TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
SADAP MENYADAP


__ADS_3

akhirnya Cecil mau menerima handphone aham karena dia juga takut kalau apa yang di post Aham tidak sesuai dengan kehendaknya malah akan memperburuk mood nya...


ia memilih tiga foto yang memiliki latar sama, pertama fotonya menggunakan baju Persit, kedua foto mereka berdua dan ketiga foto Aham menggunakan baju pdh nya...


"udah" ucap Cecil kemudian kembali berbaring memunggungi Aham


aham langsung memposting foto tersebut baik di akun sosial media nya maupun di akun sosial media Cecil...


tak hanya itu, ia juga meng-install aplikasi WhatsApp web agar Cecil dapat mengetahui isi wa Aham saat Aham tidak ada kabar. bahkan sampai aplikasi sosial media lainnya ia clone agar Cecil juga bisa membuka...


begitu halnya dengan handphone aham yang juga di isi dengan berbagai aplikasi untuk menyadap handphone Cecil, hal itu dilakukannya karena takut terjadi sesuatu dengannya...


"udah yang" ucap Aham kepada Cecil


Cecil menerima handphone nya kemudian melihat postingan Aham di sosial media nya


"disitu ada akun clone, aku jadikan 1 folder isinya semua sosial media ku dan juga ada wa web disitu. sebenernya aku mau sadap hp kamu aja langsung, tapi nanti kalau hpku bermasalah malah nggak bisa cek. Aku lakuin semua itu bukan tanpa sebab atau karena aku takut kamu balas-balas chat cowok-cowok saat aku tugas nanti, ini biar kita saling terbuka aja biar nggak ada yang ditutupi. kamu bisa cek hp aku dan aku bisa cek hp kamu" sambungnya menjelaskan


"iyaa mas aku paham" jawab Cecil


"memang kepercayaan itu penting kalau kita jauh, tapi kepercayaan tanpa adanya bukti nyata ataupun usaha buat pasangan makin percaya itu juga salah. Padahal aku nggak minta akun sosial media kamu tapi kamu kasih malah bersyukur banget aku, kamu juga tahu kalau aku ini banyak overthinking dan sering juga negatif thinking ke kamu" ucap Cecil sembari memegang tangan Aham


"Sekarang kamu bisa awasi aku 24 jam, meskipun hanya lewat handphone. Selain itu kamu juga bisa tanya-tanya ke Bima gimana aku disana" jawab Aham


"kalau itu pasti aku bakalan tanya ke kak Bima" ucap Cecil


"udah tenang kan, nggak usah mikirin yang enggak-enggak. Mas mu ini ya cuma buat kamu aja bukan buat yang lain, disana mas akan jaga diri jaga hati juga dan disini kamu pastinya harus melakukan itu juga" ucap Aham


"udah pasti mas, ya kali di bela-belain jomblo bertahun-tahun mau lepas gitu aja" jawab Cecil


"ih gemes deh" ucap Aham sembari mencubit pipi Cecil


tiba-tiba perut Cecil berbunyi


"kamu laper yang?" tanya Aham


"iyaa mas" jawab Cecil


"ayo makan kalau gitu" ajak Aham


"tapi mas"


"tapi kenapa?" tanya Aham


"aku pengen makan sesuatu boleh?" tanya Cecil


"makan apa sayang, aku cariin" jawab Aham

__ADS_1


"nggak cari kok ini, aku pengen makan mie buatan mas" ucap Cecil


"yaudah aku buatin, kamu tunggu disini dulu ya" jawab Aham


"aku ikut aja, aku pengen lihat mas buat" ucap Cecil


akhirnya Aham membuatkan mie untuk Cecil terlebih dahulu dan yang pasti dengan pengawasan Cecil, dia disana memberikan arahan kepada Aham tentang mie apa yang ia inginkan...


......................


disisi lain, Titi dan Tino yang keluar dari rumah Aham berjalan pelan karena mereka belum ingin berpisah, hanya karena pertengkaran Aham dan Cecil saja membuat mereka harus pulang...


"Emm sayang" ucap Tino memanggil Titi


"kenapa kak?" tanya Titi


"aku boleh pinjam handphone kamu nggak?" tanya Tino


"ini" Titi memberikan handphone kepada Tino


"ini kamu pegang handphone ku ya" pinta Tino


"buat apa kak?" tanya Titi


"handphone mu aku bawa ke asrama dulu ya, mau ku tambahin aplikasi buat kita LDR an nanti. ini handphone ku kamu pegang, jadi kamu nggak jenuh nunggu" jawab Tino


"nanti kalau semisal ada telepon, aku langsung bisa sambungin ke kamu" ucap Tino


"iya kak"


"yaudah kalau gitu aku kembali ke barak dulu ya, nggak enak kalau ada orang-orang yang lihat" ucap Tino


"iya kak" jawab Titi


Tino melangkah pergi menuju baraknya sementara Titi kembali ke rumahnya...


.


sesampainya di barak, Tino melihat rekan-rekannya yang sudah bersiap mengemasi barang-barang yang mereka perlukan selama beberapa bulan nanti. Sisanya seperti sepatu atau sendal untuk main tetap mereka simpan di barak ini atau mungkin mereka akan menitipkan di rumah Aham agar tidak banyak barang yang mereka bawa nantinya...


"sudah kemas semua ya?" tanya Tino berjalan masuk


"siap bang sudah" jawab Heri


"Abang belum kemas bang?" tanya Rusdi


"belum, nanti saja malam juga nggak ada kegiatan" jawab Tino

__ADS_1


"sepertinya Abang kita ini enggan pergi" ucap Heri kepada Rusdi


"tenang bang, kalau sudah di ikat nggak akan kemana. apalagi kakak pasti sudah Abang hipnotis jadi tidak ada yang menarik lagi selain Abang" ucap Rusdi


"wah parah lo no, lo guna-guna Titi?" tanya Bima


"mana ada gue guna-guna" jawab Tino


"Rusdi push up 5 kali" ucap Tino


"siap salah bang" jawab Rusdi kemudian push up 5 kali sesuai permintaan Tino


"Weh ngapain Rusdi push up?" tanya Riko yang baru datang


"dia bilang Tino guna-guna Titi hahaha" jawab Bima


"tapi gue juga terheran-heran sih kok Titi bisa mau sama Tino, kan dulu kayak kucing sama tikus" jawab Riko


"Lo ya, baru dateng juga" ucap Tino


"haha ampun no" jawab Riko


"Abang mu itu masih bucin-bucin nya, nggak ketemu beberapa jam ada nyariin. sebenernya yang bucin itu Abang kalian ini bukan cewe nya" sambung Riko sembari tertawa


"gue timpuk guling baru tahu rasa lo ko" ucap Tino


"santai brodie" jawab Riko


"oh ya lo nggak siap-siap no?" sambung Riko bertanya


"ntar malam aja gue siap-siap" jawab Tino


Tino lebih memilih untuk melepas sepatunya kemudian berganti baju menggunakan baju santai, barulah ia merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya...


Tino membuka handphone Titi, menambahkan aplikasi clone seperti Aham menambahkan di handphone nya. Kemudian ia juga menambahkan seluruh sosial media nya di handphone Titi, dan tak lupa ia mengganti wallpaper handphone Titi dengan foto mereka berdua...


"sibuk bener, ngapain no?" tanya Riko yang duduk di kasur miliknya


"lagi install aplikasi" jawab Tino


"handphone Titi ya itu?" tanya Riko


"iyaa"


"gue nggak yakin sih lo bisa pantau Titi 24 jam, kan disana jarang ada sinyal" ucap Riko


"meskipun nggak bisa pantau, se enggak nya Titi bisa pantau akun sosial media gue. kalau gue percaya aja apa yang di lakukan sama Titi " jawab Tino

__ADS_1


__ADS_2