TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
WANGI KHAS


__ADS_3

"ih papa kok ngejekin terus sih" ucap Titi malu


"udah yuk masuk, jangan di luar terus. Itu di dalam ada papa mertua mu juga" ucap papa Cecil


"papi juga dateng kesini?" tanya Cecil antusias


"iya dong, papi juga mau jengukin menantu sama cucu lalu" jawab sang papa mertua


"ma, tokoh utama nya sudah pada datang ini" seru papa Cecil kepada sang istri yang tengah sibuk di dapur


"anak mama udah datang ya" ucap mama Cecil


"duduk dulu ya, ini makanannya sebentar lagi akan siap" ucap mama Aham


tak lama hidangan makan siang setengah sore pun sudah datang


"kok makan nya jam segini ma?" tanya Cecil kepada mama nya dan sang mertua


"papa sama papi kamu baru sampai, mereka katanya kelaparan jadi yaudah mama masak banyak sekalian kan kamu juga mau datang" ucap sang mama mertua


"Aham juga udah kasih tau mama apa aja yang sering kamu makan dan di jam berapa saja kamu makan, jadi mama sudah menyiapkan semuanya" ucap mama Cecil sembari menunjuk meja di dapur


disana terlihat begitu banyaknya makanan, ada buah, sayur, bahan makanan seperti tepung, bumbu-bumbu, dan minuman yang biasa di beli oleh Cecil...


"banyak sekali ma" ucap Cecil melongo


"itu cuma sedikit sayang, kamu kalau di rumah aja biasanya bisa habisin per buah nya satu kilo kan dulu" ucap sang ayah


"ih papa, jangan bilang-bilang" jawab Cecil menahan malu karena memang dia dulu suka sekali makan buah-buahan bahkan sehari bisa tiga sampai empat kali minta dikupas kan buah


"udah-udah intinya itu semua harus habis dalam satu minggu ya, buat kamu sama Titi juga jadi nggak usah khawatir kalau nggak habis" ucap sang mama


"yaudah ayo makan, nanti keburu dingin makanannya" ucap sang papa mertua


"bilang aja kalau papi udah lapar" jawab mama Aham


"hehehe mama tau aja" jawab papa Aham


"yasudah mari makan"


mereka memulai makan dengan tenang tanpa ada pembicaraan sedikit pun, selesai makan mereka masih duduk sembari memakan buah-buahan kupas yang sudah di siapkan...

__ADS_1


"setelah ini kita jadi kan jalan-jalan?" tanya Papa Aham


"jadi dong Pi" jawab mama Aham


"mau kemana ma?" tanya Cecil


"ke Merauke" jawab mama Aham sumringah


Cecil hanya melongo mendengar ucapan mama Aham


"haa, nggak kejauhan ma?" tanya Cecil


"nggak sayang, kita kan ada rumah disana jadi sekalian nginep aja disana. Lagian hari ini kan pertemuan terakhir kamu di sekolah ini kan, setelahnya kamu pengabdian masyarakat nanti sekalian kami antar kamu lihat-lihat tempat yang kamu akan datangi nantinya" jawab papa Aham


"nggak papa Pi? kan papi sama papa baru aja sampai" ucap Cecil bingung


"kalau kami sih nggak papa, kamu sendiri bagaimana capek tidak? kalau capek ditunda aja berangkat besok" jawab sang papa mertua


"saran Cecil, papa sama papi istirahat dulu aja ya. Biar capeknya sedikit hilang dulu, hari ini pokoknya papa sama papi minta pijitin mama aja dulu. Cecil juga masih nunggu kabar dari kak Aham" ucap Cecil sembari mengelus perutnya


"tadi Aham juga sudah mengabari papi kalau dia kurang lebih dua jam lagi sampai, tapi sampai sekarang belum ngasih kabar lagi" jawab papa Aham


"yasudah kalau begitu keputusannya hari ini kita istirahat dulu ya, besok jam 8 pagi kita sudah bersiap untuk berangkat" ucap papa Cecil


"iyaa pa, kalau gitu Cecil sama Titi pamit pulang dulu ya" ucap Titi dan Cecil bersamaan


"pulang kemana nak?" tanya sang mama


"ke asrama ma" jawab Cecil


"kalian nginep disini aja ya sayang, jangan pulang ke asrama. Nanti kalian sendirian disana" pinta mama Cecil


"nggak papa ma, aku udah nyaman tinggal disana. lagian kalau nggak nyium bau kak Aham nanti aku nggak bisa tidur" jawab Cecil


"yasudah kalau begitu mama ikut kalian pulang" ucap mama Aham


"no mama, kasihan papa udah jauh-jauh dari Jakarta kesini. kalau mama ikut Cecil sama Titi, nanti yang pijitin papa siapa?" tanya Titi


"udah ya pa ma, Titi sama Cecil nggak papa kok disana. kan banyak juga keluarga baru disana" jawab Cecil


"biarkanlah ma, Cecil sama Titi juga perlu me time kan. yang penting nanti kalau sudah sampai rumah jangan lupa kasih kabar" ucap papa Cecil

__ADS_1


"hmm iya deh iya deh, kalau begitu besok kita jemput aja Cecil sama Titi ke asrama" ucap papa Aham


"okayy deh, makasih Pa, Pi" ucap Cecil


"kalau begitu kami pamit dulu" ucap Cecil dan Titi bersamaan


"iyaa nak hati-hati" jawab semua orang tua yang ada di sana


mereka mengantarkan Cecil dan Titi sampai ke dekat mobil, menunggu sampai kedua anak mereka melajukan mobil menuju jalan raya...


"sepertinya ada yang harus kita rapatkan bersama" ucap papi Aham


"hmm aku rasa juga begitu" jawab papa Cecil


mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk membahas Cecil dan Titi


"bagaimana langkah para mama supaya Cecil dan Titi mau di ajak tinggal sementara disini sebelum mereka pengabdian masyarakat?" tanya papa Aham kepada semua mama yang ada di sana


"kalau saya pribadi sudah membujuk Titi supaya tetap tinggal, bahkan dibantu juga sama mama Tino namun Titi nya enggan untuk pindah pak. Katanya dia mau menikmati hari-hari nya di asrama sebelum terjun ke masyarakat" ucap mama Titi


"Betul pak, saya juga kepikiran kan mereka disana rumah sendiri-sendiri tidak ada yang menemani. Saya takut nanti mereka kepikiran nak Aham dan Tino terus apalagi kalau nggak ada yang ajak ngobrol" ucap mama Tino


"kalau mama sendiri gimana Cecil nya?" tanya papi Aham


"mama udah berusaha membujuk pa, bahkan sebelum Aham berangkat pun mama sudah negosiasi sama Cecil dibantu Aham. Namun Cecil nya tetep nggak mau, katanya dia sudah nyaman disana. Sekalipun dia pernah menginap disini akhirnya tidak bisa tidur karena tidak mencium bau Aham, akhirnya malam-malam Aham jemput pulang" jawab mama Aham


"tapi Aham pernah bilang jeng, kalau sekarang Cecil tidurnya peluk jaket yang biasa Aham pakai jadi kalau dia mau nginap pun pasti dia harus bawa jaket itu" sambung mama Aham


"saya kurang yakin jeng kalau Cecil mau, karena dia punya seribu alasan untuk menolak. Seperti yang sudah dia katakan tadi bahwa dia nyaman berada di sana karena di segala ruangan tercium bau Aham" jawab mama Cecil


"kalau begitu kita rubah saja wangi rumah ini dengan wangi khas Tino dan Aham" ucap papa Cecil


.


Hayyy readers


mungkin dua Minggu lagi novel ini akan ada perbaikan kalimat dari awal bab sampai akhir bab (karena doi mau baca novelku 😭)


mohon maaf jika nanti akan banyak notif update namun isinya bab" awal


sekiannnnnnn ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2