
”maaf ada apa ya kak?” tanya cecil kepada tentara yang tadi memanggilnya
“silahkan menemui komandan, beliau ada di samping mimbar upacara” ucap tentara wanita tersebut
“baik, saya permisi” jawab cecil
“ya silahkan”
Cecil kemudian berjalan ke arah mimbar upacara, di sana terlihat komandan sedang bersama alvin dan dua rekannya...
Melihat kedatangan cecil membuat alvin dan kawan-kawannya memandang tak berkedip, yang akhirnya membuat sang komandan sadar apa yang sedang di pandang ketiga anak buahnya itu...
“selamat pagi komandan” ucap cecil sembari memberi hormat
“pagi” jawabnya
“oh ya cecil, kamu nanti jadi perwakilan untuk serah terima tugas ya. Nanti juga ada kapten dari personil lain yang bersama kamu” sambungnya kepada cecil
“siap komandan” jawab cecil
Cecil yang mendapat tugas tersebut hanya meng iya kan apa yang dikatakan oleh komandan...
“kamu tunggu disini saja, sambil menunggu pasangan kamu datang baru nanti kita gladi kotor” ucap komandan
“oh ya vin, apa personilnya sudah datang?” tanya komandan kepada alvin
“siap, personil tersebut sedang dalam perjalanan komandan. Di perkirakan dalam waktu 5 menit sampai” jawab alvin
“untuk kapten bagaimana?” tanya komandan lagi kepada alvin dan dua rekannya
“siap. kapten pasukan sudah datang 30 menit yang lalu komandan, sekarang sedang.......” jawab alvin terpotong oleh kedatangan seseorang
“selamat pagi komandan. maaf komandan saya terlambat” ucap seseorang yang tak lain adalah kapten yang sedari tadi dicari, dia memberikan hormat kepada komandan
“ini dia yang di tunggu-tunggu, kapten muda kita. Bagaimana kabarmu?” tanya komandan
“alhamdulillah saya baik komandan, komandan bagaimana kabarnya?” tanya nya kepada komandan
“seperti yang kamu lihat sekarang, jangan se formal itu kapten.” ucap komandan
“sepertinya aku kenal suara itu” batin cecil
“izin komandan” ucap aham kepada komandannya , komandan tersebut seperti tahu tentang hubungan aham dan cecil karena sedari tadi aham melirik ke arah cecil yang menunduk
Komandan memberikan isyarat untuk aham supaya mendekati cecil, sebenarnya beliau tahu setelah melihat cincin yang dikenakan oleh aham dan cecil...
__ADS_1
Cecil terus saja menunduk karena dia tidak pernah berada di situasi seperti ini sebelumnya...
Setelah berbincang dengan komandan, aham melihat ke arah cecil yang sedari tadi menunduk. Aham berpindah ke samping cecil kemudian mengangkat dagu cecil...
Cecil melihat ada seseorang yang berdiri di depannya, sontak dia menjadi gugup...
“apa ada harta karun yang jatuh di bawah sana?” tanya aham kepada cecil
“siap tidak” jawab cecil seperti caranya menjawab kepada tentara lain
Kemudian aham mengangkat dagu cecil yang sedari tadi menunduk, hal itu tak luput dari pandangan alvin dan kedua rekannya yang sedang duduk tak jauh dari aham dan cecil berdiri. Sedangkan komandan sudah kembali ke ruangannya...
“kenapa se formal itu cecil?” tanya aham kepada cecil sambil menyilang kan tangannya di depan dada
“kok kak aham...” ucap cecil setelah melihat ke arah aham namun dipotong oleh aham
“kenapa? Ha” tanya ham sambil tersenyum ke arah cecil
“nggak.. nggak papa kok” jawab cecil yang gugup karena aham tiba-tiba di depannya
Cecil kemudian menyalami tangan aham, hal itu sudah dilakukannya setelah bertunangan dengan aham. Namun saat cecil bersalaman dengan aham, tiba-tiba aham berbisik kepadanya...
“nanti malam kita keluar ya” ucap aham
“sama titi juga kan?” tanya cecil
Akhirnya cecil meng iyakan ajakan aham..
Disisi lain titi yang melihat cecil yang tengah mengobrol dengan seorang tentara memutuskan untuk menyusul cecil karena dia sendirian di sana...
“cil, gue tunggu lo lama banget. Mana gue disana sendiri lagi” ucap titi kepada cecil tanpa menyadari jika ada aham disana
“dan ya, inget lo udah punya tunangan masak lo ngobrol sama abang tni nya lama banget. Ntar kak aham dateng terus lihat bisa berabe urusannya ntar. Bisa-bisa barak kita banjir kalau lo nangis-nangis lagi ” sambungnya, titi memang tidak bisa mengerem omongannya jika sedang sebal
Cecil tak menjawab satu patah katapun, dia malah melihat ke arah aham yang sedang berdiri di belakang titi. Mereka berdua saling memandang dan memberikan isyarat mata, aham yang mendengar ucapan titi hanya bisa senyum-senyum sendiri...
“lo gimana sih, di nasehatin malah main mata sama cowok lain. Ini beneran nih kalau sampai kak aham lihat, bisa habis kita cil. Bukan lo aja ini yang terancam..” ucap titi yang panik membuat cecil dan aham terkekeh geli
“apaan sih lo ti, lebai deh” ucap cecil kepada titi sambil tertawa
“nih anak dibilangin malah ketawa-ketawa, ayo ah pergi dari sini. Se enggaknya jangan deket-deket cowok lah, bentar lagi gladi kotor lo” ucap titi
“denger-denger pasukannya kak aham sama kak bima juga udah sampai lo cil, lo nggak takut” sambungnya
“titi , yang di belakang lo i...” ucap cecil terpotong karena aham memberi isyarat agar dia diam
__ADS_1
“di belakang gue apa?selingkuhan lo?” tanya titi
“khem” deheman aham membuat titi sadar
“emang saya se serem itu ya?”tanya aham kepada titi, sontak membuat titi berbalik menghadap ke arah aham
“loh” ucap titi kaget melihat aham yang berada di belakangnya
“kenapa?” tanya aham kepada titi
“nggak kok kak nggak papa” jawab titi kemudian bersembunyi di belakang cecil
“makanya kalau mau ngomong panjang lebar itu dilihat dulu orang yang di omongin ada nggak” ucap cecil sambil terkekeh
“ya kan gue sebel cil karena gue lihat kayak sok akrab banget sama lo, eh ternyata... hehe” jawab titi
“itu bima sudah datang” ucap aham menunjuk ke arah pasukan yang masing membawa ransel-ransel besar
“aku ke sana dulu untuk menyiapkan pasukan” sambungnya pamit kepada cecil dan titi
“iya kak” jawab cecil
Cecil hanya memperhatikan aham dari kejauhan, dia tampak lebih dingin dan galak saat berhadapan dengan anggota nya...
“serem juga ya kak aham, gue kira sikap cuek nya ke elo itu udah paling cuek. Eh ternyata kalau sama anak buahnya malah lebih serem” ucap titi
“haha, gue juga baru tahu ti” jawab cecil
Setelah membubarkan pasukannya, aham masih bergerumbul dengan para anggota nya. Entah apa yang mereka bicarakan saat ini...
tiba-tiba alvin dan kedua rekannya yang sedari tadi memperhatikan cecil dan aham berbincang, mendatangi titi dan cecil setelah aham pergi...
“eh bang alvin” ucap titi saat mengetahui alvin mendekat ke arah mereka
“iya ti” jawab alvin sembari tersenyum
“oh iya dek, apa kalian kenal dengan kapten abraham?” tanya alvin yang penasaran karena mmereka terlihat akrab dengan sang kapten
“oh kak aham itu....” ucapan titi terpotong oleh suara pengumuman
"pengumuman. di mohon kepada seluruh pasukan untuk mempersiapkan diri menuju lapangan upacara untuk melaksanakan gladi kotor. Terimakasih" kurang lebih begitulah suara pengumuman yang di dengar oleh mereka
......................
......................
__ADS_1
......................
jangan lupa vote yaa 🥰🥰🥰