TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
KHILAFNYA CECIL


__ADS_3

Akhirnya selesai juga Titi memasukkan barang-barang yang di bawa Cecil ke dalam rumah. karena di rumah tersebut sudah ada kulkas dan perabotan lainnya, ia bergegas menyalakan kulkas baru nya kemudian memasukkan minuman dan buah-buahan yang ia bawa...


Cecil membeli 1 kulkas khusus minuman yang ia tempatkan di ruang tamu dan 1 kulkas dua pintu di dapur nya, meskipun demikian kulkas-kulkas tersebut penuh terisi dengan makanan dan minuman...


"dah selesai" ucap Cecil sembari menutup pintu kulkas nya


"banyak bener cil, siapa yang belanja ini semua?" tanya Titi


"aku kemarin, lagian gabut banget ti di rumah sendirian. Mau ngajak kamu pergi juga kamu masih sibuk ngurus ini itu" jawab Cecil


"nyetir sendiri lagi?" tanya Titi


"enggak lah, yakali aku belanja segini banyak terus nyetir sendiri. tenang, aku di temani supir sama bibi kok. Kamu tau kan tempat belanja grosir yang baru buka itu, aku belanja di situ bener-bener rekomen banget apalagi harga nya yang miring kayak lereng gunung lawu itu bener-bener bikin aku khilaf hehe" jawab Cecil


"khilaf sih khilaf cil, tapi khilaf mu ini pasti udah sampai jutaan" ucap Titi


"gapapa, biar nggak kosong rumahnya"


karena merasa lapar, Cecil ingin memanggang sosis yang ada di kulkasnya tadi...


Ia lalu membuka kulkas dan mengambil sosis tersebut


"mau ngapain lo?" tanya Titi

__ADS_1


"mau makan sosis panggang" jawab Cecil


Cecil lalu menyiapkan pan panggangan nya


"sini aku bantu in" ucap Titi


"nggak ti, aku lagi pengen masak sendiri hehe. Sekalian masak banyak, tenang udah ada bumbu-bumbu jadinya kok" jawab Cecil


"emang keburu cil? Sekarang udah jam 6 tuh" ucap Titi


"keburu kok, kami kumpulnya jam 7 hahaha" jawab Cecil sembari tertawa


"jadi lo ngerjain gue nih" ucap Titi karena Cecil memberitahu Titi bahwa ia harus berangkat jam 5 kurang karena acaranya akan di mulai pukul 6.00


"lo tau nggak, gue sampai bikin 5 alarm jam dan alarm handphone juga biar nggak telat bangun. Mana bangun-bangun semua belum bangun lagi, mama papa sampai heran lihat gue udah rapi di jam segitu" ucap Titi


"ini training ti, anggap aja latihan bangun pagi. Ya Kali kamu mau bangun siang nanti pas udah nikah sama kak bima, yang ada telat bangun malah masakan sudah tersedia di atas meja" jawab Cecil


"iya kalau masakan yang tersedia di atas meja, kalau aku di suruh lari sampai depan" ucap Titi bergidik ngeri kalau sampai hal itu terjadi mengingat bima yang dingin nan jarang bicara itu, apalagi titi pernah melihat bima menghukum salah satu adek nya


"hahah, nggak-nggak kak bima tuh baik banget. tenang aja nanti kalau ada apa-apa sama kamu, aku yang jadi cctv dan bakal ngadu ke mami" jawab Cecil


"memang sahabat yang baik banget anak satu ini"

__ADS_1


"udah bukan anak lagi ti, kan udah mau punya anak" jawab cecil


Mereka berdua tertawa bersama sama


"udah matang nih, ayo makan" ajak Cecil


"g*la banyak banget Bu masaknya, buat orang se RT?" tanya Titi


"lagi pengen masak banyak aja, soalnya nanggung kalau masak dikit-dikit nanti nggak enak malahan" jawab Cecil


mereka berdua makan bersama-sama, memang porsi yang di masak Cecil banyak namun setelah di makan berdua dan terus-menerus nambah akhirnya habis juga sosis tersebut...


"enak banget cil"


"kan aku bilang apa" jawab Cecil


"kayak nya harus nih gue belajar masak sama lo" ucap Titi


"kan masakan kamu juga enak ti" ucap Cecil


"iya sih, tapi nggak bisa masak makanan yang ala-ala barat, sama bakar-bakaran gini nggak bisa. Pasti kalau nggak pahit gara-gara terlalu lama masak, kalau nggak gitu bumbu nya nggak meresap ke dalam bakarannya" jawab Titi


"gampang deh nanti ku kasih resep"

__ADS_1


__ADS_2