
“saya bahkan sudah mengetahui siapa saja anggota saya yang bersikap seperti itu, saya juga pernah melihat sendiri tapi bukan kalian. Bahkan ada yang meminta adik letting nya untuk meminta nomor telepon cewek saat olahraga di lapangan seberang, itu hak kalian karena hal itu adalah salah satu upaya mendapatkan jodoh kan. Tapi itu hanya berlaku untuk para jomblo sedangkan yang sudah mempunyai pasangan namun masih bersikap seperti itu, sebenarnya apa yang kalian cari? Eh bukan apa yang kalian cari tapi pasangan seperti apa yang kalian inginkan? Mulai saat ini hargai lah pasangan kalian apa pun kekurangannya, kita disini sebagai pelengkap kekurangannya bukan malah menjadikan dia semakin kekurangan karena sikap kita. Saya percaya kalian masing-masing tahu seberapa besar pengorbanan pasangan kalian, jadi berhentilah bermain-main mulai sekarang. Umur kalian sudah banyak, sudah saatnya memikirkan masa depan kalian. Mengingat saat di perbatasan nanti jarang ada sinyal, maka manfaatkan seminggu ini untuk memberi kabar kepada keluarga juga pasangan kalian.” jelas Aham
"Ingat, jangan pernah menyia-nyiakan orang yang tulus kepada kita kalau tidak mau menyesal nantinya, karena orang yang tulus hanya datang satu kali. per tahankan orang yang tetap sabar dengan sikap kita yang sering berubah-ubah, tapi jika dia bertahan jangan malah kalian jadikan bahan uji coba kesabarannya. setiap orang punya batas kesabaran masing-masing, kasihan mereka yang sudah lama menunggu kepastian dari kalian jangan di kecewa kan. apakah kalian mengerti?" ucap Aham
"siap mengerti ndan"
Aham melihat ke arah jam dinding yang berada di belakangnya, sudah menunjuk pukul 12 malam
"wah tidak terasa ya saya ceramah i kalian sampai sudah tengah malam, baik karena sudah semakin larut silakan kembali ke barak untuk istirahat" perintah Aham
"siap Ndan"
Aham berjalan keluar aula terlebih dahulu barulah para anggota nya mengikuti di belakang untuk kembali ke barak, namun saat berjalan ada anggotanya yang memanggil..
“mohon maaf ndan”
“ya ada apa?” tanya Aham menghentikan langkah kakinya
“mohon maaf ndan sebelumnya tadi saat saya mendengar wejangan dari komandan, saya ingin sekali berkonsultasi kepada komandan” ucapnya
“konsultasi masalah apa ya?” tanya Aham
“tentang hubungan saya dan pasangan saya ndan”
“silakan saja, lebih baik kita obrol kan hal ini besok saja ya. Temui saya di kantor saat jam istirahat ya, kalau sekarang saya takut istri saya nunggu saya pulang” ucap Aham
“siap ndan”
“baik kalau begitu saya duluan ya” pamit Aham
“silakan ndan”
"aduh sudah setengah 1 aja, pasti Cecil sudah tidur" gumam Aham mempercepat langkahnya agar cepat sampai rumah , dia takut jika cecil masih menunggu dia pulang
setelah sampai, dia dengan sangat hati-hati membuka pintu rumah agar tidak menimbulkan kebisingan yang membuat Cecil terbangun nantinya...
"sudah tidur istri cantik ku" ucap Aham pelan saat sudah masuk ke dalam kamar
"kebiasaan deh lihat handphone sebelum tidur dan berakhir handphone nya yang lihat in dia" sambungnya sembari mengelus kepala Cecil pelan
__ADS_1
Aham mengambil handphone Cecil yang masih dalam genggaman nya kemudian dia taruh nya di atas meja. seperti biasa sebelum bergabung untuk tidur bersama sang istri, dia membersihkan diri terlebih dahulu...
Lebih dari 15 menit Aham membersihkan diri setelah selesai ia kembali ke kamar untuk mengganti baju dengan kaos lengan pendek, saat akan mengganti baju ternyata Cecil terbangun dari tidurnya...
"Sudah pulang mas?" tanya Cecil sembari mengusap matanya, membuat Aham yang berdiri membelakangi Cecil langsung menghadap ke arah Cecil dan tersenyum
"Iya sayang" jawab Aham sembari memakai baju
Ia berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan dirinya di samping Cecil..
"kenapa bangun? mas berisik ya?" tanya Aham kepada Cecil sembari mengelus rambut Cecil
"enggak kok, aku haus ini tadi" jawab Cecil
"mas ambil kan minum ya" ucap Aham namun saat akan bangun, tangannya malah di tarik oleh Cecil...
"kenapa sayang?" tanya Aham
"mas disini aja, aku sudah minum tuh gelas nya masih di atas meja. aku tadi ke dapur pas mas masih di kamar mandi" jawab Cecil tersenyum
“ya sudah kalau begitu, sekarang tidur lagi ya.” ucap Aham lembut
“hmm istri cantik ku semenjak hamil makin manja aja ya, jadi enggak pengin pergi ke perbatasan rasanya” ucap Aham sembari memeluk cecil
“jangan bilang gitu ah mas, aku kan sudah mengambil keputusan untuk mendampingi mas di saat apa pun. Sudah harus siap jika sewaktu-waktu mas ditugaskan ke tempat yang jauh dari rumah, jadi mas harus kuat in aku juga ya” ucap cecil
“maaf ya sayang. semenjak mas tahu kamu hamil, mas jadi enggak mau jauh sama kamu sayang” jawab Aham
“kita masih bisa komunikasi lewat vc maupun telepon kan mas” ucap cecil
“iya sayang, tapi mungkin itu akan jarang karena disana akan susah sinyal” jawab Aham
“pokoknya mas selesaikan tugas mas saja disana, jangan banyak mikirin aku. Disini aku juga dijaga sama titi dan ibu persit lainnya juga baik sama aku, sudah ya tadi masih nyuruh aku tidur lo malah mas sendiri yang jadi overthingking, nanti enggak bisa tidur malahan” tutur cecil
“makasih pengertiannya yang” jawab Aham
“makasih juga mas buat semuanya” ucap cecil membalas pelukan Aham
Mereka berdua akhirnya tidur dengan Aham yang masih saja memikirkan penugasan nya di perbatasan dan akan meninggalkan cecil selama tiga bulan..
__ADS_1
Disisih lain ada titi yang tengah memikirkan lamaran tino yang menurutnya sangat mengejutkan, bagaimana tidak dia da tino bisa dibilang tidak pernah akur saat bertemu. Namun ternyata dibalik itu semua tino menyimpan perasaan kepadanya, bahkan tino sudah mengenal dengan baik keluarganya…
Tingg…. Tingg….
“siapa ya chat di jam se gini” gumam titi bangun dari rebahannya
Dia membuka handphone yang dia taruh di atas nakas
….…………………WHATSAPP……………………
Kak Tino Nyebelin : “jangan lupa istikharah nya ya cantik, aku masih tunggu jawaban kamu sampai kamu yakin”
Titian : “iyaa siap kak, maaf belum bisa jawab sekarang”
Kak Tino Nyebelin : “no problem cantik, aku akan terus tunggu jawaban kamu”
Pesan terakhir tino hanya dibaca oleh titi karena dia bingung akan membalas apa, mengingat pesan tino untuk melaksanakan shalat istikharah akhirnya berjalan untuk mengambil wudhu…
“Ya Allah berikan petunjuk kepada hamba” ucapnya saat akan mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat istikharah
Titi melaksanakan shalat untuk meminta petunjuk atas kebimbangan di hatinya, ia takut nantinya akan salah langkah lagi karena sudah gagal beberapa kali…
“Ya Allah aku berserah kepadaMu atas segala yang berlaku di dalam hidupku, berikan hambaMu ini petunjuk. Hamba bimbang Ya Allah, hamba takut salah mengambil keputusan. Berikanlah petunjuk yang terbaik untuk hambaMu ini”
Setelah selesai dengan shalat dan doa-doanya, dia bergegas untuk tidur karena sudah jam 1 dan besok dia harus melanjutkan laporan-laporannya…
Pagi harinya, seperti biasa titi memulai dengan kegiatan berbelanja sayur dilanjutkan dengan memasak untuk dirinya. Dia biasa berjanjian belanja sayur dengan cecil, namun kali ini terasa berbeda karena Aham mengikuti cecil kemanapun cecil melangkah…
“ayo ti, maaf ya kak Aham ikut jadi kita enggak bisa gibah deh” ucap cecil sembari melirik Aham yang berjalan di belakangnya sembari bermain ponsel
“iya enggak papa kok cil, kan jadi ada yang bawa in sayuran nya nanti haha” jawab titi sambil tertawa
"eh bentar-bentar, tunggu disini bentar ya. ada yang mau ikut" ucap Aham sembari menoleh ke kanan melihat ke arah barak bujang
"siapa mas?" tanya Cecil
"si Tino mau ikut, katanya keperluan di barak bujang pada habis. Jadi ini nanti belanja di tukang sayur di sebelahnya lapangan seberang ya, soalnya disana yang lengkap" ucap Aham
Titi yang mendengar penuturan Aham mendadak jantungnya berdetak kencang karena akan bertemu dengan Tino sepagi ini, sedangkan Cecil yang melihat reaksi Titi hanya tertawa karena dia sudah pernah mengalaminya...
__ADS_1