TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
SILVI


__ADS_3

"ini harusnya kamu bersyukur mas cuma aku suruh buka baju, milih mana buka baju atau aku tidur di tempat mama?" tanya Cecil


"udah aku rela buka baju selama yang kamu mau tapi jangan nginep di mama ya, nggak bisa tidur aku yang sumpah" jawab Aham


"yaudah sana makan, kamu belum makan kan" ucap Cecil meminta agar Aham makan karena tadi siang dia hanya makan bakso


Aham yang tak ingin makan sendiri berusaha membujuk Cecil agar menemaninya makan


"yang, temenin ya" pinta Aham


"aku udah makan" jawab Cecil


"cuma temani aku aja yang, ya ya" bujuk Aham


akhirnya Cecil menuruti permintaan Aham untuk menemaninya makan, lebih baik dia mengalah kali ini karena Aham seharian hanya makan nasi satu kali itupun tadi pagi...


Cecil berjalan terlebih dahulu kemudian menata lauk yang tadi sudah ia panaskan di meja makan, sementara Aham menunggu dan duduk di kursi sembari memperhatikan istrinya itu...


"udah, cepet makan nanti sakit perut kelaparan" ucap Cecil yang ikut duduk di depan Aham


Cecil fokus membaca buku yang sengaja ia bawa dari dalam kamar...


melihat istrinya yang tidak memperhatikan dirinya sama sekali dan tengah fokus dengan bukunya, Aham menjadi sangat kesal dibuatnya...


Aham terus saja memperhatikan Cecil tanpa menyentuh makanan yang ada di depannya, Cecil yang menyadari sedang di perhatikan menurunkan bukunya dan menatap Aham dengan penuh tanya...


"kenapa?" tanya Cecil melihat Aham


"nggak papa yang, udah baca aja bukunya" ucap Aham cemberut


"makanan nya nggak enak?" tanya Cecil lagi


"belum aku makan" jawab Aham


"kamu itu mas, belum makan nasi dari siang juga kok. nanti kalau sakit perut gimana?" tanya Cecil


"sakit perut ya sakit perut lah, tinggal minum obat beres" jawab Aham


"dibilangin ngeyel banget" ucap Cecil sembari meraih piring yang ada di depan Aham


"buka mulut" ucap Cecil sembari menyuapkan satu sendok makan nasi dan lauknya


Aham menerima suapan tersebut dengan perasaan gembira, tidak sia-sia kalau dia mogok makan dan berakhir diperhatikan oleh sang istri...

__ADS_1


"untung aja nggak marah-marah kayak tadi, kalau marah lagi mungkin udah ditarik ini makanan" batin Aham


suapan demi suapan diterima oleh Aham dengan senang hati, Cecil dengan telaten menyuapi Aham seperti sedang menyuapi anak kecil...


"udah yang kenyang" ucap Aham sembari mengunyah makanannya


"satu sendok lagi" paksa Cecil


akhirnya mau tidak mau Aham menerima suapan dari Cecil


"lain kali jangan telat makan" ucap Cecil sembari mencuci piring bekas makan Aham


"kan kamu juga belum makan siang tadi, masak aku mau makan duluan" jawab Aham


"terus kalau nanti kamu di perbatasan terus aku belum makan sampai malam, kamu juga mau ikutin aku nggak makan sampai malam?" tanya Cecil


"nggak bisa jawab kan, aku meskipun nggak makan nasi tapi di rumah makan cemilan terus. la kamu nggak makan apa-apa kan? kesehatan itu penting mas, telat makan sekarang bukan hal yang sepele bisa berdampak buruk buat tubuh" sambung Cecil dengan segala ceramahnya, saat Aham latihan tadi ia sempat melihat siaran di televisi yang menayangkan adanya pasien menin**al dunia karena kebiasaan telat makan sehingga membuat Cecil khawatir


"iyaa yang maaf" jawab Aham


Aham hanya mampu menggaruk-garuk kepalanya, sudah senang di suapi Cecil dan endingnya malah di marahi lagi...


tak lama adzan magrib berkumandang


"aku ikut" ucap Cecil setelah melihat Aham berpakaian rapi menggunakan baju Koko dan sarung lengkap dengan peci nya


"yaudah aku tunggu disini" jawab Aham


sebenarnya setelah menikah, Cecil lebih sering melaksanakan shalat di rumah. namun entah kenapa kali ini ia ingin ikut bersama Aham


dengan sengaja Cecil menggunakan mukena yang warna nya sama dengan baju Koko Aham, karena ia tahu bahwa setiap akhir pekan pasti anak yang pernah datang ke rumahnya itu menginap di rumah temannya yang satu asrama dengan Cecil...


"udah, ayo" ucap Cecil berdiri di samping Aham


Aham menengok ke arah Cecil, memperhatikan Cecil dari atas sampai bawah


"kamu ngapain sih mas?" tanya Cecil


"eh engg enggak sayang, kamu cantik" jawab Aham


"yaudah ayo" ucap Cecil


Aham berdiri dan berjalan di samping Cecil, tak lupa ia mengunci pintu terlebih dahulu. tampak Titi, Tino Riko dan Bima juga berjalan searah di depannya namun Cecil maupun Aham tidak ada niat untuk memanggil mereka, mereka berdua hanya ingin berjalan berduaan tanpa diganggu siapa pun...

__ADS_1


"yang, kok aku merinding ya" ucap Aham menakut-nakuti Cecil


"ih apaan sih mas" jawab Cecil


"beneran yang, rasanya kayak ada yang ngikutin kita" ucap Aham mengerjai Cecil


"mas ih" jawab Cecil yang mulai ketakutan


"jangan gitu mas" sambung Cecil


Cecil sudah bersiap akan lari namun Aham menarik baju nya, membuatnya jatuh ke dalam pelukan Aham...


"jangan lari sayang, kasihan baby" ucap Aham kepada Cecil


"ya maaf kan reflek, lagian mas sih" jawab Cecil


"haha maaf ya, mas bercanda" ucap Aham sembari mengelus kepala Cecil yang tertutup mukena


mereka berdua melanjutkan jalan menuju masjid dan benar saja dugaan Cecil, seseorang yang ia waspada i muncul juga disana. bahkan dengan sengaja menunggu kedatangan Aham dan Cecil sembari tersenyum ke arah Cecil...


"Hi kak" ucapnya menyapa Cecil yang berjalan di samping Aham


"yang aku masuk dulu" pamit Aham kepada Cecil


"iyaa mas" jawab Cecil sembari tersenyum ke arah Aham


gadis yang ada di depannya itu terus menatap Aham yang masuk ke dalam masjid sembari senyum-senyum...


Cecil berlalu meninggalkan gadis itu, namun baru berapa langkah si anak itu mengikuti Cecil masuk ke dalam masjid bahkan sengaja duduk di samping Cecil...


"kakak namanya Mayang ya?" tanya anak itu


"ha?" ucap Cecil yang kebingungan karena namanya sama sekali tidak ada kata Mayang nya


"kak Aham tapi panggil kakak yang, jadi nama kakak siapa dong kalau bukan Mayang?" tanya anak itu lagi


"oh itu..." belum selesai Cecil menjawab dia sudah dipanggil oleh ibu Danyon untuk maju dan shalat di sampingnya


"ibu Aham mari, di samping saya masih ada tempat kosong" ucap ibu Danyon yang melihat Cecil duduk di barisan paling belakang


"oh iya ibu terimakasih" ucap Cecil


alhasil belum menjawab pertanyaan anak itu, Cecil harus pindah ke depan bersama ibu-ibu lainnya...

__ADS_1


sedangkan Silvi yang ia tinggalkan sendiri masih bertanya-tanya ditambah ibu-ibu yang menghampiri kakak tadi memanggilkan dengan sebutan Ibu Aham, apa mungkin kakak itu ibunya kak Aham pikirnya...


__ADS_2