
tiba-tiba Titi teringat akan percakapan nya dengan Bima waktu itu
"tanggal 12 rindi harusnya sampai disini kan" gumam Titi
"dan dia dikabarkan bubur diri di hotel dekat bandara, kalau dia udah berniat berangkat kesini pasti dia berangkat dan lagi Rindi bukan orang yang mudah putus asa" gumam Titi
"pasti ada yang nggak beres, yang terpenting sekarang perasaannya kak Bima. soal perasaan gue, ini gue sendiri yang bikin hati gue sakit" sambungnya sembari menyeka air matanya
setelah lelah menangis tadi, Titi akhirnya tertidur. meskipun hari terbilang masih sore, namun karena hari ini sedang turun hujan jadi keadaan di asrama sepi...
......................
Setelah mengantar Titi ke kamar, Cecil terlebih dahulu pergi ke dapur untuk membuatkan minum Aham. Cecil bukanlah wanita yang egois, dia paham sekali bagaimana perasaan Aham saat ini apalagi mereka ber lima adalah sahabat dari SMP pastinya ada rasa kehilangan yang tengah ia rasakan saat ini. Jika sedang gelisah Aham terbiasa meminum coklat panas untuk menenangkan pikirannya, oleh karena itu Cecil terlebih dahulu membuatkannya sebelum menyusul Aham ke kamar....
Cecil masuk ke dalam kamar dengan membawa coklat panas di tangan kanannya. Terlihat Aham yang tengah menyenderkan tubuhnya di senderan tempat tidur dengan mata terpejam, tampaknya dia sudah berganti pakaian dengan celana se lutut dan kaos polos yang biasa dikenakan saat di rumah...
"yang" panggil Cecil kepada Aham
Aham membuka matanya dan melihat Cecil yang sudah ada di depannya dengan secangkir coklat panas di tangannya...
"ini" ucap Cecil menyodorkan cangkir berisi coklat panas
"makasih" jawab Aham sembari tersenyum, dia meminum coklat tersebut
"mau kemana?" tanya Aham setelah melihat Cecil akan beranjak dari tempatnya berdiri
"mau ganti baju" jawab Cecil
"kenapa ganti hmm?" tanya Aham kembali
"aku gerah pakai baju ini" ucap Cecil sembari mengambil kaos lengan pendek dan celana pendek di lemarinya, sebelumnya dia memakai celana panjang dan baju lengan panjang karena menyusul Aham dan Bima di depan barak tadi
"ganti disini aja yang" pinta Aham
"nggak!!" jawab Cecil sembari memberi tatapan tajam pada Aham
melihat reaksi Cecil, Aham tertawa puas karena berhasil menjahilinya
Cecil berlalu keluar kamar menuju kamar mandi karena kamar mandi memang berada di luar kamar tidur, setelah selesai dia kembali ke kamar...
Setelah membuka pintu kamar, tampak Aham yang tengah fokus dengan ponselnya. Menyadari kedatangan Cecil, Aham meminta Cecil untuk mendekat ke arahnya...
"sini yang" ucap Aham sembari menepuk tempat tidur di sebelahnya
Cecil menuruti kata Aham, dia naik ke atas tempat tidur dan duduk di sebelah Aham. Setelah Cecil duduk, tiba-tiba Aham merangkul pundak Cecil dan memposisikan kepala Cecil menyender di pundaknya...
"Aku udah dapat kabar dari Tino" ucap Aham
__ADS_1
"gimana kata kak Tino?" tanya Cecil
"Bima berangkat kesana di temenin sama Tino, kalau Riko ini perjalanan balik ke sini karena nanti malam dia ada jadwal jaga" jawab Aham
"syukurlah kalau ada yang nemenin kak Bima" ucap Cecil
"iyaa" jawab Aham
tiba-tiba Cecil memposisikan dirinya duduk menghadap Aham, dia melihat wajah Aham yang tampak lelah. Aham tersenyum kecil kepada Cecil
"kenapa yang?" tanya Aham
"tidur yuk" ajak Cecil membuat Aham mengernyitkan dahi nya
"jangan mikir macam-macam, aku cuma ajak tidur bukan yang lain" ucap Cecil dengan tegas membuat Aham tertawa
"iyaa iyaa, ayo tidur" ucap Aham sembari memeluk Cecil dan memposisikan tubuh mereka berdua untuk berbaring
Mereka tidur dengan posisi berpelukan, sudah menjadi kebiasaan Cecil saat akan tidur selalu memeluk Aham. Dengan mencium aroma tubuh Aham dapat menjadi obat tidur yang ampuh baginya...
Kadang dia juga berfikir, bagaimana nanti jika Aham harus pergi satgas? bagaimana jika dia tidak bisa tidur...
Cecil yang tidak bisa tidur hanya bergerak resah, membuat Aham yang sudah memasuki alam mimpinya terganggu...
"yang jangan gerak terus" pinta Aham
"aku nggak bisa nafas yang" ucap Cecil karena memang posisi mereka sangat berdekatan, dan Aham memeluknya sangat erat
"kok belakangi suami sih" ucap Aham
"masih bisa peluk kan?" tanya Cecil
"ya bisa tapi nggak enak" jawab Aham
Begitulah Aham, selalu protes jika Cecil tidur membelakangi dirinya padahal Aham masih bisa memeluknya...
akhirnya Cecil memposisikan dirinya tidur dengan posisi menghadap ke langit-langit. melihat hal itu, Aham langsung menyenderkan kepalanya ke pundak Cecil...
"kebiasaan" ucap Cecil
"tidur yang, aku ngantuk" jawab Aham
"bawel" gumam Cecil
"aku denger" kata Aham
tak lama mereka berdua sudah terlelap....
__ADS_1
......................
Di tempat lain, Bima dan Tino sudah perjalanan ke Jakarta. Tino adalah teman curhat yang selalu mengetahui rahasia-rahasia Bima dibanding sahabatnya ataupun keluarganya, sehingga saat ini dia sangat mengerti bagaimana perasaan Bima...
"Bim, ini lo minum" ucap Tino sembari memberikan minum kepada Bima
"gue nggak haus no" jawab Bima
"tapi lo harus minum, lo harus tetap terlihat tegar di depan keluarganya rindi biar bisa kuat in mereka" ucap Tino
kemudian Bima meraih minuman di tangan Tino, dan menenggaknya habis tanpa tersisa...
Karena kelelahan akhirnya Bima tertidur saat perjalanan membuat Tino merasa lega, setidaknya Bima bisa ber istirahat sejenak. Sedari tadi Bima menangis di balik kacamata hitam yang ia gunakan setelah keluar dari asrama...
Tino memilih untuk memakan makanan yang diberikan oleh pramugari untuk mengganjal perutnya karena tanpa disadari mereka melewatkan makan siang tadi dan sekarang bahkan sudah menjelang makan sore...
saat tengah asyik dengan makanannya, tiba-tiba penumpang yang duduk di samping nya memanggil dia...
"maaf bang" ucap penumpang wanita itu
Tino menoleh ke arah samping, wanita itu tersenyum ke arahnya
"Abang, dipikir gue tukang bakso apa" batin Tino
"iya ada apa?" tanya Tino kepada wanita itu
"bang boleh minta fotonya?" tanya wanita itu
"maksudnya?" tanya Tino yang tidak paham
"kita foto berdua gitu" ucap wanita itu
"emm maaf ya" jawab Tino sopan
"satu kali aja kak" pinta wanita itu
"maaf ya, nggak bisa saya sudah ada pacar" tolak Tino
"sombong banget sih baru juga pacar, ntar putus baru tau rasa lo" umpat wanita itu yang masih di dengar oleh Tino
"lah ni cewek ngomongnya asal njeplak" batin Tino
Tino memilih untuk melanjutkan makannya karena dia masih sangat lapar...
setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai juga di Jakarta, Tino dan Bima langsung bergegas turun. mereka sudah ditunggu papa Bima yang akan menjemput Bima, Tino hanya bertugas mengantar sampai Bima bertemu dengan papanya...
"Om saya pamit dulu ya, saya harus ke gate keberangkatan sekarang" pamit Tino bersalaman dengan papa Bima dan juga Bima
__ADS_1
"iyaa no, hati-hati" jawab papa Bima
"makasih no" ucap Bima