
"niatku cuma bikin dia cemburu, eh malah cemburu beneran sampai di ajak pengajuan lebih awal" gumam cecil
cecil terus saja memandangi kotak yang diberikan oleh aham, saat ini hatinya terasa berbunga;bunga karena kejutan yang aham berikan. sampai-sampai dia tidak sadar jika jam sudah menujuk pukul 3.00, saatnya dia bersiap untuk berangkat ke masjid karena permintaan aham kemarin yang ingin pergi berdua dengannya...
"ya ampun udah jam 3 aja, siap-siap dahulu aja deh mumpung titi juga belum bangun" gumam cecil
Cecil mulai merapikan tempat tidurnya kemudian bersiap-siap Kembali untuk mengambil wudu…
Mereka berdua berencana berangkat ke masjid pukul 3.20, dengan aham nanti yang sudah siap di depan barak cecil mengingat azan subuh akan berkumandang pukul 3.40 nanti…
Ting…
Tepat pukul 3.15 aham sudah mengirimkan pesan kepadanya melalui whatsapp…
“aku keluar sekarang, segeralah bersiap. Aku tunggu di depan” kata aham dalam pesannya
“baik” jawab cecil singkat kemudian menaruh handphone nya di atas nakas samping tempat tidur
“huh, tenang cil. Ini Cuma berangkat ke masjid bersama bukan di ajak pengajuan sekarang” gumam cecil sembari memakai mukena nya
Sampai dia akan berangkat ke masjid pun titi tak kunjung bangun, akhirnya sebelum pergi cecil men settingkan jam wekker untuk titi tepat pukul 3.20 dan di letakan di nakas samping tempat tidur titi kemudian dia bergegas keluar dari kamar. Sebenarnya cecil takit jika titi nanti tidak bangun tetapi jika dia membangunkan titi langsung, nanti titi akan curiga cecil terburu-buru seperti itu…
Saat keluar dari baraknya, terlihat aham sudah menunggunya di sana. Aham tampan makin tampan jika memakai sarung dan peci, sampai membuat cecil terpaku di tempatnya…
“ayo jangan bengong aja” ucap aham yang akhirnya menyadarkan lamunan cecil
“a… ayo” jawab cecil gugup
“jangan gugup gitu, kedepannya kita juga akan seperti ini” ucap aham membuat cecil tambah malu karena ketahuan gugup di depan aham
"gimana nggak gugup, udah kayak suami istri mau ibadah bareng aja" batin Cecil
“dengan ucapanku tadi yang mengajakmu pengajuan lebih awal itu aku serius cil” ucap aham kepada cecil saat dia mulai berjalan
“maaf jika keputusanku ini tergesa-gesa bagimu tanpa menanyakan terlebih dahulu kepadamu, tetapi aku sudah yakin akan keputusanku ini cil. Untuk masalah kuliahmu, kamu bisa tetap meneruskannya dan untuk masalah pekerjaan aku tahu kalua kamu punya usaha online shop maka aku akan memodali usahamu itu” sambungnya
“aku tidak keberatan sama sekali dengan apa yang kakak katakan kepadaku, tetapi bukankah kakak sekarang masih dalam tugas?” tanya cecil kepada aham
“2 bulan lagi aka nada jatah cuti tahunan untuk semua pasukan yang datang dari Jakarta, meskipun hanya 1 minggu d bulan itu namun aku rasa itu cukup untuk melakukan pengajuan. Dan aku juga sudah melihat jadwal liburmu, kamu dapat libur di tanggal yang sama denganku” jawab aham sambal melihat kea rah cecil
Cecil melongo melihat penuturan aham kepadanya tentang jadwal libur yang bahkan sudah diketahui oleh aham , di melihat ke arah aham di pikirannya penuh dengan tanda tanya saat ini…
“mengapa? Kok aku bisa tahu?” tanya aham kepada cecil , sepertinya aham tahu apa yang dipikirkan oleh cecil
“iya” jawab cecil singkat
“apa sih yang tidak aku tahu dari kamu” jawaban aham membuat cecil makin melotot
“tahu dari mana?” tanya cecil
__ADS_1
“kamu tidak perlu tahu aku dapat semua info itu dari mana” jawab aham dengan santainya sambil tersenyum
“apa tau dari titi ya, harus tanya ke titi ini nanti” batin cecil
“dan satu lagi, aku bukan dapet info dari titi atau orang disekitarmu kok” ucapan aham mampu membuat cecil begidik ngeri
“oh ya, nanti aku kasih file-file yang perlu kamu pelajari untuk pengajuan nanti” ucapan aham hanya di angguki oleh cecil
Namun obrolan mereka harus berakhir karena mereka berdua sudah sampai di masjid…
“udah buruan masuk” ucap aham kepada cecil, dia hanya menurut apa yang di perintahkan oleh aham untuknya
Cecil berjalan meninggalkan aham yang masih setia memastikan sampai dia benar-benar masuk ke dalam masjid, memang aneh rasanya bagi cecil karena rasa cemburu aham membuat dia sampai berlebihan seperti ini…
“hmm berasa jadi bodyguard gue kalau kayak gini” ucap aham tersenyum kemudian dia memilih untuk masuk ke masjid karena di dalam sudah ada beberapa orang yang berkumpul
Cecil sudah duduk di barisan untuk jemaah wanita, setelah itu masuklah satu orang yang dia yakin adalah anak dari anggota yang tinggal di asrama ini…
“kak” sapa salah satu anak remaja itu kepada cecil sambal tersenyum
“iya” jawab cecil sambal tersenyum
“kakak anggota baru di sini? Atau anak dari anggota juga?” tanya anak itu
“oh bukan, saya mahasiswa dari Jakarta” jawab cecil
“mahasiswa kkn?” tanya anak itu lagi
“iya”
“saya cecil” jawab cecil
“kakak punya ig?” tanya dian
“ada @cecilliadenadapp, di follow ya” ucap cecil seraya tersenyum
Di luar dugaan ternyata anak itu membawa handphone ke masjid, dia langsung mmengeluarkan handphonenya kemudian mencari nama user cecil di Instagram…
“ini ya kak? Wah followers nya banyak banget” ucap dian sembari menunjukkan handphonenya kepada cecil namun hanya dijawab dengan senyuman oleh nya
“loh kakak juga di follow sama kapten ganteng” ucapnya
“kapten ganteng?” tanya cecil
“iya kapten yang dari Jakarta itu” jawab dian
“wah se popular itukah dia” batin cecil
“emm dia…” ucapan cecil terpotong karena azan berkumandang
__ADS_1
...…………………...
Disisi lain titi yang terbangun karena alarm yang di setting oleh cecil merasa kaget karena cecil sudah tidak ada di tempat tidurnya…
“lah cecil kok tidak ada sih” ucapnya sambal mengucek mata
“apa dia udah duluan ya, kok tumben banget” sambungnya
Mata titi mulai terfokus pada baju, tas, sepatu dan tak lupa name tag yang bertuliskan (Ny Cecillia Abraham) barang-barang tersebut berada di atas tempat tidur cecil di samping sebuah kotak bertuliskan (Ny Abraham Bagas Gautama)…
“gila… gila…” gumam titi
“pengajuannya aja masih lama, barang-barang nya udah dikirimin. tidak takut dimakan tikus nih anak” kata titi yang heran
“udah ah siap-siap, mikirin cecil sama kaka ham bisa-bisa gue telat ke masjid malah bikin malu” titi kemudian siap-siap untuk berangkat ke masjid
Saat keluar dari baraknya dia bertemu dengan bima, tino dan riko yang sama-sama ingin ke masjid…
“kok sendiri lo, adek gue mana?” tanya bima kepada titi
“udah duluan kayaknya kak, aku bangun udah tidak ada.” Jawabnya
“eh.. eh.. bentar, kak aham nya mana?” tanya titi kepada bima dan kawan-kawan
“di panggilin dari tadi tidak nayut, yaudah kita tinggal” jawab tino
“bentar-bentar, aham sama cecil tidak ada kan. Yaudah mungkin mereka berangkat duluan” riko menyimpulkan dan hanya di jawab anggukan oleh mereka
“oh iya kak bim, tadi di tempat tidur cecil udah ada perlengkapan persit. Emang cecil mau pengajuan secepatnya?” tanya titi kepada bima
“tidak tahu juga”
“yang gue tahu malah aham mau pergi tugas ke daerah plosok gitu selama satu bulan” jawab bima
“loh kapan bim bilangnya?” tanya tino yang merasa kaget
“kemarin malam chat gue”
“la terus pemateri nya kan dia” ucap riko kepada bima
“dia minta kita buat gantian gantiin dia selama satu bulan ini, materinya udah dikirim ke email kita. Ketahuan banget kalian tidak cek email “ ucap bima
“lagian materi dikirim ke email tanpa chat dahulu” jawab riko
“dia udah chat di grup kita beg* “ jawab tino
“kasihan juga si cecil, baru aja baikan udah ldr lagi” ucap titi
“kalua masalah atribut persit kayaknya sih cecil udah di kasih dari dia baru tunangan sama aham dahulu” ucap bima
__ADS_1
“udah mau mulai tuh shalatnya, yuk buruan masuk” ucap tino