TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
MAMAS GANTENG


__ADS_3

"ciyee di anterin siapa itu?" tanya salah satu guru disana yang dekat dengan Titi


"hehe ibu, tau aja ibu ini" jawab Titi


"ya tau dong ti, lagian kamu ini ibu pagi-pagi cepet-cepet ke sekolah mau sarapan di kantin. eh sampai gerbang malah sarapan lihat orang bucin"


ucap Bu Ita


"kamu meneruskan jejak Cecil yaa, sama mamas loreng. Ibu bersyukur karena kamu dapat jodoh, biar nggak jadi sad girl terus-menerus" sambung Bu Ita


"sad girl banget ya Bu?" tanya Titi


"iya ti dari awal disini ibu ngerasa kasihan karena kamu sering ditinggalin Cecil kencan" jawab Bu Ita


"sekarang ada mamas loreng yang temani kamu kan" sambungnya


"kenapa sebutannya mamas loreng Bu?" tanya Titi


"kalau ibu mau panggil mereka Abang kan nggak pantes" jawab Bu Ita sambil tertawa


"biasanya mereka dipanggil dengan sebutan Om Bu sama ibu-ibu di asrama" ucap Titi


"memang kamu mau kalau pacar kamu ibu panggil om?" tanya Bu Ita


"ya enggak sih Bu, kak Tino belum tua-tua banget sih meskipun udah ada ubannya" jawab Titi


"kamu ini ti ada-ada aja, mana ada mamas ganteng kayak gitu ber uban" ucap Bu Ita


"hehe, siapa tau Bu kan dia banyak mikir" jawab Titi


"udah jangan di omongin, kasihan nanti dia kalau makan kesedak"


"iya Bu" jawab Titi sembari tersenyum


"masak sih ganteng Bu?" tanya Titi


"kalau cowok kayak gitu nggak ganteng, pasti yang lihat itu pakai kacamata +100" jawab Bu Ita


"buram banget dong Bu haha" ucap Titi


"oh iya Bu saya duluan ya, karena jadwal saya di lantai 2. Sama ini Bu, surat izinnya Cecil, dia mungkin akan telat datang tapi ini izin tidak masuk karena takutnya nanti acaranya belum selesai" ucap Titi


"oh iya ti, ada acara ya?" tanya Bu Ita


"iya Bu, pembukaan LDK" jawab Titi


"wah hati-hati ti, awasi pacar kamu jangan sampai tergoda haha" ucap Bu Ita sembari tertawa


"insyaallah terjamin kesetiaannya, sudah ada label dari MUI sama NSI Bu" jawab Titi


"baik kalau begitu saya permisi Bu" pamit Titi naik ke atas


"iya ti"

__ADS_1


Disepanjang jalan menuju kelas senyum Titi selalu terpancar, raut kebahagiaan terukir jelas di wajahnya...


"aduh kenapa kebayang kak Tino terus sih" gumam Titi


"nanti ketemu mamanya lagi, aku harus gimana ya" pikir Titi karena hari ini pertama kalinya dia akan bertemu dengan mama Tino


asyik dengan lamunannya sampai tidak sadar dia menabrak pintu ruang kelasnya


brakk....


suaranya terdengar sangat nyaring membuat murid yang ada di dalam kelas kaget karena ulah Titi. sementara Titi yang menabrak pintu menanggung malu dan sakit yang sangat...


"Aduhhh" ucap Titi reflek


"ibu nggak papa?" tanya salah satu siswi


"haa?" tanya Titi yang masih bingung


"ibu nggak papa?" tanya yang lain


"eng... enggak kok" jawab Titi sembari tersenyum karena malu


Titi berjalan ke meja nya dan akan memulai kelasnya, saat akan membuka tas handphonenya berbunyi tanda wa masuk ..


sang pengirim wa tak lain adalah seseorang yang membuatnya menabrak pintu, yaitu Tino...


.....WhatsApp.....


"Semangat sayang" isi pesan Tino


"❤️❤️❤️❤️"


"terimakasih ☺️" jawab Titi


............................


Titi sebenarnya ingin membalas gombalan Tino tapi dia tidak berani melakukan hal itu, ini adalah kali pertama Titi mendapatkan perhatian seperti itu dari seorang laki-laki...


......................


Disisi lain Cecil yang sedang mengikuti upacara pembukaan merasa bosan karena ini kali pertama baginya mengikuti upacara seperti ini, jika biasanya dia akan menjadi peserta namun kali ini ia harus duduk di samping Aham dan anggota lainnya...


"huffttt" Cecil meniup keningnya dengan mulut yang menyembik


"ada apa sayang?" tanya Aham


"Mas mulai jam berapa?" tanya Cecil berbisik kepada Aham


"sebentar lagi sayang" jawab Aham


"kamu nggak papa kan? mau minum? apa mau permen?" tanya Aham


"enggak mas, kayak anak kecil aja aku ditawari permen" jawab Cecil

__ADS_1


"terus mau apa sayang?" tanya Aham lagi


"gerah mas, mataharinya terik banget hari ini" jawab Cecil


Aham mengambil kipas yang ada di sakunya, sebelumnya dia memang sudah menyiapkan apa kebutuhan Cecil. Mengingat karena kehamilannya mood Cecil menjadi berubah-ubah sehingga Aham harus menyiapkan hal-hal yang akan dibutuhkan Cecil saat-saat tertentu


Aham mengipasi Cecil dengan telaten, hal itu membuat Cecil kaget dia bertanya-tanya darimana Aham mendapat kipas itu


"mas?" panggil Cecil


"iya sayang kenapa?" tanya Aham


"kamu dapat kipas darimana?" tanya Cecil


"aku bawa tadi" jawab Aham


"kan aku nggak punya kipas kayak gitu" ucap Cecil bertanya-tanya


"aku beli sayang waktu kamu jalan ke street food waktu itu" jawab Aham


Cecil hanya menggeleng-geleng kan kepala mendengar jawaban Aham, bahkan Aham sudah membelikan banyak barang yang bahkan belum Cecil perlukan. Dia hanya ingin saat Cecil memerlukannya, Cecil tidak perlu mencari-cari keluar lagi...


kemesraan Aham dan Cecil menjadi pemandangan yang indah bagi para anggota yang lain, apalagi anggota yang bertugas sedari dulu bersama Aham. kebanyakan dari mereka mengetahui cerita percintaan Aham dan Cecil yang tidak mudah...


upacara pembukaan dimulai dengan lancar dan tanpa halangan, sedari tadi Cecil mencari keberadaan Bima yang entah kemana. bahkan Aham pun tidak tahu kemana perginya Bima


"mas, kak Bima nggak ikut upacara?" tanya Cecil saat berjalan dengan Aham menuju rumah mereka


"harusnya ikut sayang" jawab Aham


"tapi tadi nggak ada tuh" ucap Cecil


"mungkin dia dibelakang sayang, dia bagian jaga belakang soalnya" jawab Aham


"oh begitu" ucap Cecil


"iya, ada apa sayang?" tanya Aham


"enggak mas, kak Bima akhir-akhir ini nggak kelihatan. dia juga jarang ke rumah, biasanya pagi-pagi udah ke rumah kan" jawab Cecil


"mungkin di barak ada kesibukan sayang, kan kita nggak tahu kegiatan apa yang dilakukan sama barak bujang diluar kegiatan yang sudah di jadwal" ucap Aham


"coba dong mas chat kak Bima nya, bilang kalau mas mau ngomongin kegiatan apa gimana gitu dongg. soalnya aku chat kak Bima nggak di balas" pinta Cecil


"iya sayang, nanti aku chat Bima ya. handphone ku aku taruh di rumah soalnya" jawab Aham


......................


di lain tempat, orang yang sedang mereka bicarakan sedang menyendiri di sebuah taman yang ada di ujung asrama ...


dia tak lain adalah Bima, sedari pagi dia duduk termenung sendiri di taman itu. entah apa yang dia pikirkan namun tidak ada satu orangpun yang tahu akan hal itu ...


"Ya Allah, berat sekali cobaan ini" ucap Bima sembari memegang foto rindi yang masih dia simpan sampai saat ini

__ADS_1


setelah mendapat pesan dari Aham, dia bergegas untuk datang ke rumah Aham. dia berfikir bahwa Cecil tidak ada di rumah sehingga dia meng iya kan ucapan Aham ...


__ADS_2