
“mana bisa kayak gitu yang, masak mereka mau bonceng istri seniornya” ucap aham
“bisa lah” jawab cecil
“ayo ayo naik motor” bujuk aham
“nggak, mas nggak ikhlas” jawab cecil
“mana ad mas nggak ikhlas sama istri sendiri, udah ayo naik” ucap aham yang sudah menaiki motornya
Cecil tetap kekeh pada pendiriannya karena baginya aham masih belum peka dan masih belum romantis dalam hal membujuk istrinya…
“masak bujuk istrinya kayak gitu, mana naik motor duluan. Nggak ada niatan gandeng tangan istrinya kek” batin cecil
“dari dulu emang nggak pernah romantis” sambungnya dalam batin
Aham langsung turun dari motornya kemudian mendekat ke arah cecil dan meraih tangan istrinya itu, hal itu membuat cecil sadar bahwa memang aham bisa mengerti apa yang diinginkan cecil…
“ayo sayangku yang cantik, calon mama nggak boleh ngambek an kayak gini ya nanti kasian baby nya” ucap aham
“kenapa kasian baby nya?” tanya cecil
“ya kalau mama nya marah ke papa nya pasti baby nanti kangen sama papa nya karena nggak dijengukin, kan kalau mama nya kangen suka nyuruh papa nya tidur di luar” jawab aham yang spontan mendapatkan pukulan dari cecil
“aku ngambek masih aja bahas gitu” ucap cecil
Disaat bersamaan ada firman yang tak lain adik letting aham lewat menggunakan sepeda motor dan menyapa aham…
“selamat pagi ndan, bu” sapa firman
“pagi” jawab aham
“pagi, kamu mau kemana om?” tanya cecil kepada firman
“oh ini mau ke pasar bu” jawab firman
“saya boleh nebeng nggak ke penginapan x?”tanya cecil kepada firman
Firman yang bingung akan menjawab apa melihat ke arah aham yang tampak menatap ke arahnya dengan memberikan isyarat agar dia menolak cecil…
__ADS_1
“alangkah lebih baiknya ibu sama komandan saja bu” jawab firman sopan
“oh kak aham katanya mules tadi, terus ini saya buru-buru jadi nggak bisa nunggu lama” jawab cecil membuat alasan se kenanya
Firman memandang ke arah aham kembali, namun kali ini aham lebih baik meng iya kan apa yang di inginkan oleh cecil karena dia takut cecil semakin marah…
“baik bu kalau begitu mari” ucap firman dengan sopan
“hati-hati ya man, istri saya lagi hamil” pesan aham kepada firman
“baik ndan, saya izin permisi lebih dulu” jawab firman
Setelah cecil pergi di bonceng firman, aham merutuki kesalahannya sendiri karena dia tidak menuruti keinginan cecil, apalagi dokter dan para mama nya sudah berpesan agar menuruti semua keinginan cecil karena hormon ibu hamil tidak menentu. Aham sebenarnya cemburu jika cecil di bonceng oleh laki-laki lain selain keluarganya, namun hal ini terjadi karena kesalahannya sendiri…
Aham berkaca kekaca spion motonya
“kurang ganteng gimana sih suami mu ini sayang” gumam aham
“pakai minta bonceng firman segala, kalau nggak lagi hamil udah tak kunci dalam kamar kamu sayang biar nggak bisa minta bonceng cowok lain lagi. Masak nggak tahu sih kalau suaminya cemburuan” sambungnya ngomel-ngomel sendiri
Aham memilih untuk cepat-cepat menyusul cecil dan firman karena jika cecil dan aham tidak datang bersamaan maka akan jadi masalah lagi untuk aham, jika sang mama mengetahui cecil marah maka yang di omeli adalah aham…
Dengan kecepatan sedang aham berhasil menyusul motor yang dikendarai firman dan cecil, tampak cecil yang berpegangan di pinggang firman…
“ketawa-ketawa lagi, nggak tau yang disini mendidih apa ya” sambungnya saat melihat cecil tertawa
Mereka ber tiga sampai bersamaan di depan penginapan. setelah mengucapkan terimakasih kepada firman, cecil memilih untuk masuk terlebih dahulu tanpa menunggu aham yang masih mengobrol dengan firman…
“makasih ya man” ucap aham kepada firman
“siap, sama sama ndan” jawab firman
“man, lain kali kalau belanja ke pasar ngajak temen aja ya jangan sendiri. Kamu tau kan istri saya lagi hamil jadi horonnya berubah-ubah, saya takutnya kejadian kayak gini terulang lagi nantinya. Sama kasih tau temenmu ya, suruh boncengan aja kalau lewat depan rumah” pinta aham
“siap ndan akan saya info kan” jawab firman
“yaudah saya masuk dulu ya, hati-hati kamu jangan ugal-ugalan” ucap aham
“siap ndan” jawab firman
__ADS_1
“ada-ada aja kapten abraham, ternyata dia juga takut sama istrinya seperti komandan yang lain. Kira in dengan sikap dingin nya itu dia bisa lawan istrinya, ternyata lunak juga” batinnya
Aham berjalan masuk ke dalam penginapan untuk menyusul cecil yang mungkin saat ini sudah bertemu dengan mama mama nya, dia bahkan sampai berlari untuk ke dlam karena takut cecil akan bicara jika mereka sedang bertengkar ke mama nya. Pastinya hal itu akan membuat hidup aham nantinya akan terancan…
Disisi lain cecil sudah bergabung dengan para mama yang akan melakukan sarapan, mereka semua sudah berkumpul dan hanya menunggu aham karena cecil berkata kalau aham masih di luar…
“pagi semuanya” ucap aham kepada mama maama disana
“pagi ham, kenapa lama sekali nggak masuk-masuk?” tanya mama aham dengan tatapan meng introgasi
“tadi ngobrol sama adek letting ma, kebetulan dia lewat sini tadi” jawab aham santai
“yaudah sini gabung sekalian ham” ajak mama cecil kepada menantunya
Aham memilih duduk di tempat duduk sang mama yang ada di tengah-tengah cecil dan mama cecil, karena di samping kursi cecil ada fia dan aham tidak mengenal wanita itu…
“kamu ngapain duduk disini?” tanya mama aham yang kembali dari mengambil minum dan merasa terganggu karena kursinya di ambil alih oleh anaknya
“aku pengen deket sama mama mertua dan istri ku” jawab aham
“pinter banget ya jawabnya” ucap mama aham kemudian duduk di tengah-tengah cecil dan fia
Aham hanya tersenyum mendengarkan ocehan sang mama yang tiada hentinya, memang seperti itu sang mama jika bertemu Aham dan Cecil. Aham selalu di salahkan dan Cecil selalu di bela...
"oh iya cil, Titi nya mana ya?" tanya mama Cecil
"aku nggak tau ma, tadi aku keluar rumah belum ketemu Titi sama sekali" jawab Cecil
"oh begitu" jawab mama Cecil
"kalau Tino dimana ham?" tanya mama Tino
"waduh kurang tahu ya Tan, mungkin tadi masih antri mandi kali Tan" jawab Aham
"kalian nggak ada kegiatan hari ini?" tanya mama Aham
"aku ada latihan ma hari ini, Cecil juga ke sekolah sampai jam 4 sore" jawab Aham
"oh begitu, yaudah nanti sore mampir sini lagi ya sayang" ucap mama Aham
__ADS_1
"iya ma siap" jawab Cecil
"yaudah kita makan dulu yuk, kita nunggu dua anak itu bisa sampai dua kali lebaran. biasanya anak yang kasmaran gitu naik motonya kayak keong" ucap mama Tino membuat semua orang tertawa