TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
TERSEDAK


__ADS_3

tanpa sepengetahuan Titi sebenarnya Tino sangat akrab dengan keluarganya, orang tua Titi memiliki sebuah toko kue dan Tino termasuk pelanggan setia mereka dari saat masih SMP


hal itu yang membuat orang tua Titi tidak banyak bertanya mengenai latar belakang Tino karena sebetulnya mereka sudah mengetahuinya tanpa Titi tahu


"*terimakasih Om Tante, jika ada kesempatan dalam dekat ini saya akan menemui kalian secara langsung" ucap Tino kepada kedua orang tua Titi


"iya nak, kami akan mendoakan yang terbaik untuk kalian" jawab papa Titi*


Tino memberikan handphone kepada Titi agar Titi dapat berbicara dengan kedua orangtuanya


"*ma pa?" ucap Titi


"nak, bagaimana? apa kamu sudah ada jawaban untuk nak Tino?" tanya mama Titi


"kak, ma, pa, beri aku waktu untuk shalat istikharah terlebih dahulu karena ini sangat mendadak dan mengejutkan bagiku" jawab Titi


kedua orang tua Titi dan Tino sendiri pun memahami jika lamarannya memang sangat mendadak, dan jika di posisi Titi dia juga akan bingung


"kapanpun jawabanmu, aku akan menunggu ti" jawab Tino sambil tersenyum


Titi hanya mengangguk untuk meng iyakan kata-kata Tino


"sudah dulu ya ma, pa"


"iya nak, hati-hati ya disana"


"baik ma"


Titi memutus sambungan telepon dengan orang tuanya , mendadak suasana disana menjadi canggung. beruntung bianglala tersebut sudah berputar dan mereka sebentar lagi akan turun..


Titi dan Tino turun bersamaan dengan Bima dan cindi, mereka berjalan bersama dengan Bima dan cindi yang ada di depan. sebelumnya Cecil sudah berpesan agar menyusul mereka di cafe xx setelah naik bianglala...


"ti, ayo ke sana sebentar" ajak Tino yang sudah menggandeng tangan Titi


Titi hanya mengangguk mengiyakan ajakan Tino


"Bim, lo bilangin Aham sama Cecil ya kalau gue sama Titi nyusul nanti. kabarin aja kalian dimana" pamit Tino


"oh oke" jawab Bima yang sebenarnya merasa aneh


Tino dan Titi melangkah menjauh dari Bima dan cindi yang masih terpaku menatap mereka berdua


"Bim" panggil cindi namun tidak ada sahutan dari Bima karena dia masih melihat Titi dan Tino


"Bima" panggil cindi lagi sambil menepuk pundak Bima


"eh iya cin?" tanya Bima yang kaget


"mereka bukan anak kecil lagi kok, jadi kita nggak perlu ngawasin mereka" ucap cindi


"enggak cin" elak Bima

__ADS_1


"yaudah ayo ke Cecil sama Aham" ajak cindi


akhirnya mereka berdua melanjutkan jalan ke tempat Cecil dan Aham karena beberapa kali Aham sudah menghubungi Bima melalui telepon..


____di cafe xx____


"kalian lama banget sih" keluh Aham yang sudah memesankan banyak makanan untuk mereka makan bersama-sama sesuai permintaan Cecil


"bianglala nya tadi berhenti lama, makanya gue nggak turun-turun" jawab Bima yang sudah duduk di samping cindi


"Titi sama kak Tino kemana kak?" tanya Cecil kepada Bima dan cindi


"tadi mereka pamit mau keliling dulu cil, katanya habis ini nyusul kok" jawab cindi tersenyum sedangkan Bima hanya diam tidak menjawab


"Riko kemana ham?" tanya Bima


"ke toilet dia" jawab Aham


tak lama Riko kembali bergabung dengan mereka


"eh udah balik lo Bim, si Tino mana?" tanya Riko


"ntar nyusul dia" jawab Bima


"aku coba telepon Titi dulu ya, kita tunggu dia apa makan duluan" ucap Cecil kemudian menelepon Titi


tak lama telepon tersebut terhubung dengan Titi, namun bukan Titi yang menjawab teleponnya


"hallo" jawab seseorang yang tak lain adalah Tino


"eh kak, kalian dimana?" tanya Cecil


"ini kita lagi di stand gelato cil, Titi pingin gelato tadi" jawab Tino


"*oh ya sudah kak, kalau udah selesai kalian cepet nyusul ya. ini aku sama yang lain makan dulu ya" ucap Cecil


"okay cil, secepatnya kita nyusul" jawab Tino kemudian menutup teleponnya*


"gimana yang?" tanya Aham kepada Cecil yang sudah menaruh handphone nya


"katanya mereka nanti nyusul, kita disuruh makan duluan" jawab Cecil


"kok lo tadi manggilnya kak dek?" tanya Bima


"oh, yang angkat teleponnya tadi kak Tino. Titi nya lagi makan gelato katanya" jawab Cecil santai


"yaudah makan yuk, laper gue dari tadi nunggu kalian" ucap Aham yang memang sudah kelaparan karena menunggu kedatangan Bima dan yang lain


"sama gue juga" jawab Tino


mereka akhirnya memulai acara makan tanpa ada pembicaraan, karena sudah menjadi kebiasaan mereka di asrama dan saat di luar pun kebiasaan itu tetap terbawa ...

__ADS_1


di tengah acara makannya, Titi dan Tino baru saja sampai di cafe xx


"sorry ya lama" ucap Titi meminta maaf kepada Cecil yang menunggunya


"nggak papa ti, santai aja. udah yuk makan" ucap Cecil


Titi duduk di sebelah Tino, tempat duduk Tino dan Titi berhadapan dengan Bima dan cindi


"udah kalian makan aja, laper kan pasti" ucap Aham


"oke ham" jawab Tino


"kalian darimana aja tadi?" tanya Riko


"tadi mampir bentar ke stand gelato yang lagi viral itu lo cil, sama beli ini" ucap Titi menunjukkan sebuah paper bag bertuliskan nama sebuah toko aksesoris terkenal


"oh yang kamu lihatin ke aku waktu itu ti?" tanya Cecil


"iya cil, dan kebetulan ada di sana" jawab Titi


mereka berdua memang seperti itu, meskipun sedang makan obrolan tidak akan berhenti. cindi sebenarnya juga sama dengan mereka namun karena cindi tidak tau apa yang mereka obrolkan, dia memilih untuk diam...


karena asyik makan sambil berbicara, Titi tersedak dan akhirnya terbatuk-batuk


dengan cepat Tino memberikan minum kepada Titi dan langsung diminum oleh Titi


"makanya kalau makan ya makan dulu, jangan makan sambil ngomong" ucap Tino menceramahi Titi


"iya iya" jawab Titi kesal


perilaku Tino dan Titi tak luput dari perhatian teman-temannya terutama Bima yang duduk berseberangan dengan mereka berdua


"kayaknya bianglala buat orang yang suka berantem jadi akur ya" celetuk Riko


"iya nih, coba ko lo sama si Andre naik bianglala berdua biar nggak berantem terus" ucap Aham sambil tertawa


"Lo kalau ngasih saran itu yang masuk dikit dong ham masak gue naik berdua sama Andre, sama cewek lah jangan cowok" jawab Riko


"Lo kan nggak punya cewek ko" ucap Tino


"Lo juga" jawab Riko


"siapa bilang, gue bentar lagi bakal nyusul Aham sama Cecil" ucap Tino yang lagi-lagi membuat Titi terbatuk-batuk


"ti pelan-pelan" ucap Cecil menepuk punggung Titi


"maksud lo nyusul gue?" tanya Aham


"bentar lagi gue nikah" jawab Tino


"sama siapa lo no? bukannya lo udah putus sama cewek lo sebelum kita berangkat ke Papua?" tanya Riko

__ADS_1


"sama cewek yang udah gue kagumi dari dulu" jawab Tino sontak membuat pipi Titi memerah


__ADS_2