jangan seperti ini, aku jadi nggak yakin mau pergi" bisik Aham tepat di telinga Cecil, Cecil hanya menggelengkan kepala seraya menyeka air matanya


Aham pun membantunya untuk menyeka air mata


Baru kali ini langkah Aham terasa berat saat akan pergi bertugas, entah mengapa dia tidak yakin kali ini. Aham berpindah untuk memeluk Bima.


"Tenang aja ham, lo nggak usah pikirin yang disini. Cecil ada gue yang jagain disini, tapi lo harus janji buat balik tepat waktu sesuai rencana lo yang mau mempercepat pengajuan sama Cecil" bisik Bima kepada Aham


"makasih Bim" jawab Aham kemudian dia berlalu menuju mobil yang akan membawanya pergi selama satu bulan lamanya


"udah dek, jangan jadi cengeng dong. calon ibu persit apalagi istri kapten nggak boleh cengeng kayak gini, malu sama yang lain" ucap Bima berusaha menenangkan Cecil


......................


Hari demi hari Cecil lewati tanpa ada telepon maupun pesan yang Aham kirim, disisi Cecil selalu ada Bima yang memberikan pengertian kepadanya agar tidak berfikir negatif...


Sudah satu Minggu Aham pergi bertugas, hari-hari dijalani Cecil dengan wajah yang bisa dibilang murung. Dia juga sudah mulai masuk di SMA dekat asrama, bisa dibilang saat di sekolah dia akan menunjukan senyum terbaik nya...


Hari ini adalah hari ke 5 dia berada di sekolah tersebut, mulai hari ini dia mendapat tugas untuk mengajar mata pelajaran fisika di beberapa kelas disana...


Setiap berangkat ke sekolah tersebut, Bima , Tino dan Riko selalu bergantian mengantar mereka padahal mereka sudah tahu jalan menuju sekolah itu. Saat Cecil menolak, Bima akan tetap melakukan hal itu...


"kak, kenapa sih di anterin terus! aku ini udah gede, aku juga nggak pikun kok" ucap Cecil sebal


Dia dan Titi sudah berada di dalam mobil yang dikendarai oleh Bima


"ini demi kebaikan lo dek" ucap Bima


tak hanya saat berangkat ke sekolah untuk mengajar, saat berada di asrama pun Bima selalu saja mengawasi Cecil. Setiap makan, Bima selalu duduk di sebelahnya. Bahkan saat berangkat ke masjid selalu saja Bima sudah stay di depan baraknya...


"hmm, serah lah kak" ucap Cecil


"udah kak, aku mau masuk dulu. makasih" ucap Cecil berpamitan kepada Bima sembari bersalaman


"inget jaga mata, udah ada tunangan kan!" ucap Bima saat tahu Kenan dan kedua temannya sudah menunggu Cecil dan Titi tak jauh dari mobil Bima


"siap komandan" ucap Cecil sambil hormat kepada Bima


"yuk cil, masuk dulu ya kak" ucap Titi kepada Bima dan dibalas dengan senyuman dan anggukan


mereka berdua berjalan menghiraukan panggilan dari Kenan dan teman-temannya, dan soal makanan yang diminta oleh Cecil kepada Kenan saat sedang memanas-manasi Aham, makanan itu tidak sampai di tangan Cecil karena Bima sudah lebih dulu me razia barang bawaan mereka sebelum masuk ke asrama...


"Cil" panggil Riski namun tak dihiraukan oleh Cecil


"wah tu anak kenapa sih?" tanya Riski


"nggak tau gue juga" jawab Kenan


"jadi kalian belum denger ya?" tanya Zaki


"apaan?" tanya Riski


"udah jangan deketin Cecil deh, selain kakaknya yang serem. Pacarnya juga serem nih" ucap Zaki


"lo tahu dari mana?" tanya Kenan


kemudian Zaki menunjukan sebuah foto yang di upload oleh Cecil di Instagram...

__ADS_1



(foto yang di upload oleh Cecil dan Aham sebelum Aham berangkat bertugas, foto Aham di upload Cecil dan sebaliknya)


"gila keren banget, kelihatan galak pula" ucap Riski saat melihat foto Aham


"b aja" ucap Kenan


"itu menurut lo Ken, kalau menurut gue ya mending dia ketimbang Lo" ucap Zaki sambil cekikikan


mereka akhirnya masuk ke kelas yang akan mereka ajar...


......................


Cecil memulai kelas paginya, dia memasuki ruang kelas yang sudah terdapat banyak anak di sana...


"Selamat pagi semua" ucap Cecil kepada muridnya


"Pagi Bu" jawab semua muridnya


"Perkenalkan nama saya Cecillia Denada Putri Pradana, biasa dipanggil Cecil. Saya adalah mahasiswa dari Jakarta yang akan mengajar kalian pada mata pelajaran fisika kurang lebih selama satu tahun kedepannya. Jadi mohon bantuannya" ucap Cecil sembari memperlihatkan senyum terbaiknya


"baik Bu" ucap semuanya


"karena saya belum mengenal kalian, bolehkah saya meminta kalian untuk perkenalan?" tanya Cecil


"dengan senang hati ibu cantik" kata salah satu murid laki-laki disana


Perkenalan di mulai sampai menyisakan satu orang murid yang sepertinya sudah di kenal oleh Cecil...


"Iya kakak, eh Bu" jawab Dian


semua mendadak heboh karena Dian sudah mengenal Cecil terlebih dahulu...


"ih kalian kenapa sih pada heboh?" tanya Dian


"jelaskan saja Dian, kenapa kita bisa kenal" pinta Cecil kepada dian


"maju ke depan ya" ucap Cecil


akhirnya Dian maju ke depan untuk menjelaskan kepada teman-temannya agar tidak ada yang kepo lagi, hal itu di ambil oleh Cecil agar saat dia mengajar tidak ada yang berbisik-bisik di belakangnya...


"jadi begini teman-teman...." kata Dian sambil menengok ke arah Cecil dan Cecil mempersilahkan dia berbicara


"Kak Cecil ini sudah dari 1 Minggu lalu bahkan bisa lebih tinggal di asrama TNI, jadi tempat tinggal kita deket. Kita juga sering ketemu kalau ke masjid, dan perlu kalian tahu para ciwi-ciwi.... Kak Cecil ini dekat dengan Kapten tampan bahan halu kalian" sambungnya sambil tertawa


Cecil hanya melongo mendengar penjelasan dari Dian


"Eh ralat, bukan dekat deh... tapi tunangannya" ucap Dian mengagetkan murid-murid tersebut dan bisa diduga yang paling kaget adalah Cecil karena dia tidak pernah mengumbar status mereka ke social media


"wahh" ucap siswi disana


"tapi nggak papa, mereka cocok kok"


"iya serasi banget"


"cantik dan ganteng mah bebas"

__ADS_1


kira-kira seperti itulah yang di ucapkan oleh murid-murid disana...


"jadi benar kan Bu, kalau ibu tunangannya kapten tampan?" tanya dian


Cecil hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Dian , akhirnya Dian dipersilahkan untuk kembali duduk...


"Apakah ada yang di tanyakan lagi ?" tanya Cecil kepada murid-muridnya


"saya Bu" ucap salah satu siswi mengacungkan tangan


"ya silahkan"


"bagaimana awal mula ibu kenal dengan kapten ganteng?" tanya siswi itu yang mendapat dukungan semua siswi di kelas itu


"harus di jawab nih?" tanya Cecil


"iya Bu, jangan buat kami mati penasaran Bu" ucap murid-murid itu


"okey... Jadi beliau kakak kelas saya saat SMP, dan Beliau melanjutkan sekolahnya di Jawa Tengah bersama kakak saya , beliau teman kakak sepupu saya." ucap Cecil


"wahh kakak ibu yang mana Bu?" tanya nya lagi


"kakak saya kak Bima" jawab Cecil


"wah"


"kakak ganteng juga"


"bolehlah kenalin ke kita Bu"


"dia sudah bertunangan" ucap Cecil sambil tertawa


disinilah dia bisa melupakan kesedihannya, dia bisa tertawa dengan lepas tanpa beban. sampai dering telepon di saku nya membuatnya kembali duduk di bangkunya...


"permisi, saya izin angkat telepon ya" ucapnya kepada murid-muridnya , dia belum tahu siapa yang menelepon


saat melihat layar handphonenya, matanya menjadi berbinar-binar karena orang yang selama satu Minggu menghilang sudah mengabarinya sekarang...


"hallo...." ucap Aham di seberang telepon


Cecil mendengar suara yang selama satu Minggu ini tidak di dengar olehnya...


"*cecillia" ucap Aham karena tidak mendapat sahutan


"i... iyaa kak" jawab Cecil terbata-bata karena menahan tangisnya*


dia berdiri dari duduknya, kemudian menghadap ke arah jendela yang ada di samping meja nya...


"*hey... jangan nangis. kamu nggak....." ucap Aham terpotong oleh Cecil


"kakak kemana aja, katanya kalau sudah sampai kasih kabar ke aku. aku nungguin kakak, aku takut terjadi sesuatu sama kakak" ucap Cecil dengan nada lirih mengingat sekarang dia berada di dalam kelas


"maaf... sampai disini tidak ada sinyal, ini saja aku keluar kampung untuk cari sinyal" jawab Aham yang sebenarnya berbohong*


"*maafkan aku, aku nggak bisa berbicara jujur tentang apa yang aku alami saat datang kesini cil. aku nggak mungkin menceritakan tentang pemberontak itu yang akan membuatmu kepikiran" batin Aham


"coba aku ingin melihat calon istri ku" ucap Aham yang sudah mengalihkan teleponnya ke video call*

__ADS_1


__ADS_2