TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
LIFIA


__ADS_3

"oh ya udah jam 3 ini, gue pamit dulu ya" ucap Bima berpamitan


"lah kenapa kak?" tanya cecil


"habis ini ada latihan tembak cil, kalau gue telat bisa-bisa jadi sasaran tembaknya" jawab Bima sembari tertawa


"nggak usah ngadu-ngadu, salah siapa nyuruh lo telat dengan alasan yang nggak masuk akal" ucap Aham membela diri


"emang alasannya apa mas?" tanya Cecil yang penasaran


"alasannya perutnya sembelit, padahal pas aku cek ke barak sama kamar mandi barak aja dia nggak ada, nemu-nemu ini anak udah di kantin makan soto sama minum es teh" jawab Aham


"sekali Bim, kan gue telat makan siang waktu itu haha" ucap Bima


"yaudah gue balik dulu" pamit Bima yang sudah memakai sepatu


Bima berlari kecil menuju baraknya, di persimpangan jalan menuju barak dia bertemu dengan Tino dan Riko yang pulang dari jaga...


"oi bim, dari mana lo?" tanya Tino


"dari tempat Aham" jawab Bima menyamakan langkahnya dengan teman-temannya


"ada tugas darurat lagi?" tanya Riko


"iya, disuruh nge handle aula nanti malam pas si Aham menyampaikan materi" jawab Bima


mereka berdua hanya ber oh ria mendengar jawaban dari Bima


tidak ada perbincangan mengenai hubungan Tino dan Titi yang sedang hangat-hangatnya dibahas di lingkungan ini, Bima bersikap acuh akan hal itu. bahkan dia belum mengucapkan selamat baik kepada Tino maupun Titi...


setelah sampai di barak mereka semua mempersiapkan diri untuk mengambil senjata yang digunakan untuk latihan tembak, latihan tembak tersebut dilakukan sampai jam 5 sore karena cuaca hari ini cukup cerah...


setelah selesai latihan, Tino bergegas izin kepada Aham untuk menjemput sang mama dan calon mertuanya di bandara. karena tadi dia membuat janji dengan Titi dan ternyata dia ada latihan, Tino juga cepat-cepat menghubungi Titi yang entah sudah pulang atau belum...


Titi Calling.......


"Hallo kak" terdengar suara Titi dari seberang telepon


"Hallo Sayang, kamu dimana?"


"ini aku masih disekolah kak, masih menata beberapa berkas. kakak udah di depan?" tanya Titi


"belum sayang, yaudah aku siap-siap dulu ya. ini tadi habis latihan jadi terlambat jemput kamu nya" ucap Tino


"iya kak nggak papa, lagian aku belum keluar juga" jawab Titi

__ADS_1


"yasudah nanti aku kabari lagi kalau sudah sampai" ucap Tino


"ok kak" jawab Titi kemudian menutup teleponnya


...........


Dengan kecepatan kilat Tino mulai membersihkan dirinya, dalam hitungan menit dia sudah rapi dengan celana panjang dan kaos nya ...


"wih wangi bener mau kemana nih?" tanya Riko yang melihat Tino sudah rapi dan tentunya wangi


"mau jemput mama" jawab Tino


"tumben-tumbenan lo jemput Tante rapi begini, biasanya aja belum mandi juga udah lo jemput" ucap Riko


"ini beda" jawab Tino sembari menyisir rambutnya


"beda gimana?"


"yang gue jemput mama sama calon mertua gue, bisa jatuh harga diri gue masak baru pertama kali ketemu setelah sekian lama terus gue bau. bisa di coret jadi calon mantu kalau begini caranya" jawab Tino membuat Riko tertawa


"mama Titi?" tanya Riko


"yaiya ko, masak mama nya Cecil. bisa di geprek sama si Aham gue" jawab Tino


"kalo lo jemput mama Cecil, yang ada bukan calon mantu jemput calon mertua. tapi supir pribadi jemput majikan hahaha" ucap Riko tertawa terbahak-bahak


"lagian Tante lo bisa cantik banget ya meskipun anaknya udah nikah" kata Riko yang memang mengangumi kecantikan mama Cecil karena beliau awet muda


"Tante itu dulu nggak suka perawatan, dari dulu memang cantik begitu. tapi semenjak Cecil udah kenal sama salon-salon pedicure cure-cure an itu pokonya, Tante di ajakin terus sama Cecil ke salon. ya bisa dibayangkan kalau aslinya cantik terus nambah nyalon lagi" ucap Bima


"makanya anaknya bisa secantik itu" celetuk Riko


"ini kalo kedengeran Aham lo puji istrinya kayak gitu, bisa jadi Riko geprek lo" ucap Tino sembari menyemprotkan parfum beberapa kali


"no, lo udah semprot parfum lebih dari 10 kali. yang ada calon mertua lo masuk mobil langsung pingsan gara-gara bau parfum lo" ucap Riko


"enak aja, udah gue mau berangkat dulu"


"oh iya, gue minta tolong tukar in kunci motor sama Faris ya. bilangin besok pagi pinjam motornya" ucap Tino kepada Bima dan Riko


"oke" jawab Riko


"hati-hati no" ucap Bima


setelah Tino sudah tidak terlihat, Riko mulai ngedumel kesana-kemari karena ulah Tino akhir-akhir ini

__ADS_1


"Lo kenapa sih ko?" tanya Bima yang melihat Riko komat-kamit


"temen lo tu bucin banget jadi nya sekarang" jawab Riko


"haha wajar lah kalau Tino bucin kan ada pasangan, kalau....." ucapan Bima dipotong oleh Riko


"stop, pasti Lo mau nyindir gue kan. udah gue antisipasi mulai sekarang, gue juga udah ada gebetan kali" jawab Riko membuat Bima terkejut namun tetap tertawa


"ibu kantin mana lagi ko?" tanya Bima sontak mendapatkan pukulan dari Riko


"ngadi-ngadi aja lo" jawab Bima


"kan yang terakhir waktu di Bandung lo kepincut sama ibu kantin sampai-sampai ninggalin pacar lo yang udah sama lo beberapa tahun" sindir Bima


"udah lah Bim, gue sama fia memang nggak jodoh" jawab Riko


"ngeles mulu kayak bajai" ucap Bima


"ko, sampai saat ini yang tau lo putus sama fia gara-gara ibu kantin itu cuma gue lo. apasih alasan lo putusin fia?" sambung Bima bertanya


"kenapa lo tiba-tiba tanya tentang fia?" tanya Riko


"gue boleh jujur nggak?" tanya Bima kepada Riko


"ya ngomong aja kali Bim" ucap Riko


"kemarin mama gue vc, dia bilang mau kenalin seseorang ke gue orang itu besok bakal ikut mama ke sini, setelah gue dikasih nomer teleponnya dan gue cek di aplikasi. ternyata itu nomor nya fia, namanya lifia putri darma kan?" tanya Bima memastikan


"iya itu namanya" jawab Riko


"ya berarti fia sekarang jadi jodoh lo Bim, bahagia in dia kalau memang dia ditakdirkan buat lo. dulu gue putusin fia karena memang murni kesalahan gue, gue bukan tipikal orang yang bisa menjalin hubungan jarak jauh tapi fia bilang kalau kami akan bisa. tapi gue capek Bim karena selalu ada kesalah pahaman antara kami berdua sampai-sampai hampir tiap hari kami berantem, sampai suatu ketika gue capek-capeknya dan ketemu sama orang yang lo sebut ibu kantin itu" ucap Riko dipotong Bima


"kan emang ibu kantin" celetuk Bima


"hmm iya, dia perhatian banget sama gue. hubungan gue sama dia bahkan udah sampai tahap jalan, dan dari situ fia tau kalau gue udah main-main dibelakangnya. fia marah sampai dia dateng ke Bandung, tujuannya bukan nemuin gue tapi nemuin Lidia (ibu kantin itu). entah apa yang mereka berdua obrolin sampai disitu mereka bertengkar dan anak Lidia sampai nangis karena lihat mamanya berantem" ucap Riko menjelaskan, Lidia memang seorang janda yang sudah memiliki satu anak


"terus Lo tau kalau mereka berantem dari siapa?" tanya Bima


"Lidia bilang ke gue waktu itu, tapi gue nggak bisa langsung kesana. baru malam nya gue kesana tapi fia udah balik ke Jakarta, fia nggak bisa dihubungi sampai gue cuti pulang ke Jakarta. gue ajak fia ketemu tapi dia tolak, waktu itu gue sore kumpul-kumpul sama anak SMA dan gue nggak sengaja lihat fia duduk sendiri di sudut cafe. gue samperin dia, niat gue mau minta penjelasan semua yang dia lakuin tapi dia malah pergi. karena kesabaran gue udah habis, gue nggak sengaja nampar dia dan maki-maki dia disana. sampai sekarang gue belum minta maaf ke dia" ucap Riko


"ini alasan lo nggak buka hati lagi?" tanya Bima


"enggak Bim, gue udah dijodohin sama seseorang setelah mama gue tau kalau gue berhubungan sama lidia. mama marah besar karena sikap gue ke fia, dan mama minta gue akhiri hubungan sama lidia. karena fia nggak mau maaf in gue dan mama fia bilang kalau hubungan kami nggak mungkin lanjut lagi, dari situ mama mulai mengatur kehidupan percintaan gue sampai akhirnya gue dijodohin" jawab Riko


"tapi lo nggak pernah chat sama calon istri lo" ucap Bima

__ADS_1


"profesi kita sama dia sama" jawab Riko


__ADS_2