TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
MEMANAS-MANASI


__ADS_3

Aham membayar makanan dan mendapatkan makanan masing-masing, mereka mencari tempat duduk untuk menikmati makanannya. seperti biasa tempat duduk yang di pilih adalah yang paling pojok dan dekat dengan jendela...


setelah selesai makan baru lah mereka kembali ke asrama, Bima, Tino, Riko serta Titi kembali ke baraknya masing-masing sedangkan Cecil dan Aham kembali ke rumahnya...


"sayang" panggil Aham kepada Cecil setelah mereka masuk ke dalam rumah


"ada apa?" tanya Cecil


bukannya menjawab pertanyaan Cecil, Aham malah memeluknya dari belakang membuat Cecil merasa heran...


"mas ini kenapa?" tanya Cecil


"biarkan seperti ini bentar yang, aku seneng banget sekarang" jawab Aham


"makasih yaa" sambungnya


"makasih buat apa sih mas?" tanya Cecil


"makasih karena kamu udah menerima aku lagi dan makasih sekarang kamu udah memberikan hadiah yang paling berharga dalam pernikahan kita" jawab Aham sembari menghujani pipi Cecil dengan ciuman


"semua itu juga karena mas, jadi terimakasih juga karena mas kembali" ucap Cecil sembari mengelus rambut Aham


Aham berulang kali mencium Cecil hingga membuat Cecil risih dengan kelakuan Aham itu..


"ih jangan kayak gini dong mas, aku nggak bisa gerak ini" pinta Cecil yang merasa risih karena Aham tak henti-hentinya menciuminya


"mas bau tau sana ganti baju" sambung Cecil membuat Aham berhenti menciuminya, dia kemudian mencium aroma tubuhnya


"masak sih? nggak bau kok" jawab Aham sembari melihat ke arah Cecil yang sedang tertawa


"kamu ngerjain aku ya" ucap Aham sembari menggelitik Cecil


"nggak kok hehe, jangan kayak gini dong. lagian mas ini ada latihan jam 1 sekarang harusnya mas istirahat dulu" ucap Cecil


"siap sayang ini juga mau istirahat" jawab Aham


"yaudah sana tidur" perintah Cecil


"temani yang, ayo kamu juga harus banyak istirahat" jawab Aham


"aku mau bersih-bersih dulu mas, itu makanan di atas meja makan belum di rapih kan lagi" elak Cecil


"no sayang, nanti kita bersihkan bareng-bareng sekarang istirahat ya kan baru dari luar jadi capek" jawab Aham

__ADS_1


akhirnya Cecil menuruti kata Aham karena akan sia-sia jika dia tetap berdebat dengan Aham jika pada akhirnya Aham lah yang menang...


"yang jangan lupa buat alarm jam 12.30 ya, karena nanti aku sendiri yang akan memimpin latihan" pinta Aham yang sudah berbaring di ranjang sedangkan Cecil masih membersihkan make up nya


"okay mas" jawab Cecil sembari mengacungkan jempolnya


setelah mengatur alarm, Cecil ikut berbaring di samping Aham yang sudah menunggunya. Sudah menjadi kebiasaan Aham saat tidur menjadikan Cecil sebagai guling nya, karena itu jika Cecil tidak di rumah akan membuatnya susah untuk tidur...


"jangan kencang-kencang peluknya" pinta Cecil


"kenapa sayang?" tanya Aham


"kasihan anakku tergencet tangan papa nya" jawab Cecil


"ya ampun, maafkan papa mu ini sayang. papa belum terbiasa akan kehadiran kamu" ucap Aham sembari mengelus-elus perut Cecil, tak lama mereka berdua terlelap


disisi lain, Bima, Riko dan Tino yang berada di barak memilih untuk mengisi waktu luang mereka untuk bersantai sambil menonton tv karena memang di setiap barak tersedia tv...


"Bim, gue mau tanya sama lo" ucap Tino kepada Bima


"tanya apa?"


"Lo dulu sama si cindi benci banget deh kayaknya karena dia nembak lo pas SMP, kenapa sekarang lo jadi akrab banget sama dia?" tanya Tino


"beneran lo nggak ada maksud lain di balik sikap lo tadi?" tanya Riko


"maksud lain apaan?" tanya Bima balik


"siapa tau lo bermaksud buat si Titi nggak suka lagi sama lo dan menjauh i lo" celetuk Tino


Bima tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Tino karena memang yang sahabat nya katakan adalah benar, dia memang sengaja terlihat akrab dengan cindi agar Titi menjauhi dirinya...


"biasanya kalau diam gini emang bener no apa yang lo katakan" ucap Riko sedangkan Bima hanya pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Riko


"dah lah, udah jam setengah satu ini, ayo siap-siap nanti kita telat malah dapat hukuman dari Aham lagi" ucap Bima kemudian pergi meninggalkan kedua sahabat nya yang masih saja duduk


"pasti bener kata lo no" ucap Riko


"tebakan gue nggak pernah salah si ko, jadi kita lihat aja apa Bima beneran chat si cindi terus ngajak dia keluar. mungkin kalau mereka beneran keluar pun hanya untuk panas-panas in si Titi" jawab Tino


"gue lama-lama kasihan sama Titi karena Bima nolak dia dengan cara kayak gitu" sambungnya


"kita lihat aja nanti no, yang pasti meskipun kita temennya Bima tetep aja kalau dia salah ya kita nggak bisa bela in dia. apa lagi kalau masalah cewek" ucap Riko

__ADS_1


"yaudah ko, yuk siap-siap keburu Aham datang duluan malah berabe ntar" kata Tino


mereka berdua akhirnya bersiap-siap untuk melakukan latihan lagi..


.......


Cecil yang sebelumnya sudah mengatur alarm sesuai permintaan Aham ikut terbangun saat Aham bangun tidur...


"loh yang kenapa bangun?" tanya Aham melihat Cecil yang sudah mendudukkan tubuhnya di ranjang dan menyenderkan kepalanya


"aku kebangun mas, nggak tau kenapa kalau kamu lepas pelukan pasti aku bangun" jawab Cecil


"ya ampun sayang, kamu tidur lagi aja ya. ini masih jam setengah satu kok" pinta Aham


"nanti aja kalau mas udah berangkat latihan aku lanjut tidurnya" jawab Cecil


"okelah"


Aham mulai mengenakan pakaian PDL yang digunakan untuk latihan, hal itu tak luput dari pandangan Cecil. Aham yang sedari tadi di perhatikan oleh Cecil pun paham jika istrinya bahkan tak berkedip saat memandangi dirinya...


"aku tau kok kalau aku ini ganteng yang" ucap Aham yang sudah berbalik menghadap ke arah Cecil


"ih apaan sih mas" elak Cecil


"nggak ngaku lagi haha" ucap Aham sambil tertawa kemudian mencubit hidung Cecil


"sakit mas" eluh Cecil


"lagian kamu sih nggak mau mengakui kalau suami mu ini memang gantengnya tak tertandingi" kata Aham membanggakan dirinya


"iya tak tertandingi sampai-sampai banyak banget yang nge DM in Instagram nya meskipun tau kalau kamu udah ber istri" jawab Cecil


dia memang sempat melihat Instagram Aham saat mereka sedang berkumpul kemarin, banyak sekali wanita-wanita yang mengirim pesan kepada Aham disana. padahal Aham sudah memajang foto pernikahan mereka di beranda, bahkan hampir semua foto disana ialah fotonya bersama Cecil...


"kan bukan salahku yang, mereka aja yang gatel. tapi tenang aja, suamimu ini tidak akan pernah selingkuh. mana ada suami yang mau selingkuh kalau punya istri se cantik dan se se*si kamu, apalagi dikasih jatahnya lancar banget bikin betah di rumah " ucap Aham yang membuat Cecil mendarat kan cubitan di perutnya


"loh kok di cubit sih yang?" tanya Aham


"lagian ngomongnya vulgar banget sih" jawab Cecil


"ya kan cuma ada kita berdua disini yang"


"udah ya aku berangkat dulu, lama-lama disini malah bisa-bisa undur 2 jam nanti jadwal latihannya" ucap Aham berpamitan sembari mengecup bibir Cecil lumayan lama

__ADS_1


"hati-hati" jawab Cecil


__ADS_2