
tiba-tiba saja Cecil mencium parfum yang sangat familiar menurutnya, hal itu membuatnya sedikit tenang karena bisa saja yang duduk di sebelahnya ialah orang yang dia harapkan...
saat mendongakkan kepala, ternyata indera penciuman nya memang benar-benar pintar. Aham lah yang duduk di sampingnya, dia duduk tegap di samping Cecil, pandangannya lurus kedepan tanpa menengok ke kanan maupun kiri...
"syukurlah kak Aham yang di sampingku" batinnya sambil melihat ke arah Aham
beberapa orang yang berada di sekitar Cecil pasti lah menyadari tatapan Cecil kepada Aham, begitu juga dengan Aham yang dipandang terus menerus oleh sang tunangan...
"kenapa orang-orang lihatin ke arah gue sih" batin Aham sambil menggerakkan mata nya ke arah kanan dan kiri
"ya Tuhan. Cecil kenapa juga lihatin sampai kayak gitu" sambungnya setelah melirik ke arah Cecil
"khem.. khem.." deheman Aham membuyarkan pandangan Cecil ke arahnya begitupun orang-orang yang sedari tadi memperhatikan mereka
Cecil sontak gelagapan karena kaget dengan deheman Aham
"haduh ini mata kenapa sih nggak bisa di kontrol, jadi malu kan kalau kayak gini" batin Cecil sambil menundukkan kepalanya untuk menutupi rasa malu nya karena banyak orang yang memperhatikan sedari tadi
untungnya acara makan sore tersebut segera di mulai, sehingga Cecil tidak harus berlama-lama lagi menahan malu karena ulahnya sendiri...
setelah acara makan mereka selesai dilanjutkan dengan sesi santai namun tempatnya tetap di tempat makan, ada seorang prajurit yang sudah memiliki berbagai pengalaman bercerita tentang kehidupannya...
"Saya sudah 27 tahun menjadi prajurit, dari umur 20 tahun saat itu. Namun saya salut dengan kesuksesan dan tekad prajurit muda sekarang seperti Kapten Abraham, di umurnya yang masih sangat muda saja sudah banyak penghargaan yang di raihnya. Tak hanya penghargaan dari pemerintah tapi juga dari para cewek-cewek di sekitarnya, bahkan ibu-ibu saja mengidolakan kapten loh. benar tidak?" ucap prajurit tersebut
"siap benar" jawab semua prajurit disana, namun Aham hanya diam saja
"kalian tahu tidak satu bulan sebelum kapten sampai disini, ibu-ibu dan para anak gadis di sini sudah mengetahui kabar tersebut. saya sampai heran, tahu dari mana gitu"
"haduh Ndan, baru juga baikan ini" batin Aham sembari melirik Cecil yang sudah berubah raut wajahnya
"mumpung disini nih kapten, banyak loh cewek-cewek cantik baik dari dalam asrama maupun sekitar asrama. Tinggal pilih saja, atau mau nunggu anak saya lulus SMA dulu. dia juga fans nya kapten" sambungnya sambil tertawa
"bapak-bapak ini kalau ngomong se enaknya aja sih, pak ini disini ada tunangannya" batin Cecil yang sudah mengepalkan tangannya di atas meja
hal tersebut tak luput dari perhatian Bima, tiba-tiba Bima mengangkat tangannya tanda memberi isyarat untuk menyanggah ucapan prajurit tersebut..
"ya silahkan" ucap prajurit tersebut setelah melihat Bima mengangkat tangannya
"Saya Serda Bima izin menyanggah pernyataan komandan terkait status asmara kapten Abraham" ucap Bima yang sudah berdiri tegap
"baik silahkan"
"siap, kapten sudah bertunangan Ndan. " ucap Bima
"makasih banget Bim, hutang pertolongan sama lo Bim" batin Aham merasa lega
"apakah betul kapten?" tanya prajurit tersebut kepada Aham
__ADS_1
Aham pun berdiri untuk menjawab pertanyaan tersebut
"izin menjawab, siap benar apa yang dikatakan oleh Serda Bima Ndan. saya sudah bertunangan beberapa bulan lalu" jawab Aham
"silahkan duduk Kapten juga Serda Bima" ucap komandan kepada Bima
"siap"
"Ternyata sudah ada tunangannya, baik. untuk kalian yang sudah memiliki pasangan, jaga hubungan kalian. meskipun kalian sedang LDR, kesetiaan kalian sangat di uji dalam hal itu. ingat! seorang prajurit adalah seorang yang memiliki sikap dan sifat setia. kalian mengerti?!" ucapnya
"siap mengerti " jawab semuanya yang ada di sana
setelah acara itu mereka semua kembali ke tempat masing-masing, malam ini memang tidak ada tugas untuk mereka karena masih dalam masa istirahat sejenak...
Aham dan Cecil yang sebelumnya berjanjian untuk keluar jam 7.00 malam, mengurungkan niatnya. mereka akan keluar setelah teman-temannya pergi terlebih dahulu, mereka berdua masih terlihat malu jika harus ketahuan jalan berdua..
"cil, gue jalan dulu ya. kakak-kakak udah nunggu in di luar nih" ucap Titi kepada cecil
"oke, hati-hati ya" jawab Cecil
Cecil mengantarkan Titi ke depan, dan benar saja sudah ada kak Bima, kak Tino dan kak Riko di sana. mereka tampak menggunakan pakaian bebas namun tetap terlihat ketegapan mereka...
"titip Titi ya kakak-kakak, kalau nakal tinggalin aja di sebrang jalan" ucap Cecil sambil terkekeh
"ahaha, siap cil. yaudah kita-kita bernagkat dulu ya, kalau ada apa-apa chat di grup ya" ucap Tino kepada Cecil
sepeninggal kakak dan juga temannya, Cecil kembali masuk ke dalam kamarnya menunggu chat dari Aham untuk mengajaknya keluar...
Cecil menunggu sekitar 30 menit sampai tiba-tiba ada yang mengetok pintu baraknya...
tok... tok... tok...
"siapa ya malam-malam gini" gumam Cecil kemudian berjalan menuju pintu utama
"ya sebentar" jawab Cecil sembari berjalan
"siapa y...." ucap Cecil terpotong setelah melihat siapa yang ada di depannya
"ayo berangkat sekarang" sambungnya mengajak Cecil yang hanya bengong di hadapannya
"oh ayo, aku ambil tas dulu" ucap Cecil namun di tahan oleh Aham
"nggak usah bawa tas, kan aku yang ngajak jalan. kalau butuh buat naruh hp, sini aku bawain" sambungnya
"emm yaudah aku tutup pintu dulu"
mereka berjalan beriringan, tampak suasana hening mulai menyelimuti perjalanan mereka. mereka keluar melalui pintu utama jadi wajar saja jika harus melewati beberapa pos penjagaan...
__ADS_1
"selamat malam kapten" sapa salah seorang prajurit yang tak lain adalah teman Alvin yang sedang berjaga
"malam" jawab aham dingin
setelah keluar dari sana, mereka yang memilih untuk berjalan kaki menuju taman yang menyediakan banyak food court namun tempatnya tak jauh dari asrama...
mereka berkeliling terlebih dahulu untuk membeli makanan setelah itu barulah mencari tempat duduk di sana...
"maaf ya molor 30 menit, tadi pulang dari masjid aku diminta mampir ke asrama salah satu prajurit disini dan dikenalin ke keluarganya jadinya lama disana." ucap Aham membuka percakapan dengan Cecil setelah mendapatkan tempat duduk
"keluarganya?" tanya Cecil
setelah mendengar cerita dari prajurit tadi, Cecil terus saja berfikir bahwa dirinya harus tetap waspada jika ada orang yang akan mendekati Aham. Terlebih pesona Aham sudah terkenal dimana-mana...
"iya keluarganya" jawab Aham
"oh" Cecil hanya ber oh ria, dia bingung harus bersikap bagaimana
dia takut jika sikap cemburunya tidak di respon oleh Aham. Namum sepertinya Aham mengerti apa yang difikirkan oleh Cecil
"mereka nggak punya anak cewek kok" ucap Aham tiba-tiba membuat Cecil langsung menghadap ke arahnya
"aku tau apa yang kamu fikirin cil" sambungnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa vote yaa 🥰🥰🥰
__ADS_1