TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
BERTEMU LAGI


__ADS_3

saat bertemu di mall setelah sekian lama terpisah, nana berfikir kalau aham masih mencintainya karena perilakunya kepada Nana yang sangat manis bahkan di depan orang tua aham...


"aku akan rebut kamu kembali ham" ucap nana penuh dengan penekanan


Tak lama setelah merebahkan badannya di kasur kos nya, ia mendapatkan notif pesan dari Aham...


"na, lo lagi ada acara nggak ntar malam?" tanya Aham


"nggak ada nih, kenapa ham?" tanya Nana balik setelah menjawab


"mau nggak ngopi?" tanya Aham


"ih mau banget, dimana ham?" tanya Nana balik


"di cafe ABC na habis magrib sebelum gue balik ke asrama" jawab Aham


"tapi lo kan nungguin tunangan lo yang sakit" ucap Nana


"Ini mama nya udah dateng jadi gue bisa keluar cari udara segar, suntuk di dalam ruangan terus" jawab Aham


"yaudah sampai ketemu disana" sambung Aham


"nggak di jemput nih gue?" tanya Nana


"haha, kan cafe nya deket rumah sakit kalau gue jemput lo malah muter-muter ntar Cecil curiga kalau gue pergi lama-lama" ucap Aham


"yaudah deh kalau gitu, sampai ketemu nanti" jawab Nana


........


Nana yang mendapatkan pesan tersebut dari sang mantan pun sangat senang, walaupun dia sebenarnya hanya mengaku-ngaku mantan Aham karena Aham pernah mendekatinya...


"ih pakai baju apa ya nanti, pokoknya aku harus kelihatan cantik di depan Aham" gumam Nana yang ingin merencanakan hal yang tidak-tidak


Ia mempersiapkan beberapa baju yang memang kurang bahan untuk ia pakai, diikuti dengan tas dan high heels yang mencolok tak lupa penampilan men*r yang menjadi ciri khasnya dari dulu. Meskipun di rumah sakit ia berhijab namun saat keluar dia melepaskan hijabnya...


setelah bersiap dan menunggu, akhirnya ia berangkat ke cafe yang digunakan untuk janjian mereka berdua....


Disisi lain Aham yang sudah berada disana 30 menit yang lalu bersama Riko, Tino dan Bima pun memperhatikan Nana dari jauh...


"itu tuh biduan nya udah datang" ucap Riko


"dia sebenernya mau ke cafe atau mau ke acara dangdutan dih, pakai baju kayak gitu lagi" keluh Bima


"bisa-bisanya kalian dulu nyuruh gue deketin itu cewek, bikin istighfar aja tiap hari mana typing nya yang lebay nauzubillah" ucap Aham


"hahaha itu kan buat buktiin lo masih normal nggak, soalnya tiap dii deketin cewek langsung kabur aja lo" ucap Tino


"lagian kenalin cewek modelan gitu ke gue, ya siapa yang nggak lari coba" jawab Aham


"yaudah yuk turun bareng-bareng" ucap Bima

__ADS_1


"aduhh males banget" ucap Aham


"ayok demi adek gue" jawab Bima


akhirnya mereka ber empat turun dari mobil, mereka tidak langsung ke tempat Nana namun memilih duduk di tempat lain dan memanggil Nana untuk pindah ke tempat mereka...


Nana awalnya memilih tempat duduk paling ujung dengan cahaya remang-remang...


"lihat tuh ngapain coba cari tempat duduk di pojokan" ucap Aham


"kan kalau sama lo mau nya mojok ham" jawab Bima sembari tertawa


Namun setelah mendapat pesan dari Aham, Nana mencari tempat duduk Aham dan ia akhirnya melihat Aham dan teman-temannya. Karena mereka ber empat duduk berjejer dengan posisi Aham di tengah, Nana memilih untuk duduk di kursi depan mereka...


"kalian ber empat ternyata" ucap Nana setelah duduk


"malam-malam pakai baju kayak gitu nggak masuk angin mbak?" tanya Tino mengejek


"lo pikir Aham ke goda sama tampilan kayak gini ha" ucap Riko


"kami semua disini mau ngomong serius sama Lo, jangan pernah Lo ganggu Cecil lagi atau kehidupan kami semua. Kalau lo masih nekat, gue akan bikin hidup lo lebih parah dari itu" ucap Aham


"maksud lo apa ya ham?" tanya Nana


"udah nggak usah pura-pura nggak tahu, asal lo tau di ruang inap udah gue pasang cctv jadi semua kejahatan lo terekam disana. Tunggu surat panggilan dari polisi ya" ucap bima


Mereka bergegas pergi dari tempat itu meninggalkan Nana yang malu karena dilihat oleh banyak orang...


......................


sesampainya di ruang inap cecil, bi inah yang sudah menjaga cecil dari tadi malam terlihat members beberapa barang bawaan cecil selama beberapa hari ini tinggal di rumah sakit...


"assalamualaikum bi" ucap aham pelan saat memasuki kamar karena cecil sedang tertidur nyenyak


"eh aden, wa'alaikummussalam" jawab bi inah


"aden baru pulang? mau saya buatkan minum?" tanya bi inah


"nggak bi, saya mau langsung istirahat saja" jawab aham


bi inah hanya mengangguk-angguk tanda meng iya kan


aham berjalan menuju kasur yang ada di samping tempat tidur cecil, dia merebahkan tubuhnya disana. sebelumnya aham sudah shalat subuh, dia berhenti di salah satu masjid saat perjalanan menuju rumah sakit...


tepat pukul 7.00 pagi aham terbangun dari tidurnya, dia terbangun karena mendengar suara bising di sekitarnya. saat dia membuka mata, ternyata ada dokter dan suster yang sedang memeriksa keadaan cecil...


aham kemudian mendudukkan dirinya di tempat tidur..


"maaf mas jadi terganggu tidurnya" ucap dokter itu


"em tidak apa-apa dok"

__ADS_1


"hari ini mbak cecil boleh pulang, saya mengganti kan dokter ridwan yang biasanya memeriksa mbak cecil" ucap dokter tersebut karena tatapan aham yang terheran-heran


aham hanya mengangguk-angguk, dia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi karena di dalam kamar tersebut masih ada bi inah jadi cecil ada yang menemani...


hari ini cecil diperbolehkan pulang ke rumahnya, namun aham akan tetap menemani cecil karena kedua orangtua cecil sedang ada urusan di luar kota dan baru pulang nanti malam saat acara pertunangan bima dan rindi. sedangkan aham tidak ada jadwal jaga untuk hari ini, sehingga dia bisa menemani cecil seharian...


aham keluar dari kamar mandi, dia sudah berganti dengan pakaian santainya...



"sudah siap?" tanya aham keluar dari kamar mandi


sedari dia bangun, cecil memang sudah berpakaian rapi dan barang bawaan cecil juga sudah dikemas rapi oleh bi inah...


"sudah"


"ayo" ajak aham


cecil berjalan dibantu oleh bi inah, sedangkan aham membawa satu tas berisi pakaian cecil dan sebuah tote bag berisi tempat makan...


di tengah perjalanan menuju parkiran, tiba-tiba ada nana yang dengan sengaja menabrakkan dirinya pada aham...


bugh..


"aduh sakit" ucap nana berpura-pura


"hati-hati kalau jalan" ucap aham


cecil yang mendengar itupun langsung berbalik badan dan melihat nana yang memegang tangan aham, sedangkan aham hanya diam saja. dia juga tidak berniat membantu nana berdiri...


bukan cecillia kalau tidak bisa membalikkan keadaan, cecil tau niat nana ingin merebut perhatian aham. namun nana tampaknya belum tahu kepintaran Cecil...


"bantuin ham" ucap nana merengek , namun belum sempat aham membantu nya tiba-tiba


"aduh" ucap cecil sambil memegang kepalanya


pandangan aham langsung tertuju pada cecil yang berdiri dipegang i oleh bi inah, sebelumnya bi inah sudah diberi tahu oleh cecil tentang siapa itu nana jadi saat cecil ber akting, bi inah menjadi pemeran pendukungnya...


......................


......................


......................


......................


......................


......................


......................

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komen yaa 🥰🥰


__ADS_2