TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
SULTAN MEMANG BEDA


__ADS_3

"karena menurut ciri-cirinya itu adalah tanda-tanda bahwa anda sedang mengandung, untuk lebih tepatnya anda periksakan ke bagian obgyn saja karena disana anda bisa mengetahui berapa usia kandungan dan kesehatan janinnya" ucap dokter tersebut


"oh ya, ini saya beri obat untuk menghilangkan mual nya ya" sambungnya


"baik dok"


"kalau begitu saya undur diri dulu" pamit sang dokter


"terimakasih dok" jawab semuanya


Titi kembali mengantar sang dokter untuk keluar dari rumah, melihat kedatangan Bima, Riko, dan Tino dari jauh. Titi memilih untuk kembali ke dalam rumah...


dokter Tian berjalan keluar menuju halaman, bersamaan dengan itu, Bima Tino dan Riko sudah sampai di halaman rumah sehingga bertemu dengan dokter Tian yang juga teman mereka di tempat sebelumnya, bahkan mereka tidak tahu jika Tian ditugaskan disini ...


"Hey Tian" sapa Bima


"Bima, Tino, Riko, kalian disini juga?" tanya dokter Tian yang tak percaya


"kita kan sahabat jadi nggak terpisahkan" jawab Tino sambil tertawa


"wah jangan-jangan kalian ada orang dalam yaa" kata dokter Tian bergurau


"kalau ada orang dalam sih gua milih di tugasin ke Lebanon, siapa tau bisa dapet cewek Lebanon kayak satria di film-film itu" celetuk Riko


"yang ada cewek Lebanon yang nggak mau sama lo ko" timpal Bima yang membuat semua orang disitu tertawa


"jadi gimana adek gue?" tanya Bima kepada dokter Tian


"adek lo siapa Bim?" tanya dokter Tian


"istrinya si kapten itu adek sepupunya Bima" jawab Tino


"oh baru tau gue" kata dokter Tian sambil tertawa


"dia baik-baik aja kok, gue saranin ke Aham buat periksa di RS aja" sambung dokter Tian


"kalau baik-baik aja kenapa harus ke RS?" tanya Riko menyela


"makanya kalau ada orang ngomong jangan nyela-nyela dulu kenapa sih rikoo" jawab dokter Tian jengkel


"jadi gimana?" tanya Riko lagi membuat dokter Tian menghela nafas


"gue saranin buat periksa ke obgyn, soalnya istrinya Aham sih tanda-tanda nya kayak orang hamil" jawab dokter Tian


"makasih ya bro" ucap Bima


"sama-sama santai aja" jawab dokter Tian


"oh iya gue ada saran Bim" sambung dokter Tian


"saran apa?" tanya Bima


"gue saranin nih si Riko sering-sering lo ajak pemanasan deh, kayaknya otaknya mulai beku nih anak" ucap dokter Tian sembari tertawa


"hahah rencananya mau gue bawa ke dokter syaraf, kayaknya syarafnya ada yang putus semenjak pindah ke Papua" jawab Bima sambil tertawa


"enak aja kalian, gue nggak Lola ya. iya kan no?" kata Riko sambil meminta pembelaan dari Tino


"kayaknya kata Tian sama Bima ada benernya ko, gue malah sempet mikir bawa lo ke psikiater soalnya lo sering ngomong sendiri hahah" imbuh Tino membuat Tian dan Bima tertawa

__ADS_1


"dahlah, gue masuk aja ke dalam ada Aham yang selalu berpihak ke gue" jawab Riko kemudian masuk ke dalam dengan membawa 2 kantung belanjaan


setelah Riko masuk, mereka bertiga masih tertawa sampai akhirnya dokter Tian berpamitan untuk kembali ke RS


"yaudah gue pamit dulu ya, udah waktunya ganti shif soalnya" pamit dokter Tian


"oke, makasih bro"


"sama-sama"


tinggallah Tino dan Bima yang bengong melihat banyaknya belanjaan mereka, karena Riko hanya membawa masuk kantong belanja dan masih tersisa 8 kantong lagi dengan ukuran yang lumayan besar...


"nyebelin emang si Riko, dia cuma bawa 2 kantong. sisa nya ditinggal lagi" ucap Tino sembari meraih kantong-kantong yang tersisa


disisi lain Riko sudah berada di dalam kamar Aham dan Cecil bersama dengan Aham, Cecil, dan Titi...


"Bima sama Tino mana ko?" tanya Aham yang duduk di samping Cecil


"di depan tuh, ngobrol sama Tian" jawab Riko


"lah lo kok nggak ikut?" tanya Aham


"gue dihabisin sama mereka bertiga" ucap Riko menghela nafas


"pantes sih" ucap Aham sambil tertawa


"Lo ikut-ikutan juga ham" kata Riko


"hahah nggak bercanda" jawab Aham


"enak bener lo udah tiduran disini aja" ucap Bima tiba-tiba membuat Riko yang tidak tau kedatangannya menjadi kaget


"eh kaget bod* " ucap Riko mengelus dada


"bisa-bisanya dia masuk cuma bawa 2 kantong, yang lain ditinggalin" jawab Bima


"emang kalian belanja apaan sih kok banyak banget kantongnya?" tanya Aham


"ya camilan, minuman, bahan makanan dan lainnya lengkap" jawab Bima


"buat apa kak? kan udah banyak makanan di kulkas. aku sama kak aham juga baru belanja" ucap Cecil kepada Bima


"nggak papa dek, biar lo nggak keluar-keluar sama nggak kecapek an" tutur Bima


"terus udah dibawa masuk semua kantongnya? " tanya Aham


"udah kok ham, santai aja" jawab Bima


"ti, minta tolong buatin sirup buat mereka" ucap Cecil meminta tolong kepada Titi


"okay cil" jawab Titi


Bima dan Tino memilih untuk bergabung dengan Riko yang sedang rebahan di kasur lantai


"lihat struknya Bim, lo beli apa aja coba" kata Aham sembari merebut struk yang sedang di pegang oleh Bima


setelah melihat struk yang sangat panjang itu, aku menggeleng-geleng kan kepalanya


"Lo mau bikin toko Bim?" tanya Aham

__ADS_1


"bisa-bisanya belanja makanan habis 20 juta" sambung Aham


"ini demi kalian tau, supaya kalian nggak keluar-keluar dan bikin Cecil kecapekan nantinya. Lo harus bersyukur punya ipar kayak gue yang sayang sama calon ponakan. gue udah beliin makanan yang bergizi dan baik buat ibu hamil" jawab Bima


"Bim, xxx xxx xxx xxx xx ini nomor rekening lo kan"


"iya ham, kenapa?" tanya Bima yang belum sadar


aham langsung mengambil handphone yang diletakkan di nakas tanpa menjawab pertanyaan Bima


"dah" ucap Aham


"apanya yang udah si ham?" tanya Bima bingung


tiba-tiba terdengar notifikasi handphone Bima


"lah apaan ni ham, kan gue belanja in adek gue" ucap Bima menunjuk notifikasi m banking miliknya


"nggak papa Bim, lagian adek lo sekarang kan istri gue" jawab Aham


"tapi ini kebanyakan ham" ucap Bima


"emang berapa sih Bim?" tanya Riko kepo


Bima langsung menunjukan bukti transfer dari Aham


"balas Budi nya Sultan emang beda" celetuk Riko setelah melihat nominal yang di transfer oleh Aham


"dah terima aja, bagi-bagi sama Tino sama Riko yang udah bantuin" ucap Aham


"kalian nanti tidur sini aja kak" ucap Cecil sembari membenarkan posisi tidurnya menjadi bersandar


"bener kata Cecil, kalian nginep sini aja" ucap Aham


"ide bagus itu" celetuk Riko


"gercep banget ini anak" ucap Tino


"ya nggak papa dong, mumpung nanti malam nggak ada kegiatan kan" jawab Riko


"okelah kita nginep disini dek" jawab Bima kepada Cecil


"nah gitu dong" ucap Cecil tersenyum


"nanti gue siapin kasurnya ya" ucap Aham


"oke bro" jawab Bima, Tino dan Riko bersamaan


"eh tapi kita-kita harus balik dulu ke barak sekarang, izin komandan dulu" ucap Riko


"tumben nggak lola lo" ucap Tino tertawa sambil menepuk pundak Riko


"gue kalau berhubungan sama hukuman nggak mungkin Lola" jawab Riko


tak lama Titi masuk membawakan minuman dan camilan untuk mereka


**I am come back


Alhamdulillah UAS nya berjalan lancar

__ADS_1


terimakasih atas semua doanya yaa


Mulai hari ini, insyaallah author akan rajin-rajin update lagi seperti sebelumnya**


__ADS_2