TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
JALAN BARENG ISTRI


__ADS_3

mau tidak mau tangannya tetap dalam gandengan Aham, memang sulit jika sudah berhadapan dengan orang cuek yang sedang merasakan cemburu...


setelah keluar dari ruang makan, Aham langsung menggandeng Cecil menuju parkiran mobil...


"eh ini bukan jalan ke barak" ucap Cecil


"emang kita bukan mau ke barak kok" jawab Aham santai sambil terus berjalan


"mau kemana ?" tanya Cecil


"kan aku tadi udah bilang kalau kita mau jalan-jalan" ucap Aham


Cecil seketika terdiam di sisi mobil sedangkan aham yang sudah masuk ke dalam akhirnya kembali keluar...


"kenapa bengong aja?" tanya Aham


"kenapa naik mobil?" tanya Cecil karena biasanya mereka berdua akan berjalan kaki


"tempatnya sedikit jauh, kalau jalan kaki kelamaan" ucap Aham kemudian membukakan pintu Cecil dan mempersilahkan dia masuk


Cecil yang sudah berada di dalam mobil masih bertanya-tanya, mau di ajak kemana oleh Aham karena Aham hanya bilang jalan-jalan saja tanpa menyebutkan tujuan kemana...


"berangkat sekarang ya?" tanya Aham ke Cecil dan hanya di angguki oleh Cecil


Aham menjalankan mobilnya membelah jalanan yang sedikit ramai, Cecil bahkan belum tahu arah jalan itu menuju ke mana saja. yang dia tahu hanya arah ke bandara, pasar malam dan sekolah tempat dia KKN...


Di perjalanan Cecil lebih banyak mendengarkan cerita dari Aham, dia menceritakan pengalaman pertamanya di tugaskan di Papua saat itu. Namun di tengah cerita Aham menyebutkan nama seseorang yang membuat Cecil kesal...


"Jadi waktu itu aku sama Bima nganterin anggota yang sakit di RS bakti, eh ketemu sama Nana disana dan... " ucap Aham yang langsung di potong oleh Cecil


"dan... dan apa?" tanya Cecil kepada Aham dengan nada ketus


"kami kenalan" ucap Aham sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"terus deket, pacaran, gitu kann?" tanya Cecil


"enggak, nggak gitu yang ceritanya" jawab Aham panik karena Cecil sudah ngambek duluan


"terus?!!" tanya Cecil


"waktu itu Nana terus...." ucap Aham terpotong kembali


"jangan sebut nama cewek itu di depan aku" ucap Cecil


"iyaa yang iyaa" jawab Aham


"lanjut ceritanya!" titah Cecil

__ADS_1


"Karena temen kita opname, jadi aku sama Bima diperintahkan oleh komandan buat jaga dia di sana malam harinya. setiap malam juga dia yang kasih obat ke temen kita itu selama seminggu disana, dia sering banget bawa in makanan ke kamar temenku itu" ucap Aham


"terus?" tanya Cecil


"bentar yang, ambil nafas dulu" jawab Aham sembari menarik nafas kemudian menghembuskan nya


"dari situ nggak tau siapa yang bilang, tiba-tiba dia tahu user Ig ku sama punya Bima. dia nge DM aku duluan tapi nggak tak balas, terus dia DM bima eh di balas sama Bima. Dia sering banget dateng ke asrama tapi cuma sampai pos aja, bawa-bawa makanan juga."


"Setiap aku sama Bima pergi kemanapun, dia selalu ada di tempat itu. Sampai akhirnya pas aku sama Bima lagi makan tiba-tiba dia dateng bawa bunga sama kotak kado dikasih ke aku, dia nembak aku yang -_- "


"dia bilang kalau aku nerima itu jadi aku sama dia resmi pacaran, ya aku tolak lah tapi dengan baik-baik" tegas Aham


"gimana kamu nolaknya?" tanya Cecil


"ya aku bilang kalau hati aku udah ada yang ngisi" jawab Aham sambil tersenyum


"siapa?" tanya Cecil


"ya kamu lah yang, aku dari dulu nggak pernah bisa lupain kamu. sedeket apapun aku sama temen cewek, nggak ada satu pun yang bisa gantiin kamu" terang Aham kepada Cecil , namun Cecil tidak begitu saja percaya kepada Aham


Apalagi akhir-akhir ini banyak sekali cewek-cewek seumurannya membicarakan tentang seorang abdi negara yang berpedoman untuk menikahi tenaga kesehatan...


"aku mau tanya" ucap Cecil


"iyaa tanya apa sayang?" tanya Aham sambil memberikan kecupan di tangan Cecil


Aham melirik sekilas ke arah Cecil


"emm.. kalau menurutku itu sih urusan pribadi mereka masing-masing ya hak mereka juga buat memilih pasangan" ucap Aham


"tapi di luaran sana udah terkenal banget lo kalau kalian-kalian ini suka nya sama tenaga kesehatan, sampe ada yang bilang kalau kalian mau bikin rumah sakit sendiri di asrama" jawab Cecil


"aku nggak yang" ucap Aham membenarkan


"diluar persepsi orang-orang, pastinya mereka memilih pasangan karena rasa nyaman juga yang" sambungnya


"kamu nggak tertarik?" tanya Cecil


"tertarik sama kamu? Tertarik banget lah, sampe pengen tak makan disini" jawab Aham sambil tersenyum


"ih apa sih" jawab Cecil


mereka melanjutkan perbincangan ke hal lain, sama akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang menjadi tujuan mereka...


"Sudah sampai" ucap Aham kemudian turun dan membukakan pintu untuk cecil


"makasih" ucap Cecil setelah keluar dari mobil

__ADS_1


dia melihat pemandangan sekitar, tampak indah dengan hiasan lampu-lampu...


"bagus nggak pemandangannya?" tanya Aham


"bagus banget" jawab Cecil sembari mengangguk-angguk kepalanya


tanpa aba-aba tiba-tiba Aham mengecup kening Cecil, membuat Cecil kaget dan langsung menghadap ke arah Aham...


"makasih udah mau jadi bagian dari hidupku, maaf kalau aku masih banyak kekurangan. semoga kita bisa saling melengkapi satu sama lain" ucap Aham sembari memeluk cecil dari belakang dan meletakan kepalanya di pundak Cecil


Cecil yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa sangat bahagia, dia mengelus pipi Aham pelan kemudian mengecup pipinya lumayan lama...


Aham yang mendapatkan perlakuan seperti itu kaget dan membuat dirinya langsung bereaksi...


"yang" ucap Aham memanggil Cecil


"apa? kenapa lihatin aku kayak gitu" tanya Cecil santai


"kamu harus tanggung jawab" ucap Aham mengeratkan pelukannya


"tanggung jawab? kan aku nggak buat salah sama siapa-siapa, kenapa harus tanggung jawab" ucap Cecil kepada Aham kemudian melihat ke arah pemandangan di sekitarnya lagi


dia belum mengerti apa yang dimaksud tanggung jawab oleh Aham


"adik aku bangun gara-gara kamu" ucap Aham


Cecil yang fikirannya sudah ter alihkan oleh pemandangan sekitar menjadi tidak paham apa yang dikatakan oleh Aham


"kamu nggak punya adek yang" ucap Cecil sambil mencubit pipi Aham , Aham masih saja tidak mau melepas pelukannya dari Cecil


Aham yang mendengar jawaban Cecil hanya berdecak sebal karena istrinya itu tidak mengerti apa yang ia katakan.


disisi Aham, dia sudah tidak tahan karena Cecil terus menerus menggerakkan tubuhnya dan terjadilah hal yang tidak di inginkan oleh Aham. karena saat ini dia berusaha menahan, apalagi Cecil yang tidak kunjung peka dan terus saja bergerak membuatnya semakin gelisah ...


sampai Cecil merasakan ada sesuatu yang aneh yang menempel di pantatnya, dia melirik ke arah Aham yang memejamkan matanya sembari mendesis...


"yang" ucap Cecil


"kenapa?" jawab Aham parau


"kamu mesum" titah Cecil kemudian melepaskan pelukan Aham


"sama istri sendiri juga" jawab Aham


"tapi nggak di tempat umum juga" kata Cecil


"yaudah yuk ke hotel" ucap Aham menarik tangan Cecil

__ADS_1


__ADS_2