TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
SKAK


__ADS_3

"kakak kakak perkenalkan ini Bu Nenci, perawat yang bertugas di pos kesehatan. beliau yang selalu membantu jika ada warga yang sakit" ucap salah satu warga


"beliau ini sangat berjasa bagi kami karena sudah membantu kami"


"jangan begitu bapak, saya hanya melaksanakan tugas saja" jawab Nenci


"sudah baik, cantik pula ya" ucap Bram


"saya hanya manusia biasa kok" ucap Nenci malu-malu


"oh iya silahkan duduk disini Bu, sekalian berbincang-bincang agar kenal karena kalian akan hidup berdampingan" ucap salah satu bapak


"kami sudah sekilas tau pak" jawab Ratih


"oh kalian sudah saling mengenal ya karena Bu Nenci ini juga perantau disini" tebak salah seorang yang ada di sana


"emm sepertinya nama nya memang sudah terkenal di kalangan kami bapak" jawab Aisi


"bukan saling mengenal pak, tapi karena Bu Nenci ini merusak hubungan teman kami. beliau merebut calon suami teman kami" ucap teman laki-laki Titi yang mengetahui cerita tersebut


hal itu sontak membuat Titi, Cecil, dan Aisi yang ada di sana menoleh kepada Ratih dan Bram...


"ah mohon maaf saya tidak tahu menahu akan hal itu Kakak kakak" ucap bapak tersebut meminta maaf


"tidak apa-apa pak, teman saya sepertinya emosi" jawab Titi seraya melirik ke arah Nenci yang tampak menyembunyikan muka merah padam nya


"mau bagaimana pun kami akan hidup berdampingan jadi mohon kerjasamanya ya Bu, karena ibu lebih tua dari kami jadi

__ADS_1


mohon bimbingannya" ucap Titi menekankan kata tua karena Nenci memang lebih tua 3 tahun dari Tino


"iya kak" jawab Nenci


"oh iya Bu bagaimana rencana pernikahan ibu?" tanya salah satu warga


"ah itu..." jawab Nenci terjeda


"oh ibu mau menikah ya?" tanya Cecil


"masih dalam rencana kak" jawab Nenci gugup


"semoga di lancarkan Bu, kalian juga serasi saat bersama" ucap warga tadi


karena sebenarnya pembicaraan mengenai pernikahan antara dia dengan Tino belum ada, dia hanya mendengar saat Tino telfon bahwa akan menikahi dirinya namun Tino tidak membicarakan hal yang lebih kepada Nenci..


"oh iya ti, kemarin kak Tino ke mess pas kamu ke balai. katanya ada yang mau di omongi" ucap Cecil mendadak membuat semuanya bingung


"nggak tau, kemarin sama suami ku di suruh buat balik aja. suami ku minta agar dia nggak nemu in kamu lagi, takutnya malah ada apa-apa nanti kan sekarang udah masing-masing" jawab Cecil


"lebih baik begitu" ucap Titi


"kan katanya udah mau nikah. kok masih nemu in mantan tunangannya sih, nanti kalau calon istrinya tau malah jadi perang dunia ke sekian kalinya nih" julid Ratih


"mungkin ada penyesalan ti udah ninggalin lo, kan penyesalan datang di akhir. dulu pas di tinggal kan lo masih biasa aja, terus sekarang tambah glow up bikin dia panik" jawab Bram


"mohon maaf kalau saya salah dengar, jadi kakak Titi ini tunangan Om Tino?" tanya salah satu warga

__ADS_1


"bukan tunangan bapak, tapi sudah mantan tunangannya" jawab Titi meluruskan


"maaf kakak karena saya mengira Bu Nenci adalah calon nya, kami tidak tau bahwa Om Tino sudah memiliki calon"


"loh tidak apa-apa pak, saya sama beliau sudah tidak ada hubungan lagi jadi kami sekarang sudah hidup masing-masing kalaupun kak Tino nanti dengan siapapun kita doakan saja yang terbaik begitu juga dengan saya" jawab Titi bijak


"ya benar kakak, kalau sudah pisah begini lebih baik tidak kembali lagi karena sama saja masuk ke lubang yang sama"


"jangan bilang begitu bapak, teman saya ada yang tersinggung" ucap Bram sembari tertawa


"aku lagi enak-enak makan loh ini, kenapa jadi kena juga" ucap Cecil


"oh kakak Cecil masuk ke lubang yang sama lagi ya" tebak salah satu warga


"hehehe sudah ada hasilnya lak" ucap Cecil sembari tertawa


"suami kakak Cecil juga disini?" tanya bapak tersebut


"iya pak, suami Cecil ada di sini juga. kalau bapak tau pasti tidak mengira kalau Om itu sudah menikah" ucap Ratih


"kalau boleh tahu siapa suami kakak Cecil?" tanyanya


"Om Aham pak" jawab Titi


"kalau om Aham itu dari awal disini sudah mengatakan bahwa mempunyai istri dan istrinya sedang mengandung, setia sekali orangnya. mau di dekati siapa pun tidak pernah di gubris" jelas bapak tersebut


"itu dengerin cil, setia banget loh suaminya"

__ADS_1


Cecil hanya tersenyum malu-malu karena ucapan bapak tersebut, sedangkan Nenci yang juga ada di sana hanya diam saja


tak lama ke dua tokoh utama yang mereka bicarakan pun datang, tak lupa Bima juga ikut dengan mereka berdua


__ADS_2