TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
MESKIPUN TIDUR NAMUN MENGGODA


__ADS_3

"udah ya aku berangkat dulu, lama-lama disini malah bisa-bisa undur 2 jam nanti jadwal latihannya" ucap Aham berpamitan sembari mengecup bibir Cecil lumayan lama


"hati-hati" jawab Cecil menyalami Aham


dia mengantar Aham sampai ke depan pintu, kemudian dia kembali lagi ke dalam kamar nya untuk melanjutkan tidur siang nya ..


"hmm masak aku tidur lagi, tapi belum ngantuk juga. sepi banget kalau kayak gini ditinggal kak Aham latihan, si Titi juga nggak main kesini" gumam Cecil masuk ke dalam kamarnya


"bersih-bersih dulu aja deh, kalau nunggu kak Aham malah nggak bersih-bersih ini nanti" sambungnya sembari mulai keluar dari kamarnya untuk membereskan beberapa barang yang berserakan di dapur...


setelah selesai dengan bersih-bersih nya, dia kembali ke kamar untuk tidur. namun sudah setengah jam dia berbaring kantuk tak kunjung datang


dia memilih untuk bermain ponsel sejenak, akhir-akhir ini dia sangat suka sekali melihat video di tik t*k. di berandanya banyak sekali video-video mengenai kegiatan abdi negara karena akhir-akhir ini dia suka melihatnya ..


saat men scroll berandanya tiba-tiba muncul sebuah video yang sedang fyp mengenai tentara yang gugur karena terkena tembakan kelompok *******, hal itu membuat Cecil merasa khawatir...


pasalnya bukan hanya satu orang yang gugur, namun ada tiga orang dalam satu hari. Apalagi tempat mereka sekarang bisa dibilang dekat dengan daerah rawan konflik dengan ******* seperti itu...


"Ya Allah lindungilah kami yang sedang berjuang disini, semoga tidak ada lagi korban-korban yang berjatuhan" gumam Cecil


Cecil jadi kepikiran bagaimana jika hal itu terjadi pada Aham dan teman-temannya, pikiran itu membuat Cecil merasa pusing..


"kenapa jadi kepikiran yang aneh-aneh gini sih, pasti nggak akan ada apa-apa kok. udah lah aku lanjut tidur aja ketimbang overthinking kayak gini" ucapnya sembari merebahkan tubuhnya kembali


...........


di lapangan, Aham dan pasukannya memulai latihan bersama dengan pasukan dari Surabaya. latihan tersebut dipimpin oleh Aham, mengingat mereka lah yang tergabung dengan pasukan elite dan Aham sebagai kapten nya...


Aham adalah orang yang sangat tepat waktu, jika dia mengatakan akan ada latihan jam 1 siang maka dia akan datang 10 menit sebelum latihan dimulai. jika ada yang terlambat mengikuti latihan, maka konsekuensi mereka harus berguling sebanyak 20 kali...


sikap Aham yang demikian sudah terkenal sejak dulu, maka dari itu tidak ada yang berani datang terlambat saat latihan dengannya...


latihan mereka berjalan hingga pukul 4 sore waktu setempat, mengingat mereka belum melaksanakan shalat ashar membuat Aham menghentikan latihan dan akan di lanjut ke keesokan harinya...


"Latihan hari ini cukup sekian, kita lanjut lagi besok pukul 7.00 pagi harus sudah ada di lapangan. ingat jangan sampai ada yang terlambat datang, mengerti?!" tanya Aham

__ADS_1


"Izin menjawab, Siap mengerti" jawab semua pasukan yang ikut latihan


"Komandan Peleton, bubarkan pasukan kalian" perintah Aham


"Siap Kapten" jawab Komandan setiap peleton


"Bubar barisan, Jalan!" Perintah setiap Danton


mereka semua membubarkan diri kemudian kembali ke barak masing-masing namun tetap dengan keadaan barisan yang masih rapi...


meskipun bersahabat dengan Bima, Riko dan Tino, disaat latihan Aham tidak akan membeda-bedakan hal tersebut karena saat latihan mereka di anggap sama oleh Aham...


hal itu dilakukan agar tidak ada protes satu sama lain, jika Bima atau sahabatnya yang lain melakukan kesalahan, maka dia akan menindak sesuai dengan sanksi yang sudah diberlakukan oleh kesatuannya...


setelah selesai latihan, Aham langsung kembali ke rumahnya mengingat waktu sudah semakin sore dan dia meninggalkan Cecil sendirian di rumah...


Di perjalanan menuju rumahnya banyak berkumpul anak-anak perempuan tentara yang mungkin sudah memasuki SMA atau bahkan sudah lulus, sebenarnya sudah menjadi kebiasaan mereka berkumpul di sore hari namun Aham baru mengetahui akan hal itu...


pandangan anak-anak itu lurus kepada Aham, ada beberapa anak yang berbicara bisik-bisik entah apa yang mereka bahas. hal itu membuat Aham mempercepat jalannya mengingat dia berjalan dengan jarak yang lumayan jauh dengan pasukan yang lainnya ...


"Abang kok sendiri?" tanya yang lainnya sembari tersenyum


"iya" jawab Aham sembari tersenyum tipis dan hampir tidak terlihat senyuman itu


"Abang tinggal di barak apa?" tanya yang lain namun tidak di jawab oleh Aham


"yah kok di cuekin si bang" keluhnya


Aham memilih mempercepat jalannya agar cepat sampai di rumahnya, karena dia merasa sangat risih jika ada yang bersikap seperti itu kepadanya...


sesampainya di rumah ternyata semua lampu masih mati, dia masuk ke dalam rumah dengan hati-hati karena dia tahu Cecil pasti masih tidur...


sebelum membangunkan Cecil, dia memilih untuk mandi terlebih dahulu karena tubuhnya sudah lengket dengan keringat terlebih pakaian yang ia kenakan sudah kotor penuh dengan lumpur ...


setelah menyelesaikan acara mandinya, baru lah dia masuk ke dalam kamar dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya...

__ADS_1


"Sayang" panggil Aham pelan sembari mengelus rambut Cecil


"bangun ya, udah sore" ucap Aham kembali


bukannya bangun, Cecil malah memeluk pinggang Aham yang duduk di sampingnya...


"Bangun yang, udah sore. nanti malam di lanjut lagi tidurnya ya " pinta Aham


tangan Cecil yang memeluk Aham pun bergerak dan mengenai tongkat kebanggaan Aham, membuat Aham kaget karena tangan Cecil tidak kunjung berpindah dari sana. bahkan tangan Cecil malah bergerak di sekitaran area sensitif Aham, membuat Aham merem melek dibuatnya...


"Sa Sayang" ucap Aham terbata-bata sembari melepaskan tangan Cecil namun tidak bisa karena kuatnya pegangan Cecil


"Bangun dong yang, kamu tidur aja bisa menyiksa si Ciko kalau gini caranya" ucap Aham yang sudah ke gerahan karena gerakan tangan Cecil


karena sudah tidak tahan, Aham langsung menghujani Cecil dengan ciuman yang bertubi-tubi namun hal itu belum juga membangunkan Cecil. karena hasratnya yang sudah tidak tertahan, akhir nya Aham menciumi Cecil dengan intens, mel*mat bibir nya sembari membuka baju Cecil...


dua aset berharga Cecil yang masih tertutup dengan b*a tak luput jadi sasaran tangan Aham yang sudah mulai aktif...


merasa ada yang menganggu tidurnya, Cecil terbangun dan seketika kaget saat membuka mata karena posisi Aham dengan dirinya yang hampir tidak berjarak...


"Hmmp" gumam Cecil yang ingin melepaskan pangutannya dengan Aham namun tidak berhasil


karena Aham tidak menatapnya sama sekali membuat Cecil kesusahan melepaskan diri dari Aham, alhasil dia sengaja membenturkan kepala nya dengan kepala Aham agar kesadaran Aham kembali....


dug...


"Aww" keluh Aham


"Sayang, kamu tega banget sih" ucap Aham sembari memegang kepalanya


"Mas itu kenapa? orang tidur juga di perk*sa" jawab Cecil kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut


"ini karena kamu yang goda aku" kata Aham


"lawong aku tidur, bisa-bisanya aku yang di tuduh" jawab Cecil

__ADS_1


"kamu bahaya kalau tidur sayang, aku berniat bangunin kamu malah tangan kamu kemana-mana" keluh Aham kesal


__ADS_2