TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
CEMAS


__ADS_3

“udah mau mulai tuh shalatnya, yuk buruan masuk” ucap tino


Mereka semua menjalankan ibadah shalat dengan khusyuk


setelah selesai shalat, Titi dan Cecil yang sudah bertemu pun keluar dari masjid untuk kembali ke baraknya di ikuti dian yang juga akan pulang ke rumah nya...


"Kak Cecil kapan-kapan boleh nggak aku main ke barak kakak?" tanya Dian kepada Cecil


"dengan senang hati" jawab Cecil sambil tersenyum


sedangkan Titi mulai menyenggol-nyenggol lengan Cecil...


"apa sih ti?" tanya Cecil kepada Titi


"tuh calon suami and the geng udah nunggu in" ucap Titi membuat pipi Cecil seketika merah


"paan sih" jawab Cecil


"yaudah kakak duluan ya" ucap Cecil pamit kepada dian


"eh i... iya kak" jawab Dian yang tadi sempat bengong karena melihat kapten pujaannya


Cecil dan Titi berjalan ke arah Aham dan teman-temannya..


"lo nggak ngerasa di tungguin apa gimana sih dek? udah yuk balik!" titah Bima kepada semuanya


"yee... siapa juga yang nyuruh nungguin" jawab Cecil sambil cemberut


mereka semua berjalan menuju baraknya, Titi, Bima , Tino dan Riko berjalan terlebih dahulu di depan disusul Aham dan Cecil yang berjalan di belakangnya, jarak mereka terbilang cukup jauh. sepertinya teman-teman mereka memberikan waktu bagi mereka berdua sebelum LDR...


"Aku kemarin di telfon mama" ucap Aham kepada Cecil


"Terus?" tanya Cecil kepada Aham


"Katanya Minggu depan mereka mau berkunjung kesini" jawab Aham


"Tapi kan kakak nggak ada di asrama nanti" ucap Cecil


"Hmm... mereka kangen sama menantunya bukan anaknya" jawab Aham sambil cemberut membuat Cecil tertawa


memang benar apa yang dikatakan oleh Aham semenjak mereka berdua akan dijodohkan, mama Aham selalu mengutamakan Cecil dibandingkan anaknya sendiri sampai-sampai Aham merasa bahwa Cecil lah anak kandung sang mama...


"habis ini aku mau telfon orang tua kita, aku mau ngomong soal rencana pengajuan pernikahan kita" ucap Aham kepada Cecil


"iya" jawab Cecil singkat


"cil?" panggil Aham sembari menghentikan langkahnya

__ADS_1


cecil juga berhenti tepat di samping Aham kemudian memandang ke arah Aham...


"aku pergi hanya satu bulan, tolong jaga hati kamu buat aku. setelah itu kita langsung ambil cuti untuk pengajuan" ucap Aham sembari berlutut di depan Cecil


Cecil yang melihat hal itupun langsung menyuruh Aham untuk berdiri, dia takut ada seseorang yang melihat mereka...


"kak berdiri, nanti ada orang yang lihat" ucap Cecil kepada Aham


"kakak juga jaga apa yang sudah kakak dapatkan sekarang, seperti kata kakak sebelumnya. satu bulan itu bukan waktu yang singkat, dalam satu hari saja bisa terjadi banyak hal apalagi dalam satu bulan" sambung Cecil seraya membantu Aham berdiri


Aham melihat ada ketakutan di mata Cecil yang saat ini berusaha Cecil tutupi...


"kamu kenapa?" tanya Aham


"nggak... nggak papa kok" jawab Cecil sembari menyeka air mata yang entah dari kapan menetes di pipinya


"aku nggak akan selingkuh kok tenang aja" ucap Aham sembari tersenyum


"bukan..." jawab Cecil cepat


"lalu?" tanya Aham


"kakak harus tepat in janji buat kembali tepat waktu, dengan selamat dan tanpa ada luka apapun" jawab Cecil sambil menunduk karena air matanya kembali tumpah


Cecil kemarin sempat melihat beberapa laman blog yang memuat tentang daerah yang akan dikunjungi oleh Aham, disana banyak sekali penyerangan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak dan ada juga prajurit yang gugur saat bertugas disana...


"aku janji" jawab Aham untuk menenangkan Cecil, dia kemudian memeluk Cecil yang tak henti-hentinya menangis


"maafkan aku Cil, aku nggak bisa berjanji untuk pulang dengan selamat karena dengan bertugas di sana berarti aku sudah siap jika harus kehilangan nyawa. Tapi aku akan usahakan yang menjadi kebahagiaan mu" batin Aham


"udah ya, yuk kembali ke barak. nanti aku bisa telat kalau nunggu kamu berhenti nangis" goda Aham kepada Cecil


Cecil akhirnya melepaskan pelukannya dari Aham namun dia tetap menunduk , Aham mengusap puncak kepala Cecil yang membuat Cecil menghadap ke arah Aham...


"udah jangan nangis, nanti flu kamu" ucap Aham


"coba deh lihat, gara-gara kamu ini bajuku jadi penuh ingus" ucap Aham sembari menunjuk baju nya yang terlihat basah


"maaf" jawab Cecil


"aku bercanda Cil, haha. tapi aku bakal maafin kalau kamu mau cuci in baju ini" kata Aham sambil terkekeh


"iya nanti aku cuci" jawab Cecil


"baiklah ayo kembali" ucap Aham sembari menggandeng tangan Cecil


"oh ya, aku udah upload foto kita loh di Ig. kamu kapan?" tanya Aham

__ADS_1


"ha?"


"setidaknya kita harus satu sama cil, biar mereka tahu kalau Cecillia itu punya kapten tampan" ucap Aham sambil terkekeh


"PD banget" jawab Cecil


"harus dong, jadi kapan upload nya?" tanya Aham kembali


"nanti" jawab Cecil


......................


Tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka..


"oh jadi si kapten mau dinas ke luar daerah, kesempatan bagus nih" gumam orang tersebut


"mumpung ada kesempatan langsung cus kasih tahu si Alvin aja deh" sambungnya kemudian berlalu setelah melihat Aham dan Cecil pergi


orang tersebut yang tak lain adalah teman Alvin langsung memberi tahu kabar yang menurutnya kabar baik bagi sang sahabat..


sesampainya di barak, dia langsung menuju kasur tempat Alvin tidur...


"Vin, ada kabar baik nih" ucap nya kepada Alvin


"paan sih?!" tanya Alvin sedikit jutek, melihat Cecil yang jalan dengan Aham membuat mood nyanjadi berantakan


"si kapten.." ucap temannya terpotong


"ada apa kapten?" tanya Alvin


"makanya kalau ada yang ngomong di dengerin dulu"


"kapten mau tugas ke luar daerah selama satu bulan, otomatis itu kesempatan bagi lo buat deketin si Cecil itu" sambungnya


"lo tahu dari mana?" tanya Alvin


"gue tadi nggak sengaja nguling pembicaraan di kapten sama Cecil, mereka ngomongin masalah di kapten mau tugas" jawabnya


"wah makasih bro, lo emang pendengar yang baik apalagi masalah sensitif kayak gini" ucap Alvin kepada temannya


"tunggu aja cil, gue bakalan rebut lo dari kapten itu" batin Alvin yang sudah merasa percaya diri bahwa misinya memenangkan hati cecil akan berhasil...


disisi lain Aham yang akan bersiap untuk berangkat tugas sudah membawa seluruh barangnya ke mobil yang akan dia tumpangi, dia tidak berangkat sendiri melainkan dengan seorang prajurit lain untuk menemaninya...


Aham mulai berpamitan kepada beberapa orang yang ada, namun pandangan Aham tertuju pada Cecil yang sejak tadi menunduk...


"jangan seperti ini, aku jadi nggak yakin mau pergi" bisik Aham tepat di telinga Cecil, Cecil hanya menggelengkan kepala seraya menyeka air matanya

__ADS_1


Aham pun membantunya untuk menyeka air mata


__ADS_2