TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
KETUKAN


__ADS_3

"gue kira lo tidur sambil melek" ucap Bima sembari tertawa


"eh itu si bos ngapain tidur disini?" tanya Bima yang melihat Aham tidur di barak


"nggak bisa tidur di rumah katanya" jawab Tino


"alah gitu ya pengantin baru, dulu aja tidur di hutan sendirian iya iya aja tu bocah. sekarang habis nikah ditinggal istrinya nginep sehari aja udah nggak bisa tidur, pake acara video call nggak di matiin lagi" ucap Bima


"itu namanya sleep call b*go" umpat Riko


"santai ko haha" ucap Tino tertawa


mereka bertiga memang terbiasa tidur larut malam bahkan bisa jam 1 pagi mereka baru tidur, maka dari itu tidak heran jika sekarang mereka masih bercanda ...


"main PS yuk" ajak Bima


"emang anak-anak pada selesai main nya?" tanya Tino


"udah, mereka keluar cari angin katanya" jawab Bima


"ya elah, angin aja di cari" kata Riko


"kayak lo dulu nggak gitu aja ko, bahkan lo hampir tiap malam keluar dengan alasan cari makan padahal mah ngopi" ucap Tino


"suntuk no di barak terus, tiap jam menit detik yang dilihat mata cuma warna hijau-hijau" jawab Riko


"ya kalau lo lihatnya warna coklat-coklat jadi lo lagi di asrama polisi" jawab Bima


"yaudah kuy main" ajak Tino


dia berjalan terlebih dahulu menuju tempat main PS, disana sudah tampak sepi karena yang tadi main PS sudah pergi entah kemana...


di tengah-tengah permainan, Bima bertanya kepada Riko mengenai fia yang tak lain adalah mantan nya...


"eh ko, gue mau tanya serius sama lo" ucap Bima


"mau tanya apa?" tanya Riko

__ADS_1


"soal fia" jawab Bima


"tanya apa emangnya?" tanya Riko yang masih fokus dengan permainannya


"fia itu gimana sih orangnya?" tanya Bima


"kalau yang lo tanya in itu, gue rasa fia dulu sama sekarang udah jauh beda Bim." jawab Riko


"beda gimana maksudnya?" tanya Bima


"fia yang dulu gue kenal dia pendiam banget, nggak pernah deketin cowok dulu an kayak sekarang. bahkan untuk dulu dia jaga banget pandangannya, fia dulu berhijab tapi sekarang lo lihat sendiri kan" jawab Riko


"gue kaget pas awal ketemu di bandara, bahkan gue sampai hampir nggak mengenali fia karena rambutnya yang terlihat tanpa pakai hijab. ditambah adu an Cecil tadi dan gue lihat sendiri gimana sikap fia ke Tino sama Aham, itu bukan fia yang dulu Bim" sambungnya


"gue aja kaget sama sikap dia. tadi sebelum kalian datang, gue sama Aham udah di hujan in berbagai pertanyaan yang sebenernya bisa di tanya in ke Bima sih. gue sama Aham sampai pindah ke taman belakang karena ya lo tau sendiri kalau Aham itu nggak banyak ngomong dan cuma hal-hal penting aja yang di jawab sama dia, semua pertanyaan di lempar ke gue yang notabene gue orangnya nggak suka ngomong banyak" ucap Tino


"pas gue sama Aham udah pindah ke belakang, selang 30 menit an Cecil sama Titi nyusul tiba-tiba. paling selang 15 menitan gitu si fia dateng ke belakang bawa minum tapi cuma dua, katanya buat gue sama Aham tapi untung nya udah ada Cecil sama Titi jadi yang ngadepin si fia ya mereka berdua" sambungnya


"gue juga kepikiran omongan Cecil sebenernya, karena apa yang dia bilang pasti bakal an terjadi. tapi perjodohan ini yang buat kesepakatan bukan mama gue tapi papa gue, jadi akan sedikit susah kalau berhubungan sama papa" jawab Bima


"ya, papa sama papa nya fia itu jalin kerjasama di Singapura" jawab Bima


"gue yang selama itu pacaran sama fia aja nggak pernah ketemu sama papa fia, setahu gue fia disini cuma tinggal sama mama nya. jadi tiap main atau apapun itu yang berhubungan sama fia, gue cuma ketemu sama mama nya" ucap Riko


"kata mama gue sih si fia itu anak broken home, mama nya udah meninggal 2 tahun lalu. dan sekarang dia ikut tinggal sama papa nya" jawab Bima


"mungkin itu juga yang mendasari perubahan sikap fia sekarang ini" sambung Bima


"terus lo akan bersikap gimana sama hubungan lo kali ini?" tanya Tino


"gue tetep akan jalanin hubungan ini, se toxic apa pun hubungan ini pasti nanti akan berakhir baik juga kalau gue bisa mengontrol semuanya" jawab Bima


"keputusan yang bagus sih Bim, tapi lo harus ingat jangan sampai dia mengusik hubungan Aham sama Cecil maupun Titi sama Tino" pesan Riko


"mungkin kali ini gue bakal ambil langkah yang sama kayak gue jalin hubungan sama Rindi ko, meskipun saat sama Rindi itu pure kemauan gue dan kali ini gue harus ngejalanin karena kemauan bokap gue" jawab Bima


"jalanin semuanya dengan ikhlas bro, lo tau kan kalau karma itu real dan instan. mungkin ini salah satu dari karma lo" ucap Tino kepada Bima

__ADS_1


"udah ya, gue mau tidur dulu udah ngantuk" sambungnya kemudian berdiri meninggalkan Riko dan Bima yang masih terpaku dengan ucapan Tino


"apa yang dibilang Tino ada bener nya Bim, mungkin ini karma yang lo dapat karena menyia-nyia kan Titi waktu itu" imbuh Riko


"gue tahu ko, gue emang salah dan gue harus terima konsekuensinya" jawab Bima


"dah lanjut main aja, nggak baik malam-malam mikir yang berat-berat" ucap Riko


mereka melanjutkan permainannya sampai kira-kira pukul setengah 1 pagi, barulah mereka bergegas untuk tidur...


......................


disisi lain Titi dan Cecil yang baru tertidur beberapa jam harus terbangun karena suara ketukan pintu yang menganggu telinga mereka berdua...


"ti, siapa malam-malam gini ya?" tanya Cecil yang melihat Titi juga bangun


"nggak tahu cil, apa mungkin mama ya?" tanya Titi balik


"ayo coba kita lihat" ajak Cecil


"dilihat lewat lubang pintu aja cil" jawab Titi lirih


Aham yang mendengar bisik-bisik antara Titi dan Cecil pun terbangun karena telepon mereka masih tersambung...


"ada apa sayang?" tanya Aham sembari menguap


"ini mas ada yang ketuk-ketuk pintu dari tadi, mungkin mama nyari aku sama Titi" jawab Cecil berfikir positif


"memang manggil nama kamu?" tanya Aham


"nggak sih, cuma tebak aja karena tadi kan kita berdua nggak pamit pindah" jawab Cecil


"kamu lihat dari lubang kunci aja, aku tadi sempet lihat kalau di lubang kunci itu ada lubang kecil" ucap Aham


"iya mas" jawab Cecil


"ti kata kak Aham disuruh lihat lewat lubang kunci aja, ada lubang kecil di sampingnya" ucap Cecil kepada Titi

__ADS_1


__ADS_2