TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
TITI NGAMBEK


__ADS_3

"enggak ma, kan aku dari kemarin nggak bantuin kalian pindahan sama sekali. ini juga ada acara jadi aku sama Tino langsung berangkat ke lokasi sekarang" jawab Aham


"yaudah kalian hati-hati ya, nanti sore atau malam kalau ada waktu mampir ke penginapan ya" ucap mama Tino


"siap ma" jawab semuanya


mereka semua masuk ke dalam mobil kemudian berangkat menuju sekolah...


di dalam perjalanan Cecil dan Titi lebih banyak diam, membuat dua laki-laki yang ada di depan itu saling bertukar pandang. karena biasanya Cecil dan Titi selalu rame jika sedang bersama, namun kali ini mereka berdua tampak lesu...


"kamu kenapa sayang?" tanya Aham melihat Cecil dari kaca mobil


"ngantuk mas" jawab Cecil yang memejamkan mata nya


"kamu juga sayang?" tanya Tino kepada Titi dan hanya dijawab anggukan oleh Titi


"kalau gitu kenapa kalian maksain buat masuk? kita putar balik aja ya?" tanya Aham


"bener kata Aham, nggak usah masuk aja ya? istirahat di asrama" tanya Tino


"nggak" jawab Cecil dan Titi bersamaan


"kan kalian capek" ucap Aham


"tapi ini udah tanggung jawab aku sama Titi mas, jadi harus dilakuin kalau nggak gimana nasib nilai aku" jawab Cecil


"mau minta bantuan ke kalian juga pasti kalian nggak bisa bantu" sindir Titi


"ya kan kita beda jalur kok" jawab Tino


"ya ya ya" jawab Titi , entah mengapa jawaban Tino malah menambah bad mood di diri Titi yang sedari tadi ia tahan


"lagian ini nanti kita jam 12 udah pulang kok jadi nggak terlalu capek" ucap Cecil


"okelah, tapi inget kamu nggak boleh kecapekan sayang." tutur Aham


"oh ya vitamin nya kamu minum kan?" tanya Aham kepada Cecil karena dokter sudah memberikan resep vitamin untuk kandungan Cecil


"udah kok mas" jawab Cecil


"yaudah kami turun dulu, kalian hati-hati ya" ucap Cecil kemudian bersalaman kepada Aham

__ADS_1


sedangkan Titi yang entah kenapa tiba-tiba ngambek dengan Tino langsung nyelonong turun tanpa pamitan...


"loh ti" teriak Cecil yang baru menyadari Titi sudah turun


"udah ya aku turun dulu" pamit Cecil


"iya sayang semangat" jawab Aham


"hati-hati jangan lari" ucap Tino dan Aham bersamaan karena Cecil akan berlari namun tidak jadi


Cecil memberikan hormat kepada kedua laki-laki itu. Aham dan Tino melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan mereka, kali ini mereka diminta untuk menghadiri sebuah pertemuan yang lokasinya sedikit jauh dari tempat mereka tinggal...


"hayo lo Titi lo apa in bisa ngambek kayak gitu?" tanya Aham kepada Tino yang tampak melamun


"nggak tahu padahal tadi masih baik-baik aja" jawab Tino


"apa gue salah ngomong ham?" tanya Tino kepada Aham


"maksudnya?" tanya Aham yang tak mengerti


"tadi waktu Titi bilang kalau kita pasti nggak bisa bantu, kan gue jawab ya pasti nggak bisa karena beda jalur. masak salah gue jawab gitu?" tanya Tino


"ya emang salah jawaban lo" jawab Aham


"pake bawa-bawa gue lagi lo" ucap Aham yang tak terima dirinya dibawa-bawa


"la kan lo juga gitu ham" jawab Tino


"Gue nggak pernah bilang ke Cecil nggak bisa no" ucap Aham


"la terus masak lo jawab bisa meskipun lo nggak bisa?" tanya Tino


"kalaupun gue nggak bisa, gue pasti akan jawab bisa tapi gue minta dia ngajari gue dulu" jawab Aham


"tempat dia ngeluh itu cuma gue sebagai pasangannya, nggak mungkin dia akan ngeluh ke orang tuanya sedangkan orang tua nya udah banting tulang biaya in kuliah nya. intinya kalau dia ngeluh capek atau nggak tugasnya banyak dan lainnya, sebisa mungkin kita bantu dia" sambung Aham


"terus kalau kita udah bantu tapi nggak sesuai sama ekspektasi dia gimana?" tanya Tino


"kita turut i aja gimana mau nya selagi kita ada waktu buat ngulang hal itu, mereka itu sering bad mood juga karena tugas-tugas mereka. Kalau mereka ngeluh dengerin aja, kalau bisa kasih solusi buat mereka atau sekedar ajak jalan lah mereka, kasih hal sederhana yang bisa buat mereka bahagia aja udah. Kalau dilihat memang kita yang capek banget kerja karena kerja kita bisa dilihat dengan mata langsung, tapi mereka sebenernya lebih capek lo karena kerja mengandalkan pikiran mereka. coba lihat kita-kita meskipun digempur kerjaan bertubi-tubi, latihan nggak berhenti-berhenti tapi fisik kita masih oke kan, paling kalau capek ke dokter atau nggak pijit. lah mereka kecapekan pikirannya masak yang mau dipijit otaknya? banyak mahasiswa keluar masuk rumah sakit gara-gara tugas, banyak yang meninggal karena kecapekan ngerjain tugas" jawab Aham


"jadi peran kita sekarang support mereka, jangan sampai saat mereka curhat capek kita malah jawab yang buat mereka kecewa. kapan lagi kita dapat pasangan yang nggak banyak menuntut waktu kita, nggak minta aneh-aneh, langka ini no. jadi jangan sampai karena omongan lo yang keliru, hubungan lo sama dia jadi berantakan" sambung Aham

__ADS_1


"siap ham, sumpah asli lo ini pantes kalau jadi dokter cinta" jawab Tino


"hah dokter cinta apa an?" tanya Aham


"ya tempat orang-orang konsultasi masalah cinta nya lah" jawab Tino


"Ngadi-ngadi aja lo, gue bisa bilang gini ke lo karena gue juga belajar memahami Cecil dulu sebelumnya" ucap Aham


"banyak-banyak in pahami pasangan lo, jangan lo nya terus yang nuntut pasangan buat paham tentang diri lo" sambung Aham


"iya iya ngerti gue" jawab Tino


"udah minta maaf sana sekarang" ucap Aham


"ya masak gue chat dia duluan, chat gue tadi pagi aja belum di bales" jawab Tino


"he pe*k , emang kalau hubungan dua orang itu dua-duanya harus sama-sama berjuang tapi lo pikir deh tadi yang punya salah siapa" ucap Aham


"tapi ya ham, dia itu nggak akan chat duluan kalau nggak gue yang awali" jawab Tino


"hmm. Lo kira Cecil nggak gitu? meskipun gue udah jadi suaminya, tetep aja dia nggak pernah chat gue duluan kalau nggak urgent banget" ucap Aham


"gue pernah tanya Cecil kenapa nggak mau chat duluan" ucap Aham


"terus jawabannya?" tanya Tino


"dia jawab, kalau dia nggak mau ganggu aktifitas gue saat kerja" jawab Aham


"terus kalau kita chat dia pas dia kegiatan kan kita salah lagi" ucap Tino


"Cecil beda no, dia kasih gue daftar-daftar aktifitas yang bakal dia lakuin selama seminggu. Jadi gue nggak pernah telepon dia yang jam nya bentrokan sama jam dia ngajar" jawab Aham


.


.


.


.


cerita kali ini sedikit di bumbu i curhatan author sih hmmm :)))

__ADS_1


happy reading yaawww 🖤🖤


__ADS_2