
POV Nenci
"malu banget rasanya, udah pura-pura diam malah jadi bahan roasting an mana satu lawan se geng lagi. awas aja nanti kalau ketemu sama-sama sendiri" batin Nenci
Nenci bangkit dari duduknya dengan suara keras membuat pemilik warung kaget
"ibu saya mau beli kopi sachet nya lima" ucap Nenci
setelah sang ibu warung menyodorkan barang yang diminta Nenci, lantas Nenci langsung membayar dengan uang pas dan bergegas pergi...
ia bergegas pergi karena rasa marah dan malu nya yang bercampur aduk, image yang ia bangun sedemikian rupa baiknya harus hancur hari ini karena kekesalannya....
"udah susah-susah bangun image baik-baik di depan orang-orang eh ketemu sama mereka, mana aku nggak bisa nahan lagi tadi. apa kata ibu warung ya sama sikapku, pasti orangnya udah mikir yang enggak-enggak tentang aku. sebelum banyak rumor tersebut tentang kejelekanku, aku harus datengin orangnya lagi nih buat merubah image ku" batin Nenci
Nenci berniat datang lagi ke warung setelah selesai menaruh kopi sachet yang ia beli ke dalam dapurnya, namun tak disangka banyak sekali orang yang berdatangan kepadanya karena sakit. alhasil niatnya untuk klarifikasi tertunda beberapa saat...
"haduh baru selesai lagi jam segini, gimana ini ya Asti udah banyak ibu-ibu yang belanja di warung dari tadi. mana gosip ibu-ibu cepet banget lagi nyebarnya" ucap Nenci
"kenapa Nenci, kok kayaknya kamu cemas banget?" tanya sela
"itu, tadi pagi aku ke warung ketemu sama mantannya Tino. mereka bareng-bareng sama bapak-bapak lagi istirahat terus nggak lama datang Tino sama kawan-kawannya, eh berani-beraninya mereka nge roasting aku sama Tino disana. mana kawan-kawannya nggak ada yang bela in Tino lagi, semua bela in mantannya Tino. terus pas balik aku malah emosi di warung, aku lupa kalau ada ibu warung jadinya image baikku ter coreng kalau begini caranya" ucap Nenci
"haduh kamu nggak tau ya, kan Aham itu suami nya temennya mantan Tino terus si Bima itu kakaknya istri Aham ya otomatis mereka bela mantannya Tino lah." jawab sela
__ADS_1
"hmm iya juga" jawab Nenci
"la kamu masih mau deketin Bima?" tanya Nenci
"aku sih masih maju terus pantang mundur" jawab sela percaya diri
"tapi kayaknya kamu harus mundur deh sel" ucap Nenci
"hah kenapa? kan kamu tau sendiri prinsip ku selama janur kuning belum melengkung masih bisa kita trabas" jawab sela
"alah selama janur kuning belum melengkung apaan, janur kuning udah melengkung aja tetep kamu trabas sampai di laporin ke Polisi Militer sama istrinya. As suaminya kena kode etik terus di copot malah kamu tinggalin hahaha" sindir Nenci
"lagian siapa juga yang mau sama pengangguran Nenci, kan dulu aku juga nggak tau kalau mereka udah nikah. aku kira mereka itu masih pacaran karena sama-sama masih muda, eh nggak tau nya udah ada anak satu. lagian waktu itu aku bilang di selesaikan secara kekeluargaan aja nggak mau" jawab sela
"jangan lupa kalau kita itu hampir sama ya Nenci" sambung sela
"yaudah gue mau ke warung dulu klarifikasi ke ibu warung, biar gosipnya nggak semakin menyebar" ucap Nenci kemudian berjalan menuju warung
kebetulan disana sedang ada banyak orang yang berbelanja, dan juga ada beberapa Om Om yang sedang makan. ia berniat mencari perhatian dari Om Om tersebut...
"Sore ibu" ucap Nenci sok manis ke ibu warung
"sore Bu, mau cari apa?" tanya ibu warung
__ADS_1
"emm sebenarnya saya kesini mau minta maaf karena sikap saya yang tidak sopan tadi siang Bu, saya tidak bermaksud seperti itu namun ibu pasti tahu sendiri bagaimana rasanya di jelek-jelek an oleh orang banyak seperti itu" ucap Nenci
"iya Bu tidak apa-apa saya memahami" jawab ibu warung
"saya sudah menahan untuk tidak menjawab Bu, selama ini saya diam karena saya tahu saya bersalah. namun kalau di jelek-jelek an di depan umum pasti saya juga boleh marah kan Bu" jelas Nenci
"iyaa bu" jawab ibu warung singkat
"saya juga memahami perasaan ibu kok, jadi tenang saja" sambungnya
"baiklah kalau begitu saya pamit dulu Bu, ada yang harus saya kerjakan lagi" ucap Nenci
"iya Bu"
Nenci beranjak pergi meninggalkan warung
"hmm gitu ya di depan aja kelihatan baik, pas di belakang malah kayak gitu aslinya" ucap ibu penjaga warung
"ada apa Bu?" tanya Om Om Tentara di sana
"itu tadi siang tunangannya Om Tino singgah disini, ketemu sama Bu Nenci terus Bu Nenci di nasehati sama mereka. tapi sepertinya Bu Nenci itu nggak menerima, dari sikapnya aja dia seperti tidak merasa bersalah" ucap ibu warung
"dari awal bang Tino di sini memang sudah mengincar bang Tino Bu, sudah di peringatkan sama kami kalau bang Tino sudah ada tunangan tapi Bu Nenci tidak menghiraukan" ucap salah satu dari mereka yang sudah mengikuti percintaan Tino dan Titi
__ADS_1
"mereka berdua itu serasi sekali ibu, berangkat sholat bersama, belanja ke pasar bersama hampir setiap hari. memang hubungan jarak jauh itu sulit, apalagi kalau jarang ada komunikasi terus hadir orang ke tiga" ucap teman lainnya
"pantesan dari awal udah curiga sama muka judesnya, feeling ibu juga nggak enak. kayak yang asli baik sama pura-pura baik itu kelihatan sekali" sambung ibu tersebut yang masih fokus memperhatikan Nenci yang berjalan ke arah pos kesehatan