
"dia tu sekalinya pegang handphone, buka game udah lupa waktu sampai nggak tidur juga tu anak" kata Bima
"terus aja kalian hujat gue" ucap Riko dengan wajah kesal namun tetap menikmati makanannya
"makanya ko cepet-cepet punya pasangan biar ada yang lo kabarin kalau lagi gabut" ucap Bima
"alah kayak lo punya pasangan aja Bim" celetuk Riko
sontak raut wajah Bima yang tadinya tersenyum berubah menjadi masam mengingat cinta pertamanya telah pergi untuk selamanya...
Riko yang menyadari perubahan raut wajah Bima langsung meminta maaf kepada Bima
"eh Bim sorry, gue nggak bermaksud kayak gitu" ucap Riko kepada Bima yang menunduk
"santai aja ko, nggak papa kok" jawab Bima sembari mengelap air matanya yang menetes tiba-tiba
"udah-udah kalian ini kayak anak kecil aja" kata Aham yang sedang memakan roti nya
"kakak ipar lo tu ham" ucap Riko
"enak aja lo ko" jawab Bima
"haduh kalian ini, cepat makan jangan debat mulu. pusing aku dengerin nya" ucap Cecil sembari bangkit dari duduknya, Cecil melangkah menuju kamar mandi namun baru beberapa langkah dia berhenti
"ini nanti aku keluar kamar mandi harus udah siap semua ya" sambung Cecil kemudian berlalu menuju kamar mandi
semua pandangan tertuju pada Cecil yang masuk ke dalam kamar mandi, setelah Cecil menutup pintu pandangan itu beralih ke Aham yang tengah makan.
sadar akan pandangan teman-temannya, Aham menghentikan makannya kemudian menatap orang-orang di depannya
"kalian ngapain lihatin gue kayak gitu?" tanya Aham melihat balik ke arah teman-temannya itu
"Cecil jangan lo ajarin tegas dong ham, dia kan cewek harusnya lemah lembut. masak nanti se keluarga lo sikapnya tegas semua, kan serem jadinya" ucap Riko
"maksudnya?" tanya Aham yang bingung akan pernyataan yang di lontarkan oleh Riko
"jelasin Bim" pinta Riko kepada Bima
"ham plis lah, lo jangan menularkan sikap lo ke adek gue yang baik itu" ucap Bima memohon
"iya ham, si Cecil yang biasanya iya iya aja sekarang jadi kayak lo yang banyak aturan" celetuk Riko
"kalian kira virus di tularkan " jawab Aham
__ADS_1
"gue aja pusing ngadep in Cecil akhir-akhir ini yang berubah-ubah terus suasana hatinya. kalian mah enak kena semprot baru sekali itupun kalau ketemu, lah gue tiap hari kena" sambung Aham
"bawaan bayi kali kak" ucap Titi
"bisa jadi begitu" jawab Aham
"bener tuh kata si Titi ham, lagian lo sih katanya mau pacaran dulu sama Cecil setelah nikah terus mau nunggu lulus dulu si Cecil nya, eh malah benihnya sekarang udah berkembang" ucap Tino
"kan namanya rezeki nggak boleh di tolak no, lagian siapa yang bisa tahan kalau udah sah masih ada batasan-batasan" jawab Aham
"gue awalnya juga nahan no, tapi mana bisa laki-laki normal yang udah sah jadi suaminya terus cuma diam-diam an tanpa ada kontak fisik" sambung Aham kemudian menyeruput kopi yang sudah dibuatkan oleh Cecil
"bener juga ham, yang pacaran aja kadang nggak bisa nahan juga" ucap Tino
"itu mah elo no" kata Bima sambil tertawa
"iya in biar seneng aja" jawab Tino membuat semua orang tertawa
"tapi bener juga kata Bima, lo kan nggak bisa nahan hasrat lo kan. kenapa lo nggak cari istri aja no yang bener-bener, jangan main cewek terus" ucap Aham
"gue juga kepikiran ham, tapi gue maunya yang sama-sama tinggal di Jakarta ham. Lo tau sendiri kan emak gue kayak gimana, karena gue anak terakhir dia minta gue tinggal di rumahnya nantinya. kalau gue dapet istri orang jauh, gue takutnya istri gue nggak bisa ninggalin orang tuanya" jawab Tino
"lah lo nggak bisa rasain pulang kampung dong pas lebaran" ucap Riko
"alah pulang kampung mah bikin ribet aja, Aham juga nggak rasain pulang kampung ke rumah mertuanya tapi kan bisa pulang kampung ke rumah neneknya yang di Jawa Tengah" jawab Tino
"ya semoga aja kalian bertiga cepet dapet jodoh lah, biar adik-adik kalian yang mau nikah itu nggak merasa nggak enakan sama kalian bertiga" kata Aham
"kenapa coba nggak enakan segala?" tanya Riko
"la kalian nggak sadar udah jadi sesepuh di barak" jawab Aham sambil tertawa
"kurang ajar lo ya ham, kalau lo bukan kapten udah gue suruh sikap tobat lo" ucap Riko yang geram membuat semua orang tertawa
"udah udah kalian jangan pada ketawa terus, cepet ganti baju sana keburu Cecil keluar kamar mandi malah nggak di toleransi. kalian mau ke rumah sakit pakai celana kain kayak gitu?" tanya Aham
"Ya kali ham bisa turun martabat gue kalau pakai kayak gini" jawab Tino
"udah sana pada ganti" perintah Aham
setelah menunggu beberapa saat semuanya sudah siap untuk berangkat untuk mengantarkan Cecil memeriksa kandungannya ke rumah sakit ..
sekitar 15 menit mereka melakukan perjalanan ke rumah sakit dengan mengendarai mobil, sehingga tepat pukul 7.50 waktu setempat mereka sudah sampai ...
__ADS_1
"ayo langsung masuk aja, udah janjian kok sama dokternya" ucap Aham sembari menggandeng Cecil
Cecil, Bima, Riko , Tino dan Titi menunggu di kursi tunggu yang tak jauh dari ruang periksa Cecil sedangkan Aham tengah mendaftarkan nama sang istri kepada resepsionis karena ini pertama kalinya Cecil periksa kandungan...
"mbak permisi" ucap Aham kepada resepsionis disana
"silahkan duduk, ada yang bisa kami bantu kak?" tanya resepsionis
"ini saya mau mendaftar" jawab Aham
"atas nama siapa?" tanya resepsionis
"Cecilia Denada Pradana" jawab Aham
"baik, untuk nama suaminya kak?" tanya resepsionis
"Abraham Bagas Gautama" jawab Aham
"boleh saya pinjam kartu identitas Ibu dan Bapaknya" pinta resepsionis
akhirnya Aham menyerahkan kartu identitas miliknya beserta sang istri
"baik mohon ditunggu ya pak, nanti akan kami panggil untuk melakukan pemeriksaan" ucap perawat sembari menyerahkan kartu identitas
"baik" jawab Aham kemudian berjalan menuju Cecil yang tengah asyik mengobrol dengan Titi
sepeninggal Aham , dua resepsionis yang meng input kan data milik Cecil memuji-muji Aham...
"ya ampun ganteng banget sih" ucap salah satu resepsionis
"iya ganteng banget, sayang udah punya istri" ucap satunya
"istrinya cantik lagi"
"lagi hamil pula"
"aku tadi sempet lihat kartu identitas, suaminya ini tentara deh tapi istrinya masih mahasiswa"
"iya mana asalnya dari Jakarta bukan dari daerah sini"
"eh udah-udah fokus lagi, udah jam 8 saatnya panggil pasien"
beberapa saat kemudian nama Cecil di panggil untuk melakukan pemeriksaan, karena saat periksa harus ditemani oleh suaminya maka Aham ikut masuk ke dalam ruangan...
__ADS_1
"Ny. Cecilia Abraham" panggil resepsionis tersebut
Aham dan Cecil berjalan ke arah resepsionis untuk mengambil buku pemeriksaan kemudian masuk ke dalam ruangan...